Kuliner Enak di Pontianak

Berkunjung ke Negeri Khatulistiwa, Pontianak, memberi saya pengalaman yang berbeda. Kota ini hangat sangat, kawan! Sebentar saja saya main-main tanpa pelindung ketika matahari bersinar terik di luaran, kulit segera jadi belang. 🙂

Dalam geografi, garis khatulistiwa atau ekuator merupakan sebuah garis imajinasi yang digambar di tengah-tengah planet di antara dua kutub dan paralel terhadap poros rotasi planet. Garis khatulistiwa ini membagi Bumi menjadi dua bagian, belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Garis lintang ekuator adalah 0°. Panjang garis khatulistiwa Bumi adalah sekitar 40.070 km.

Agar sah main ke Pontianak, sempatkan sebentar main ke Tugu Khatulistiwa. Tugu ini berada tidak terlalu jauh dari pusat kota, kalau jalanan lancar, perjalanan pulang-pergi makan waktu satu jam saja. 🙂

Selain main ke ikon khas Pontianak, wajib hukumnya menjajal aneka makanan yang hietz di kota ini. Saya sempat mencicipi kuliner siang dan kuliner malam. Semuanya enak dan dijamin bikin lidah dansa gembira.

Gleam Cafe

20160219_102816

Perjalanan kuliner kami diawali dengan mencoba Chai Kue / Choi Pan di Gleam Cafe. Kue yang disajikan ala goreng dan ala kukus ini sangat khas. Kulit kuenya terbuat dari tepung beras, isiannya bisa macam-macam, ada aneka daging dan aneka sayuran. Di Gleam Cafe, harga chai kue kukus yang disajikan dalam tampah ini per buahnya Rp 1000 saja, sedangkan chai kue goreng dan kukus yang yang disajikan perporsi harganya mulai Rp 8000 – Rp 12000.

20160219_10473720160219_105106 20160219_103538-120160219_103852-120160219_105406-1

Chai kue enak dikudap dengan lebih dulu dicocol saus jeruk. Agar lebih mantap, lengkapi pengalaman kuliner Pontianak ini dengan memesan es lidah buaya.

Warung Es Krim A Ngi

Icip-icip chai kue tentu juga mengisi sepertiga bagian lambung, kawan. Pengalaman kuliner Pontianak kami lanjutkan dengan mampir ke warung es krim paling terkenal di negeri matahari, Pondok Es Krim A Ngi.

es krim 1

Warung es krim ini ada persis di seberang SD Santo Petrus, Pontianak. Kalau datang dengan rombongan besar, agak sulit menemukan tempat duduk di warung yang selalu ramai ini. Es krim A Ngi spesial karena disajikan dalam setengah bagian batok kelapa muda. Rasa eskrimnya variatif, ada cokelat, vanila, durian, strawberry, kacang merah, dan cempedak.

es krim 4 es krim 3 es krim 2

Harga es krimnya Rp 20ribu, jika ingin membawa pulang eskrimnya (tanpa batok kelapa muda) cukup membayar Rp 10ribu saja. Selain es krim yang fenomenal, di warung ini juga ada aneka kue dan bakso! ^^

Pondok Kakap

Es krim dengan porsi yang lumayan cukuplah menggelitik perut. Tetapi, pengalaman kuliner harus diselesaikan secara adat. Kuliner siang terakhir kami diakhiri di Pondok Kakap Pontianak. Pondok ini acap dikunjungi pejabat dan artis-artis ibukota yang kebetulan melawat ke Pontianak. Menyajikan aneka penganan seafood, dan menurut rekomendasi, menu kepitingnya wajib dicoba. Olahan kepiting yang tersedia ada Kepiting Asap, Kepiting Telur Asin, Kepiting Saus Tiram, dan Kepiting Saos Padang. Rasanya enak dan pastinya mengenyangkan.

20160219_162413 20160219_162059 20160219_162028 20160219_162019

Oh iya, jika ingin membayar usai makan di Pondok Kakap Pontianak, pastikan mengecek kembali tagihannya, ya. Kemarin kami sempat dikagetkan dengan jumlah makanan yang tertagih, total yang makan hanya 14 orang, tapi di tagihan tertulis 114 porsi. Begitu juga dengan aneka lauk lainnya, pastikan jumlahnya sudah sesuai dan cek kembali harganya.

Bab kuliner siang sudah selesai, sekarang melaju ke kulineran malam. Saya dan Kak Terry beruntung sekali diajak jalan-jalan oleh pakar kuliner Pontianak, Mr Dodon dan Tante Ira. Mas Dodon mengajak kami tur singkat keliling kota dan sesuai spesialisasinya tentu saja kami mampir untuk makan-makan!

Warung Kopi Winny

Yin Yang ala Warung Kopi Winny jadi pembuka acara kuliner saya malam itu. Yin Yang ini sebenarnya campuran kopi – teh – dan susu dengan takaran yang proporsional. Rasanya unik, buat saya masih lebih terasa kopinya ketimbang tehnya. Teman minum Yin Yang adalah pisang goreng srikaya ala Pontianak. Pisang gorengnya agak mengkal, siraman saus srikaya yang manis membuat pengalaman ngopi lebih seru. 🙂

yin yang pisang srikaya

Usai nyemil, Dodon dan Ira sempat mengajak mampir ke beberapa tempat makan hitz lainnya, sayang semuanya sudah sold out. Tak menyerah, Ira melajukan mobilnya menembus kota menuju Kota Baru Pontianak. Kota Baru ini, seperti namanya, dibangun sebagai perluasan Kota Pontianak yang mulai rapat.

Nasi Goreng Mana Lagi Amad

Nasi Goreng Mana Lagi Amad ala Madura menjadi penutup perjalanan kuliner saya malam itu. Nasi gorengnya ‘pera’, kering, dan agak berminyak. Saat kami mampir jam 2 pagi, si abang penjualnya masih mengaduk sekuali besar nasi goreng. Entah si abang akan buka warungnya sampai jam berapa. 🙂

nasi goreng

Masih banyak pojok kuliner lain yang belum kami kunjungi, bisa jadi ini kode dari semesta untuk kembali lagi suatu saat nanti.

/salam khatulistiwa

 

6 thoughts on “Kuliner Enak di Pontianak”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *