Lagu Bunuh Diri

Lagu bunuh diri sementinya dihentikan peredarannya. Si pembuat lagu tidak pernah memikirkan efek jangka panjangnya pada pendengar.
Diputar berulang, makin ingin bunuh diri, loncat ke sungai kemudian romantisku.

Tak tahu dia, mati ya mati saja. Mati demi cinta, sudah haknya romeo dan juliet. Jika mampu membuat kisah lebih tragis dari mereka, maka bolehlah namanya masuk sejarah.
Jika tidak, maka siap-siap, sudah mati masih dibodoh-bodohi.

Masih ingin bunuh diri? Coba mengaca sebentar, tanyakan pada diri, jujur.
Apa iya, kalau mati, dia yang terus dirundungi itu akan bersedih?
Haha, jangan harap.

Mereka yang sudah kawin, anak selusin, ditinggal mati, besoknya saja bisa kawin lagi
Lalu kamu, berharap si dia akan mengingatmu selamanya, menyesal telah menyakiti hati.
Gelap! Gelap!

Terlalu panjang harapmu kawan, sekali lagi berkacalah.
Tarik nafas, terima nasibmu.

Masih ingin bunuh diri?
Sudahlah, jangan menyusahkan orang.

/lagupatahhati

One thought on “Lagu Bunuh Diri”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *