Lihat Sebentar

ingin berhenti sejenak mencintaimu, memiliki tubuh untukku sendiri.
maka, kututup pintu kamar dan tak seorang pun kuizinkan masuk.
kuharap ada sunyi.
tapi saat kubalikkan badan,  ada kamu di ujung tempat tidur.
tersenyum sedikit.
hanya sedikit, tapi saja itu sudah cukup membuatku limbung.
—–
aku ingin berhenti sejenak melihatmu, tapi sulit sekali.
apapun yang kulihat, apapun yang kupegang, menjelma jadi dirimu.
kuingat wajahmu demikian kuat.
termasuk garis guratan di ujung bibir.
di mana aku meluapkan rindu dengan cumbuan ribut.
—–
aku ingin mengambil istirahat dari rasa sakit yang menetap di dada.
tapi tak ada yang bisa kulakukan.
sakit karena rindu ini,
agaknya sudah jadi kutukan.
hanya harus kutelan.
dan jadi bagianku seterusnya.

/ode rindu nomor lima ribu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *