Melihat Buddha dalam Seribu Wajah di Tanjungpinang

Jangan lewatkan Vihara Ksitigarbha Budhisattva jika berkunjung ke Tanjungpinang. Vihara yang baru diresmikan pada awal tahun 2017 ini akan memberikan pengalaman yang berbeda. Bukan asap dupa, bukan ornamen merah, di sini kita akan bertemu dengan seribu wajah buddha yang diabadikan dalam patung batu.

Vihara Ksitigarbha Budhisattva dikenal juga dengan nama Viharaa Patung 1000. Lokasinya ada di atas bukit, tidak jauh dari jalan raya Asia Afrika KM 14 Kijang Kota, Tanjungpinang. Jika datang dari luar kota dan hendak bertolak ke vihara ini dari Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah, cukup infokan saja nama vihara dan lokasinya ke sopir.

Vihara ini berada di sebelah kanan jalan raya, pelankan kendaraan dan perhatikan papan penandanya, ya. Untuk menuju lokasi, kendaraan harus berbelok dan melewati sebuah jalan mendaki yang mulus dan lebar.

gerbang utama vihara

patung di pintu masuk vihara

Halaman depan vihara sangat luas. Setelah melewati gerbang kita akan disambut patung besar yang menempel pada dinding batu. Pas lihat gerbangnya yang luar biasa tinggi besar, pikiran saya langsung nyantol ke film-film lawas tentang kerajaan Tiongkok. 🙂

Setelah puas melihat-lihat gerbang, saya melangkahkan kaki masuk ke sebaliknya. Pintu masuknya tidak terlihat dari luar karena berada di balik dinding, tapi ada petunjuk yang jelas, kok.

Saya sempat berhenti bernapas di muka gerbang. Cantiknyaaaa luar biasa! Di ujung lorong kelihatan ratusan patung yang berbaris rapi. Aduh saya ga bisa move on dari lorongnya, suka banget!

Vihara ini, kata Ketua Yayasan Ling Shan Ji Yu Si, yang merupakan yayasan pengurus vihara, Bobby Jayanto sudah dibangun lama sekali. Tapi peresmiannya baru dilakukan 14 tahun kemudian setelah seluruh patung dari donatur diterima.  Semua patung yang saat ini ada di vihara merupakan hibah dari perseorangan. Penyumbang akan diabadikan namanya pada prasasti yang dipasang di bawah kaki patung.

Omong-omong soal patung, ternyata patung-patung yang ada di vihara menggambarkan biksu atau arahat. Arahat adalah orang-orang yang dianggap telah mencapai kesucian spiritual tertinggi (buddha) dalam menjalankan ajaran Agama Buddha.

Tepat di pintu ke luar lorong, kita akan menemukan patung-patung besar di kanan dan kiri. Ada pagar besi yang dipasang di sekeliling patung untuk menjaga agar patung tidak dirusak dan dipegang oleh pengunjung.

Langkahkan kaki terus ke arah dalam, tepat di seberang lorong kita akan menemukan ratusan patung yang menjadi inspirasi nama Vihara Patung 1000.  Meski namanya demikian, sebenarnya jumlah patung di vihara ini hanya sekitar 500 buah.

Uniknya, jika kita perhatikan baik-baik, setiap patung mewakili ekspresi yang berbeda-beda. Saya, entah sadar atau tidak, seperti diajak berkomunikasi langsung dengan tiap patung yang dipajang dan lantas meniru mimik wajah mereka. Saya tersenyum melihat patung yang senyum manis dan ikut cemberut melihat patung yang pasang tampang asam.

Tidak hanya aneka rupa ekspresi, patung di vihara ini juga menggambarkan berbagai macam tingkah laku manusia. Ada patung yang sedang membawa binatang, ada yang membawa kendi, ada pula yang serius membaca buku, memberikan restu, memainkan alat musik, menggendong bayi, dan berbagai aktivitas lainnya.

Kemarin waktu melihat-lihat saya ketemu beberapa patung yang unik, sila dinikmati. ^^

ada yang mengintip dari belakang
aneka ekspresi, yang di tengah senyumnya bikin adem
mukanya jail betul.
ada yang diem-diem tidur di belakang.
mukanya ada dua!

Vihara ini terbuka untuk umum pada Selasa – Minggu, setiap pukul 07.00 – 17.00 WIB. Karena vihara ini juga digunakan sebagai tempat beribadah umat Buddha, pastikan untuk menjaga tingkah laku dan menggunakan pakaian yang sopan saat berkunjung ke sini, ya. ^^

/salam liburan!

 

12 thoughts on “Melihat Buddha dalam Seribu Wajah di Tanjungpinang”

  1. Kak Urry, ini tempatnya memang baguss banget. Kayanya kalo motret asal ke segala arah hasilnya bakalan OK. ^^
    Aku aminkan yes!

    1. Bangett, aku aja berasa masuk ke film-film kerajaan Tiongkok, Kak Richo. Hahaha.
      Patungnya macem-macem, yang baris rame-rame itu sekitar 1,7-2 meteran tingginya.

    1. Karena belum resmi dibuka kah, Kak Indri? Jadi ini viharanya sempat dibuka terus ditutup lagi untuk proses pembangunan gitu.

  2. waktu kalian ke tanjung pinang, aku sebenarnya diajak juga tapi gak bisa karena tanggalnya bentrok. pas lihat foto kalian di kuil ini, agak menyesal karena kok menarik amat. syukurlah kemaren ini dapat kesempatan juga ke sini.. hihihi.. gemes ya lihat patung-patungnya.. sayangnya kita ga bisa berdiri di sampingnya macam di museum madam tussaud :))

    1. Iya, patungnya dipagar tinggi gitu. Supaya awet juga sepertinya, karena ga mungkin mereka pasang CCTV buat pantau terus-terusan ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *