Membantu Buma

Main sendirian.
Main sendirian.

Kalau badan sudah begitu capek setelah mengerjakan ini dan itu di rumah seharian, tau tidak paling diinginkan oleh ibu rumah tangga seperti saya?

Tak lain dan tak bukan adalah, anak semata wayang saya mau mengerti dan tidak berkegiatan aneh-aneh. Sebentaaar saja, hanya sampai lelah di badan ini hilang. Kalau anak tenang, saya kan jadinya bisa berbaring sebentar di depan televisi sambil nyemil-nyemil lucu. Kebayang kan enaknya? Hehe.

Nah, berbekal harapan itu, pintu rumah saya rapatkan, kasur saya bentangkan, ada angin sepoi-sepoi masuk lewat jendela, sayup-sayup suara dari televisi. Lirik kanan-kiri, aman. Ga ada barang-barang berbahaya. Anak saya di samping lagi sibuk main sendirian. Perlahan saya terlelap. Entah mimpi apa saya juga kurang jelas, tapi nikmatnya tidur siang itu ya, ambooii.

Tak lama, cuma sekitar sepuluh menit saja, saya terbangun kaget. Ibu-ibu atau bapak-bapak pasti mengerti lah perasaan itu, rasanya gini kira-kira, “Duh, ada apa ya, kaya ada yang salah.”

Saya lihat kanan-kiri, anak saya tidak ada, huhh, jantung berdebar tak karuan. Cepat saya lari melongok lewat pintu yang terbuka sedikit.

Oh la da laaaahhh, di depan rumah, anak saya basah dari pinggang ke bawah. Di sebelahnya, sapu, ember, pengki, tergeletak berantakan. Melihat saya keluar rumah sambil melotot, dia ga berani bergerak, diam kaku.

Lalu, percakapan ini terjadi :

Saya : Embun lagi apa?
Dia : Beres-beres, bantu buma.
Saya : Kok keluar rumah sendirian, kan bahaya kalau ada mobil lewat?
Dia : Embun beres-beres, bantu buma.

Saya, yang beneran masih kaget, berusaha mencerna semua kejadian dalam waktu sekian detik. Lalu mengambil kesimpulan, kalau siang ini, sepertinya angan-angan saya mesti diikhlaskan.

Rupanya. semesta tidak mengijinkan saya beristirahat. Kebayang kan rasanya tidur siang yang “nanggung”? Kepala sakit, hati lebih sakit. *hiks*

Saat itu yang ada di pikiran saya cuma, “Ahhh, Si Embun ini kok ya nambah-nambahin kerjaan emak-nya aja. Gak kasian apa, ya?” :'((

Tapi, apalah mau dikata, nasi sudah jadi bubur, baju kering sudah jadi basah. Saya mau marah-marah juga gak ada gunanya, bajunya ga mungkin tiba-tiba jadi kering dan bersih lagi, kan?

Jadiiii, saya persilakan Si Embun kembali berkegiatan seperti semula.

Saya : Ya udah beres-beres lagi.
Embun : Embun beres-beres dulu, yaaa.

*ngakak*

Kebahagiaannya Si Embun hari itu sukses keliatan di video ini, nih. Plis tek e luk, yaaa… 😀

——

Belakangan saya berpikir, Si Embun ini gak punya salah apa-apa kok. Dia malahan pinter banget kan, ya? Udah mulai belajar peduli pada sekeliling, salah satunya ya itu, mau membantu-mengerjakan pekerjaan ibunya, pas ngeliat ibunya tidur siangnya telentang ngorok gegara kecapean inih.

Memang, selalu ada dua sisi cerita dari tiap kejadian. Masalahnya, cuma, kita mau tidak, bersusah sedikit, untuk melihat cerita dari sisi yang satu lagi.

Sekarang, menurut saya, hari itu, dia keren sekali. Kotor-kotorannya dia punya makna yang dalam sekali buat saya. Ibu mana sih yang ga senang liat anaknya peduli. Dimulai dari peduli sesama anggota keluarga, besok-besok bagus kan kalo dia mau peduli dengan sesamanya.

Saya bangga tuhan mempercayakan dia kepada saya. Semoga aja saya bisa jaga baik-baik titipan tuhan ini. Aminn.

menulis1

Eniwei, ini ada bonus poto Embun lagi main kotor-kotoran, lagi. Kali ini, sepertinya sih, dia menganggap tangan-kaki-baju-dinding yang ditulisi itu cantiikkk sekali.. 😀

menulis

“Maaaa, gambarin bayi maa,” kata bayi unyu itu sambil menyodorkan tangan dan kakinya.

——

Eh, kok tiba-tiba nulis yang “kotor-kotor”, Re?
Jadi gini ibu-ibu, bapak-bapak juga, ada yang namanya program Cerita Di Balik Noda. Semua orang boleh kirim cerita tentang yang “kotor-kotor”. Program ini dibikin sama Rinso. Tau Rinso kan, aneh sih kalo ga tau.. Hehe.

Kalau mau ikutan kirim, bisa akses langsung di link ini. Ada hadiahnya sih pastinya. 😀

Periode pengiriman cerita buat program ini, adalah 10 Maret-31 Mei 2013. Nanti ada 10 orang pemenang yang bisa dapet hadiah uang tunai masing-masing, sebesar Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) + persediaan produk Rinso selama 1 tahun (12×900 gr Rinso Anti 
Noda) + 10 cerita terpilih tadi akan dibikin film yang bakal tayang di Global TV.

Udah, gitu aja?
Ga dong! Ada juga hadiah per dua mingguan untuk yang submit cerita. Hadiahnya setrika/blender dan stok rinso 1 tahun.
Huhuhu, keren sekali, yaa..

Yuk yuk ah, udah, langsung ikutan aja, bareng saya. 😀

——

/salam “kotor-kotoran”.

8 thoughts on “Membantu Buma”

  1. aaakk.. sekarang aja sejak Cissy mulai bisa berdiri sendiri — dan kelak bisa jalan, udah mulai mikir 2 sisi: antara senang sekaligus sedih.

    seneng karena Cissy sudah mulai bisa belajar mengupayakan semuanya sendiri, belajar untuk melakukan semuanya sendiri, sekaligus sedih karena merasa “mengabaikan” dan sebagai orangtua berasa kurang bisa ngasih bantuan. 🙁

    iya, selalu campur aduk memang antara memberikan pelajaran dan ingin selalu membantu. 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *