Mengajak Anak Nonton Bioskop

Yay, akhirnya saya dan si abang berhasil membawa Embun nonton bioskop. Pengalaman perdana nonton bioskop bertiga ini sungguh sangat melekat di hati si anak sampai sekarang. *senang*

Karena Embun masih kecil (umurnya baru dua tahun) dan duduknya masih dipangku oleh saya, kami hanya menukarkan dua tiket saja. Pilihan filmnya adalah Frozen dan Outback. Tanya-tanya ke beberapa teman, semua menyarankan untuk nonton film Frozen karena lebih sesuai umurnya dengan si bayi.

Kami pilih nonton hari Kamis di Blitz Grand Indonesia karena kebetulan ada urusan di dekat-dekat sana. Berangkat dari rumah jam 8.30, sampai di bioskop jam 10.00-an. Kok nontonnya pagi sekali, weekdays pula? Iya, supaya yang nonton belum ramai. ๐Ÿ˜€

Kok takut kalau yang nonton ramai?

Mmm, bukan takut, sih ya. Ini kan pengalaman pertama untuk kami. Saya kuatir kalau Embun tak nyaman di bioskop, menangis atau marah, dan mengganggu penonton lainnya. ย Omong-omong, ketakutan saya hilang lenyap seketika begitu bioskop digelapkan. Mata Embun seperti dilem pada layar, melihat lekat tak pindah pandangan sampai filmnya berakhir, dan mmm, makanan-nya habis. ๐Ÿ˜€

——

Karena sudah merasa sukses bawa bayi ke bioskop, saya mau bagi-bagi tips buat teman-teman yang mau bawa anak/keponakan ke bioskop, ahhh.. ๐Ÿ˜€

1. Tiap anak berbeda.

Setiap anak berbeda, ada yang nyaman dengan suara keras, ada yang tidak. Ada yang nyaman dengan gelap, ada yang tidak. Jangan memaksakan diri tetap di dalam theater kalau anak-anak tak rasa oke. Lebih baik keluar dan cari aktivitas lain yang menyenangkan. Lain kali, boleh lah diulang mengajak nonton lagi, bisa jadi di pengalaman ke-2 anaknya lebih bisa menerima suasana sekitar.

2. Beritahukan sebelumnya.

Sebelum berangkat ke bioskop, saya sudah menceritakan bentuk rupa bioskop pada si bayi. Saya bilang, nonton bioskop itu seperti nonton televisi tapi televisinya besaaaarrrr, dan nanti lampunya dimatikan. Kebetulan sebelum ini si bayi sudah pernah nonton di Theater Keong Mas Taman Mini, jadi agak lebih mudah menjelaskannya. Tapi, tetap saja karena durasi film di taman mini dan bioskop berbeda, saya masih agak ketar-ketir.

3. Siapkan makanan kesukaan.

Memang sih, di bioskop disediakan kudapan siap beli. Tapi, hobinya anak-anak kan beda-beda. Ada baiknya dibelikan/disiapkan lebih dulu, kalau tak dimakan di bioskop kan bisa dimakan di rumah. Saya belikan Embun dua kotak susu Ultra ukuran kecil, bawa sosis, dan beli teh botolan dingin. Ada juga roti dan Taro. Yay, hidup vetsin! :))

4. Pilih-pilih jam tayang film.

Nah, yang ini disesuaikan dengan anaknya, yaa… Sepertinya sih jam tayang film di atas jam 7 malem udah ga cocok buat toddler. Kalau anaknya masih terbiasa tidur siang, hindari juga nonton di jam tidur ย siangnya. Pilih jam tayang film dimana sehari-harinya dia terlihat segar dan siap beraktivitas. Kasihan kan kalau dia mengantuk, cari kasur, terus rewel. ๐Ÿ™‚

5. Pilih baik-baik filmnya.

Sangat disarankan untuk pilih film sesuai umur anaknya, yaaa… Jangan ajak anak nonton film yang banyak adegan kekerasan atau seksnya. Kenapa ga boleh? Karena si anak belum paham yang ditonton itu cuma sekedar film, bukan kehidupan nyata.

Ga mau kan kalo tiba-tiba si anak ambil kayu terus pukul-pukul ke jendela hanya karena dia pernah liat adegannya di film. Atau si anak mengumpat pada teman dan orangtuanya hanya karena melihat salah satu pemeran mengumpat dan seisi bioskop tertawa mendengarnya. Pesan yang dia terima adalah, mengumpat = lucu. *sigh*

Kalau benar terjadi yang seperti itu, orangtuanya sudah pasti yang paling layak disalahkan.

——

Sepertinya sih cuma itu aja, ya. Ada tambahan? ๐Ÿ™‚

/salam nonton

7 thoughts on “Mengajak Anak Nonton Bioskop”

  1. jadi mikir, kapan ya waktu yang tepat buat ajak Cissy nonton ke bioskop?

    sebenernya, diriku pengen ngajak Cissy nonton ke bioskop pas masih kanak-kanak gini, tapi… di lain pihak sepertinya lebih pengen kalo Cissy kenal bioskop justru kalo udah usia sekolah aja. jangan pas masih kanak-kanak gini.. ya, TK deh minimal. alasannya, supaya dia udah lebih ngerti aja sama apa yang terjadi.

  2. setuju ama tips nya.
    tiap anak emang beda banget. kayak si andrew pertama kali kita bawa nonton bioskop tuh umur 4, dan dia takut karena merasa suaranya kekencengan. lumayan lama tuh tiap ke bioskop selalu dia berasa kekencengan.
    kalo si emma, diajak nonton bioskop dari umur 2 dan ok2 aja. hehehe.

    dan setuju banget soal milih film. kadang suka bingung sekaligus ngelus dada kalo ada orang2 yang ngajak anaknya nonton film yang gak sesuai umur. padahal kan tiap film udah ada ratingnya.

    1. Aaarrghh, ada bukti nyata nih ya..
      Dua anak dari lingkungan yang sama, penerimaan terhadap bioskop dan suasananya berbeda.

      Aku mikir orangtua yang memaksakan film dewasa itu semacam egois. ๐Ÿ˜

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *