Mengapa Menulis (Blog)?

Kata-kata, buat saya, adalah makanan jiwa. Sepenting itulah adanya. Dulu, hingga sekarang, untuk kebutuhan apapun, saya selalu mencari referensi dalam bentuk kata-kata ketimbang dalam bentuk gambar. Pada penulis-penulis di luar sana yang terus menyumbangkan waktunya bercerita dan bersedia menuliskan kembali pengalamannya, saya kirim terima kasih tak hingga.

Kebiasaan menulis apapun ini mempertemukan saya dengan orang-orang yang satu minat. Sapaan online kadang berlanjut dengan kopdar demi kopdar. Kawan satu tambah kawan dua, lalu jadi seratus, dan dua ratus. Seru!

Saya sendiri, menulis karena macam-macam alasan. Paling utamanya adalah untuk menuliskan kenangan. Saya mudah lupa, menulis membuat ingatan lebih tebal sedikit. Jika nanti ingatan yang tebal itu samar, saya bisa mengingat kembali dengan membaca ulang tulisannya di blog.

Alasan lain, menulis jadi semacam pelepasan. Namanya hidup pasti ada patah-tumbuh, gelap-terang. Saat menuangkan kata, sebagian beban bisa saya titipkan pada tiap huruf yang keluar dari jemari. Setelahnya, entah sulap entah sihir, rasanya jadi lebih tenang dan enteng.

Menulis juga mempertemukan saya dengan banyak orang. Dari barat hingga timur, dengan segala ragam cerita, ragam pikiran. Menulis menjadikan saya Indonesia.

Selamat Hari Blogger Nasional.

/salam menulis

One thought on “Mengapa Menulis (Blog)?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *