Mengejar Tenun ke Sa’dan To’barana

Sudah jelang petang saat kami sampai di Sa’dan To’barana. Niat awalnya hanya berkunjung dan melihat-liat kain tenun khas Toraja. Belakangan setelah duduk dan melihat-lihat, hati saya tertambat pada dua potong tenun dan tak mau lepas lagi.

salah satu kain tenun yang saya beli di Sa’dan To’barana

Sa’dan To’barana adalah kampung yang terletak di desa Sa’dan Malimbong. Letak kampung ini sekitar 16 kilometer dari Rantepao. Sa’dan To’barana sudah sejak lama dikenal sebagai kampung penghasil kerajinan tenun. Lokasi persis kampung tenun Sa’dan To’barana ini ada di tongkonan Langi Para’pa, Langi Para’pa adalah salah satu keluarga bangsawan terpandang di Toraja.

Tongkonan Langi Para’pa

Di Sa’dan To’barana ada beberapa kios yang berjejer. Karena terlalu sore, hanya tersisa beberapa kios saja yang masih buka. Buru-buru kami langkahkan kaki ke kios yang masih buka dan Indo Atta, salah satu pemilik kios yang sedang menenun, menyambut kami dengan senyum lebarnya. ^^

Sembari menyilakan kami melihat-lihat kain jualannya, Indo Atta meneruskan menenun benang. Kakinya terjulur ke depan, dua tangannya lincah memainkan tongkat panjang, maju dan mundur. Hari itu, dia sedang mengerjakan tenun dengan motif pamiring’ berwarna jingga. Selembar kain motif pamiring selebar 70 sentimeter dengan panjang 4 meter ini, menurut dia, akan selesai dalam jangka waktu 1-2 minggu.

Tidak semua kain yang dijual hasil bikinan tangan Indo Atta sendiri. Beberapa kain, khususnya kain dengan motif print, dibeli khusus untuk dijual kembali di kios. Khusus untuk motif print, biasanya harganya lebih murah dengan pilihan warna yang jauh lebih beragam.

Soal tenun, Toraja memiliki banyak teknik. Di atas ini ada video yang menggambarkan aneka teknik tenun Toraja. Video ini saya temukan di youtube dan menceritakan teknik menenun yang sudah hampir punah. Video bukan milik saya, ya.

Sedangkan untuk motif, jika dikumpulkan jumlahnya saya kira bisa ratusan macam. Beberapa motif yang cukup dikenal saya tulisakan di bawah ini, semoga bermanfaat.

Motif paruki’  adalah tenun yang menggunakan satu warna dasar dengan hiasan berupa garis atau blok. Gambar di bawah ini menunjukkan motif paruki’ dengan simbol “pasekong kandaure”. Simbol ini melambangkan kebangsawanan/kejayaan.

Motif lainnya yang cukup mudah ditemui adalah motif paramba’. Motif ini merupakan hasil tenunan beberapa warna benang dalam satu garis tipis panjang, biasanya 3-4 meter untuk setiap kainnya. Seperti pewarnaannya yang menggunakan bahan alami, warna awal motif paramba’ terinspirasi dari alam, seperti jingga, merah, hitam, hitam, dan putih.

Motif lainnya adalah borong-borong. Sekilas mirip dengan motif paramba’ hanya saja pada motif borong-borong jumlah warnanya lebih sedikit dan bagian polos yang tidak terisi motif garis-garis lebih luas.

Terakhir adalah motif pamiring. Motif ini nantinya berupa selembar kain polos dengan motif garis memanjang di salah satu bagiannya. Motif pamiring mudah sekali dijumpai di acara adat Toraja. Biasanya kain dengan motif ini sudah dijahit dan digunakan sebagai pakaian.

tenun pamiring yang dijadikan baju untuk acara adat

Harga produk tenun di Sa’dan To’barana cukup beragam mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu per potong. Harganya cukup terjangkau. Sebenarnya ada tenun lain yang tekniknya menggunakan ikat, nah untuk tenun ini harganya cukup tinggi, bisa mencapai angka jutaan rupiah tergantung pada kerumitan pola dan panjangnya kain.

tenun ikat Toraja

Produk tenun tidak hanya bisa dijumpai di Sa’dan To’barana. Hampir di semua tempat tujuan wisata Toraja ada kios suvenir yang menjual kain tenun. Hanya, jika ingin melihat langsung pengerjaannya, disarankan main ke Sa’dan. ^^

Jika bepergian dalam waktu singkat dan ingin menggunakan guide agar praktis, bisa kontak tour guide yang mendampingi kami selama di Toraja, Najamuddin (081342544953). Oh iya, ini juga penting, tidak ada ATM/mesin gesek EDC di semua lokasi wisata Toraja. Jadi, jika berencana membeli sesuatu di perjalanan, pastikan sudah menyiapkan uang tunai secukupnya.  Mesin ATM dari beberapa bank tersedia di Rantepao.

Selamat berburu tenun, ya. ^^

/salam kain cantik

Catatan: Gambar kain bermotif Paruki dan Paramba’ saya pinjam dari http://www.gerainusantara.com.

 

 

13 thoughts on “Mengejar Tenun ke Sa’dan To’barana”

  1. aku tuh salut banget deh sama para perempuan penenun kain tradisional. totalitas!!!
    makanya maklum kalau harga tenun atbm itu mahal. Dan ngga tega mau nawar. Hehehe… ya semampunya aja beli yg kecil palingan.

    1. Aku jadi merasa bersalah karena kemarin nawar, kak.
      Mulut seperti autopilot. Semoga ada kesempatan nanti untuk main lagi dan bisa belanja ga pake nawar.
      Aminn

  2. aduh aku bisa kalap liat kain-kainnya…
    *merem*

    aku selalu seneng deh kalo tau cerita simbol-simbol di balik warna dan motif tenun.

    segitu dipikirinnya, ya.
    begitu luar biasa nenek moyang kita :’D

    1. Iya, semua-semua aja dipikirin betul ya.
      Aku kalo ngga nahan napas dan palingkan muka, juga ga bakal kuat liat kainnya, menggoda sangat.

  3. Wah motif kain tenunnya cantik2 ya… apalagi buatan tangan pasti butuh kesabaran dan ketelitian plus waktu menenun.. tapi kereeeennnnnnn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *