Mentari Membelai di Lolai

“Re, jangan lupa nanti main ke negeri di atas awan!”
Demikian Yati, teman saya di grup whatsapp Gadis Budiman berpesan. Segera saya cek initerary perjalanan #PesonaToraja, dan memang sudah rezeki, Kampung Lolai yang kerap dijuluki negeri di atas awan itu, termasuk ke salah satu dari sekian banyak lokasi yang akan kami kunjungi.

Lolai indah sekali dikunjungi pagi hari, tepat saat matahari terbit. Agar tidak ketinggalan menyaksikan mahakarya langit yang luar biasa itu, baiknya berangkat lebih awal dari penginapan, ya.

Kendaraan menjemput kami tepat pukul 04.00 pagi di Toraja Heritage Hotel. Dada saya sudah berdebar hebat sejak semalam sebelumnya, tak sabar menantikan perjalanan ke Lolai. Saking bersemangatnya, saya sampai tak nyenyak tidur karena kuatir kesiangan.

Jarak dari hotel ke Lolai hanya 13 kilometer saja. Tapi, perjalanan menuju puncak cukup berat. Jalannya kecil, berkelok-kelok, dan berbatu. Sopir kami bilang, di hari libur antrian menuju Lolai cukup panjang. Sebaiknya hindari berkunjung ke sini di akhir pekan ataupun hari libur nasional.

Lokasi persis negeri di atas awan ini ada di Tongkonan Lempe, Lolai, Lembang Kapalapitu, Kecamatan Kapalapitu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Letaknya 1300 meter di atas permukaan laut, 20 kilometer ke arah barat ibukota Toraja Utara, Rantepao. Mobil bisa naik hingga ke atas, cukup berjalan kaki beberapa langkah ke arah pagar untuk menikmati pemandangan lebih dekat.

Masih gelap saat kami menjejakkan kaki di Lolai. Cuacanya cukup dingin, tidak sangka akan sedingin itu. Saya merasa salah kostum dengan baju lengan pendek dan celana selutut, sementara pengunjung lain datang dengan jaket dan penutup kepala. Untung saja ada kopi hitam panas dan selembar kain tenun yang saya beli di Sa’dan To’Barana untuk menghangatkan badan.

Kami menunggu sekitar satu jam sebelum bias sinar malu-malu mentari mulai hadir membelai mata. Ada paduan putih, jingga, biru, dan kelabu yang terserak sepanjang mata memandang. Hanya beberapa menit saja, lalu matahari muncul sempurna dan memamerkan sinarnya yang mentereng. Perubahan warna langit itu indah sekali, ya. 🙂

——-

Duhai Tuan, sejauh apapun aku berlari, tak mampu bayangmu kuusir pergi.
Pada beberapa waktu, rindu padamu bahkan menggumpal dan membuat dada sesak.
Jangan khawatir, kusadari sepenuhnya rasaku, dan kuterima ketidakmungkinan untuk kesempatanku.

Oh Tuan, hari ini aku menangkap mentari di Lolai, negeri di atas awan, nun jauh di Tana Toraja.
Kubungkus sinarnya dengan kain cantik warna-warni, untukmu.
Salam sayang dariku, kemarin, hari ini, dan sepertinya-selamanya.

——-

Lolai dikelola langsung oleh pemilik tanahnya, keluarga Tongkonan Lempe. Tidak ada biaya masuk yang dibebankan untuk pengunjung karena objek wisata ini tidak bekerja sama dengan pemerintah daerah. Meski begitu, kendaraan yang parkir tetap harus membayar, ya. ^^

Sebelumnya Lolai bisa dikunjungi dengan beberapa opsi, selain datang langsung dari kota, pengunjung juga bisa menginap di tenda/tongkonan. Untuk tenda biayanya Rp 150ribu selama 24 jam, sudah termasuk kasur, bantal, dan selimut. Sedangkan untuk tongkonan biayanya tergantung kesepakatan.

Sayang sekali mulai 17 April 2017 hingga beberapa bulan ke depan, Tongkonan Lempe akan ditutup untuk pemugaran. Teman-teman yang ingin melihat lautan awan bisa datang ke To’ Tombi Lolai. Objek wisata yang letaknya tidak jauh dari Lolai ini biasa dikunjungi untuk melihat awan dan digunakan juga sebagai lokasi terbang paralayang.

Ada biaya retribusi perorangan yang dikenakan di To’ Tombi Lolai. Tersedia juga penginapan ala tenda dan gazebo untuk pengunjung yang ingin berlama-lama dengan biaya Rp 150 rb-300 rb per malamnya.

Teman-teman ada rencana ke Lolai dalam waktu dekat? Tolong sampaikan salam saya pada dunia magis berselubung awan di atas sana. Baru saja pergi, saya sudah ingin kembali. Rindu ini tak habis-habis.

/salam lautan awan.

 

Tulisan lain tentang Lolai dari teman-teman Trip #PesonaToraja #PesonaIndonesia
1. Nita: Pesona Toraja: Lolai, negeri di atas awan
2. Terry: Lolai, Negeri Indah di Atas Awan

23 thoughts on “Mentari Membelai di Lolai”

    1. Iya, aku kok pingin ke Toraja, trus minta diangkat anak sama keluarga Tongkonan Lempe. Gimana bahagianya ya kalau tiap hari bisa liat pemandangan begitu.

  1. Keren banget ya kak.. pesona indonesia. Ga kalah deh sama negeri baratt… Mudah2an punya kesempatan ke sana juga.. pengen terbang kl dari atas situ. Hahahah

    1. Sama kak, ku bolak-balik pegang kaki, takut tau-tau udah lari loncat ke awan.
      Cantiknya luar biasa. Semoga kesampean nanti ke sana ya. Kupun mau mengulang. Aminn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *