MELEPAS RINDU LEWAT DARAT

Harga tiket pesawat yang melambung tinggi membuat banyak orang, termasuk saya, membuang jauh-jauh rencana mudik lewat udara.

Entah sejak kapan tradisi mudik ada di Indonesia. Yang pasti, saya sudah mengenal kegiatan tahunan ini sejak masih sangat kecil. Saya ingat, dulu, merasakan bahagia yang tumpah ruah saat kakak-kakak yang bekerja di Jakarta pulang ke rumah. Setelah cium-cium, perhatian saya lalu pindah ke tas yang mereka bawa. Biasanya sih selalu ada pakaian baru untuk kami, adik-adiknya di rumah. 🙂

Beberapa tahun kemudian, setelah tinggal jauh dari orang tua, saya berubah peran, tidak lagi menunggu keluarga pulang, tapi menjadi yang dinantikan kepulangannya. Mamak bukan tipe orang tua yang memaksa anak-anaknya berkumpul. Tapi keikhlasan mamak itu yang bikin saya tambah ‘tak enak’ kalau tak mudik.

Maka, saya mengerti sekali kalau ada orang yang menabung ketat setahun penuh untuk beberapa hari perjumpaan. Saya mengerti kalau ada orang yang rela tak jajan demi membelikan baju untuk adik atau kemenakan. Saya mengerti sekali kalau rindu yang sudah beranak selama setahun sudah selayaknya dibayar tunai.

Ayah, dalam hening sepi kurindu
Untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban

Sayangnya, seperti lagu Ebiet G. Ade di atas, pulang tidak selalu mudah. Mau dipaksa bagaimana kerasnya, tetap saja tidak mampu dilakukan. Dan untuk sebagian orang yang ‘susah pulang’ ini, Sido Muncul punya solusinya.

Mudik gratis Sido Muncul 2019

12 ribu orang pemudik yang profesinya pedagang jamu se-Jabodetabek disediakan fasilitas mudik gratis bersama Sido Muncul. Iya, jumlahnya memang sebanyak itu. Total ada 189 bus yang memberangkatkan para pemudik pulang ke kampung halaman pada akhir Mei 2019 lalu.

Pemudik diberangkatkan dari beberapa lokasi menuju Cirebon, Kuningan, Tegal, Banjanegara, Solo, Wonogiri, Yogyakarta, dan Gunung Kidul. Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur kebagian menjadi titik awal mudik untuk 114 bus. Sedangkan sisa bus lainnya berangkat dari Tangerang, Bogor, Sukabumi, Cikampek, dan Bandung.

Mudik gratis Sido Muncul 2019

“Untuk ke-30 kalinya mengadakan mudik gratis adalah sebuah mujizat. Kami sangat bersyukur setiap tahun bisa memberikan mudik gratis kepada para pedagang jamu.”

Pak Irwan Hidayat, Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, kemarin bilang begitu. Perusahaannya yang bawa terbang ribuan manusia, perusahaannya pula yang bilang dapat mujizat. Saya sungguh menjura! Oh iya, mudik gratis dari Sido Muncul ini sudah ada sejak 1991 lalu. Tahun ini adalah yang ke-30 kalinya mudik gratis diselenggaran. Total dari awal, jumlah pemudik yang diantarkan mencapai 360.400 orang.

Mudik gratis Sido Muncul 2019
Mudik gratis Sido Muncul 2019
Mudik gratis Sido Muncul 2019
Mudik gratis Sido Muncul 2019
Mudik gratis Sido Muncul 2019

Senang ya lihat foto-fotonya. Semoga semua pemudik sehat dan rindunya habis terbalas.

/salam Lebaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *