November Rain

november-rain

aku menyimpan rekaman suaramu,
demi kenangan.
saat malam mulai tua,
kuputar dengan volume paling pelan,
kunikmati perlahan
satu, dua, tiga kali putaran.

aku menyimpan fotomu,
sesekali aku pandang cermat,
berharap ada binar rindu mampir di ujung mata,
untukku, si pendamba.

aku menyimpan tawamu,
di sudut hati,
sayang sekali,
untuk yang ini aku tak bisa memutarnya kembali.

sudah kucoba,
lagi,
lagi,
tapi tawa itu mengendap,
lalu lenyap.
meninggalkanku bersama tangis,
yang turun tanpa aba-aba.

langit enggan membiarkanku basah sendirian.
dan menurunkan hujan saat kalimat-kalimat ini tercetak.
sayang, seperti datangnya yang tergopoh,
titik air pergi tergesa.
tanpa ia pernah tau, aku sedang menganyam abjad
demi mencipta lagu,
tentangĀ rindu yang sakitnya bikin ngilu.

/ode rindu nomor 1001

3 thoughts on “November Rain”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *