Ode untuk Lelaki Kemarin

bench

“Aku mau menghubungi, tapi takut”.
Satu kalimat penuh, membuat dada bergemuruh.
Bukan hanya kamu, aku juga takut.

Sewindu berlalu, kemudian bertemu.
Rindu tak terhapus waktu, ia sembunyi di sudut terdalam hati.
Sekilas perjumpaan membetot paksa rindu dari sarang.

Apakah aku, untukmu?

Adakah aku?

Peluk aku teman.
Biarkan rangkaian kata meluncur.
Sudah lama mereka tertahan.
Sesal panjang.

Tak bersama kita sekarang.
Mungkin di kehidupan esok.

Peluk yang erat, teman.
Peluk yang erat.
Agar bisa kuingat,
dan kukenang waktu senja datang.

/Ode untuk lelaki kemarin

6 thoughts on “Ode untuk Lelaki Kemarin”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *