Pantauan Gerhana Matahari Total 2016 di Jakarta

Agak sedih karena ga bisa wujudin rencana liat Gerhana Matahari Total (GMT) di salah satu tempat yang dilewati langsung seperti di Bangka/Palembang, saya jadi agak males nanggapin obrolan teman-teman di grup wasap soal GMT.

Rencananya, ya sudahlah, tidur aja yang nyenyak, lewatkan hingar-bingar GMT, dan nonton video rekamannya via online waktu sempat,

Untung saja saya berubah pikiran…

klise3

Hasrat menikmati GMT secara langsung, kembali datang waktu kakanda Mustafa Silalahi, Om jadi-jadiannya si Embun ngajak nonton bareng GMT di lantai teratas Gedung Tempo, Palmerah. Masalahnya cuma satu, Palmerah itu cukup jauh, dan GMT itu pagi-pagi betul munculnya. *sigh

Si Om yang saya ceritain itu, deh..
Si Om yang saya ceritain itu, deh..

Sempat terpikir untuk menginap di Jakarta, kemudian pagi-pagi baru meluncur ke Palmerah, tapi kemudian batal. Opsi berikutnya tinggal berangkat pagi buta dengan gojek/uber. Eh dasar rejeki, Vennie Melyani, teman saya yang baik hati, bilang kalau dia mau datang juga ke Palmerah. Saya yang ga tau malu ini kemudian menawarkan diri untuk menumpang.

Untung ga ditolak… hufft…
*elus dada, dadanya ayang Ariel*

Tadi pagi, diantar pacar tersayang, saya meluncur ke rumah Vennie dan Mario. Mas Mario, karena kami telat sekitar 10 menit dari janji semula, ternyata sudah menunggu kami sambil kacak pinggang dengan senyum manisnya di depan rumah. 🙂

gedung tempo2
sampai di Tempo

Berangkat pukul 06.15 WIB, Mas Mario, -yang belakangan saya pikir sepertinya cucok buat jadi the next Rio Haryanto karena jago ngebut- mampu mengantar kami sampai ke Palmerah pukul 7.05 WIB. Rekor ini pasti bisa lebih oke kalau saja mobil Mas Mario tidak terhalang jejeran angkot yang ngetem sembarangan di depan Pasar Palmerah.

gedung tempo4

Gedung Tempo di Palmerah ini tingginya sembilan lantai. Lokasinya pas banget buat memantau gerhana karena ga ada gedung tinggi yang menghalangi jalur matahari terbit. Laaff… 🙂

Sampai di atap, kami disambut senyum hangat si Oom dan beberapa teman lainnya, ada Anton Septian dan Mba Dian juga. ^^

klise5klise2klise1klise4klise

 

Teman-teman Tempo bikin beberapa media untuk menikmati Gerhana Matahari Sebagian di Jakarta. Ada klise foto lama, ada lembaran hasil rontgen, dan ada kardus bolong. Vennie sudah mantap dan sedia kacamata khusus untuk memantau GMT. Kalau saya cuma bawa senyum manis dan kasih sayang, berharap dipinjami media untuk menikmati juga. 😀

Embun awalnya ga gitu berminat untuk ikut lihat GMT, belakangan waktu liat Si Oom bawa klise foto, jembreng klisenya lebar-lebar, dan mataharinya bisa terlihat dengan nyaman di foto, anak gadisnya mulai penasaran.

Supaya kegiatan pagi ini agak berkesan, saya cerita-cerita sedikit soal gerhana matahari, bulan, dan bumi ke Embun. Anaknya angguk-angguk kayak ngerti aja, tapi trus nyeletuk, “Buma, itu mataharinya dimakan monster?

Duh…

embun5embun4embun2embun3

Pas udah bisa lihat mataharinya, Embun langsung kepinteran gitu, deh. “Buma, coba ke sini, nahh begini cara liatnya”, “Buma harus naik ke sini, supaya tau”, “Buma jangan naik turun, diem aja nanti mataharinya keliatan”, dst.

embun1
emaknya dimarahin karena menurut dia posisi klisenya ga pas.
embun6
emaknya diajarin cara liat gerhana yang bener.

—————————————————–

piknik tempo

Terimakasih teman-teman Tempo, khususnya si Oom yang membuka pintu kantornya untuk kami hari ini. Senang sekali bisa bertemu, ditraktir sarapan pulak!

gedung tempo3

Mohon maaf, ini anak gadis ga tahan liat bunga-bunga cantik di papan bunga perayaan Ulang Tahun Tempo ke-45, beberapa bunga sepertinya dicabut dengan sengaja oleh si nona.

Sampai jumpa lagi, dan Selamat Ulang Tahun! Senang sekali pernah jadi bagian dari kalian. ^^

/salam haru, eh salam GMT 2016

 

7 thoughts on “Pantauan Gerhana Matahari Total 2016 di Jakarta”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *