Pendekar Tongkat Emas : Tak Sekadar Laga

————-
“Apalah arti kesempurnaan ilmu jika tidak diabdikan untuk kemanusiaan”
————-

pendekar tongkat emas

Film Pendekar Tongkat Emas adalah salah satu film yang masuk ke list nonton saya sebelum 2014 berakhir. Awalnya sih cuma penasaran karena promo sebelum penayangan filmnya cukup gencar dan kuis-kuis nonton bareng pemutaran perdananya seliweran di timeline. 

Biaya produksi film ini kata Mira Lesmana mahal banget, sekitar Rp 20-an M. Ini film paling mahal diantara semua film yang pernah Mira Lesmana buat. Waktu syutingnya aja 3 bulan.  Eh itu belum termasuk waktu produksi lokasi syutingnya sih. Kalo ditotal katanya sampe 730 hari.. O_O

Dari 10 angka, ekspektasi saya sebelum nonton film ini hanya ada di angka 5. Belum-belum saya sudah membayangkan  bakal ada adegan lebay mirip film-film silat yang ada di TV. Adegan terbang yang aneh, ada sinar-sinar yang muncul keluar dari tangan, percakapan yang aneh, baju berlebihan, gitu-gitu deh.

Setelah nonton? Uhm, perkiraan saya salah total sih. *ngaku*. Film besutan Miles Production dan KG Studio ini beneran oke dan cakep!

Okenya apa, Re?

pendekar tongkat emas 2

Film ini dibuka dengan munculnya Cempaka, guru perguruan yang diperankan oleh Christine Hakim. Cempaka sakit dan ngerasa waktunya sudah tiba untuk menyerahkan Tongkat Emas dan Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi ke salah satu murid terpilihnya. Pilihannya adalah Biru, murid tertua sekaligus murid terkuat perguruan, Gerhana, Dara, dan Angin- murid terkecil.

————-
“Siapkah kalian menahan diri untuk tidak jadi pemenang. Karena sesungguhnya tidak ada pemenang dalam ilmu apapun, ketika kemenangan selalu menjatuhkan korban.”
————-

Biru sebagai murid tertua udah siap-siap menerima Tongkat Emas pastinya, tetapi ternyata Cempaka menjatuhkan pilihan yang berbeda. Keputusan untuk menghadirkan konflik dari awal film dimulai ini memang pas banget! Drama bertele-tele di awal pasti bisa bikin bosen.

Karena judulnya film action, tentunya Mira Lesmana dan kru punya fokus lebih di adegan silatnya. Dan, mereka berhasil. Sebagai penggemar Wiro Sableng, saya  sering terbayang-bayang adegan terbang dan berantem yang keren sekaligus indah. Bayangan saya terwujud waktu nonton film Pendekar Tongkat Emas ini.

Berantemnya natural. Untuk adegan berantem ini, adegan Lembah Angin juaranya, gerakannya anggun. Adegan terbangnya ga dibuat-buat dan dipaksakan, make up nya alami, dan luka-lukanya kayak beneran. Filmnya ga bertele-tele, ga semua adegan pembantaian diliatin satu-satu, beberapa cuma kedengeran latar suaranya aja, tapi seremnya tetep dapet.

pendekar tongkat emas 3

Oke, jujur waktu nonton film ini, saya dalam rangka beneran rindu sama Nicholas Saputra. Film dimulai 7.15, adegan-adegan lewat tapi @nicsap nya belum muncul-muncul juga. Aaaakk.. Ini persis rasanya kayak nunggu sepeda pacar lewat depan rumah. Deg-degan. :p

Waktu Elang (@nicsap) muncul 25 menit kemudian, itu sebioskop yang cewe-cewe kayanya pada ngeluarin seruan tertahan gitu deh. Uhm, iya ngaku kayanya suara saya paling gede. Dia muncul pertama tampak samping terus cuma 2 detik. Trus ini hati kayanya meleleh.
Ahh, tau ga sih rasanya nanggung? Hahahhaa

Tinggalkan @nicsap, dan balik ke filmnya.

pendekar tongkat emas 1

Wardrobenya oke banget Kak MirLes! Sepanjang film ga ketemu potongan baju yang aneh dan berlebihan. Rasanya pas aja.

Latar filmnya luar biasa cakep! Sepanjang film ini kita disuguhkan pemandangan yang luar biasa apik. Baru tau kalo di Pulau Sumba-Nusa Tenggara Timur ada sabana yang luas banget, ada bukit, trus airnya biru banget kak, sampe transparan! Uhm, pemandangan waktu @nicsap mandi di sungai juga keren sih. :p

Pendekar Tongkat Emas ini memang film silat kak, tapi syukurnya film ini mengakomodir minat penonton drama juga. Ga melulu bak-buk-ciat-ciat, penonton juga disuguhi adegan cinta-cintaan, pedih-pedihan, patah hati. Nah, adegan drama yang diseling diantara adegan silat ini porsinya pas! Sekejap tapi rasanya sampe ke dalem, *nunjuk hati*.

Diantara 4 orang murid Cempaka, untuk acting saya pilih Gerhana (Tara Basro) sebagai pemenang. Di film dia ga banyak ngomong, ga lebay, tapi karakter bengisnya dapet banget. Kalau @nicsap di film ini ‘rasanya’ masih mirip-mirip kayak AADC, waktu berantem pun gayanya masih sok cool tapi gemesin gitu deh.

Penjahat di film ini mukanya manusia, kak! MirLes ga nyari pemeran peran antagonis yang “jelek” dan “serem”, supaya kelihatan “ini dia yang jahatnya” dari awal.
Lewat film ini dia kayak bilang, siapapun bisa jadi jahat, siapapun berpeluang untuk jadi jahat, tinggal orangnya aja bisa nahan diri atau nggak.

————-
“Kebenaran memang dunia yang sunyi.”
————-

Oh iya ada beberapa adegan yang sukses bikin saya ikutan sedih, salah satunya waktu Angin dan Dara ada di atas pohon, Dara oke banget di situ, plus musiknya juga mendukung. *susut air mata*

————-
“Dunia persilatan memang seperti lorong gua yang panjang, kemanapun berpaling yang kutemukan adalah ancaman kematian. Namun lorong yang gelap sekalipun akan berakhir dengan cahaya di ujungnya. Walaupun kita tidak pernah tau cahaya itu harapan atau ancaman.”
————-

Persis hidup sih ya kak, kemanapun kita berpaling bakal ketemu tantangan, hambatan. Tapi percaya deh kalo kita terus usaha bakal ada jalan mulus di ujung sana. Yaa, walaupun belum pasti juga itu jalannya bakal terus-terusan mulus atau nggak, yang penting kita usaha dulu deh. ^^

Eniwei, selamat untuk comebacknya kak @nicsap, udah lewat sepuluh taon malah makin tampan!

/salam

Note :
Tara Basro resmi jadi idola plus buruan saya berikutnya buat diajak poto bareng. *iket kepala*

pendekar tongkat emas 5

pendekar tongkat emas 4
misi tercapai : #NontonPTE di hari pertama!

=================================================

Pendekar Tongkat Emas

Sutradara : Ifa Isfansyah
Produser : Mira Lesmana, Riri Riza
Penulis Naskah : Jujur Prananto
Pemain : Christine Hakim, Nicholas Saputra, Reza Rahadian, Eva Celia, Tara Basro, Aria Kusumah, Slamet Rahardjo, Landung Simatupang, Darius Sinathrya, Prisia Nasution,
Durasi : 112 menit.

6 thoughts on “Pendekar Tongkat Emas : Tak Sekadar Laga”

    1. KAK MIRLES KAMI MAU ADEGAN MANDINYA NICSAP KAK TAMBAHIN

      KAK MIRLES KAMI MAU ADEGAN MANDINYA NICSAP KAK TAMBAHIN

      KAK MIRLES KAMI MAU ADEGAN MANDINYA NICSAP KAK TAMBAHIN

      Moga-moga kak Mirles baca yah kak.. :’)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *