Pengalaman Mengurus Tambah Daya dan Ganti Meteran Listrik Tanpa Calo

Masih cerita seputar pindahan rumah. Di Tangerang Selatan, saya pakai listrik sistem prabayar (token) dengan daya 1300 VA. Ketika cari-cari kontrakan di Medan, sudah cocok, sudah bayar uang muka, saya menemukan fakta kalau daya listriknya hanya 450 V!

Perasaan saya ga enak. Saya mikir macem-macem. Gimana kalau listrik jegleg tengah malam karena kelebihan daya, gimana kalau ini-gimana kalau itu. Sebenarnya sih, ini cuma salah satu tanda kalau saya belum move on dari rumah lama. Sudah terlalu nyaman.

Ketika pindahan, saya meninggalkan sebagian besar barang-barang elektronik, barang besar yang saya bawa hanya TV dan mesin cuci. Sisanya: AC (pendingin ruangan) dan kulkas, saya tinggalkan. Secara hitungan listrik, setelah mencoba mengoperasikan mesin cuci + aneka colokan + lampu + kipas angin + TV, listrik masih aman. Tapi, kalau masak nasi dengan magic com bersamaan dengan mencuci pakaian, listriknya tidak akan cukup.

Saya kok malas mikir harus ganti-gantian pakai listrik, kalau mesin cuci hidup ya magic com mati, kalau magic com hidup ya mesin cuci mati. Ga nyaman dan ga mau ribet juga. Rasa tidak nyaman itu saya pikirkan betul-betul, lalu muncullah pikiran untuk, “Kenapa ga tambah daya aja biar tenang?”

Kepada pemilik kontrakan saya lalu minta bantuan untuk tambah daya dan sekalian ganti meteran ke sistem prabayar (token) supaya lebih tenang. Eh ya jawaban Bapaknya tidak begitu menggembirakan.

++ Pak, boleh minta tolong ganti daya supaya bisa pakai listrik lebih banyak? Kalau-kalau nanti mau beli elektronik tambahan.
— Dari dulu listriknya sudah segitu. Ya boleh aja diganti sekarang, tapi belum ada dananya karena baru pasang baru PAM (layanan air). Kemarin saya sempat tanya orang yang tahu (calo), biayanya 1,8juta untuk satu meteran. Jadi, sementara biar listriknya begitu saja.

*muter otak*
++ Bukannya gratis ya Pak?
— Katanya bayar, segitu.

*mikir lagi*
++ Gimana kalau saya coba cari tahu Pak? Lalu kalau seandainya ada biaya kita bagi dua. Boleh?
— Ya kalau mau begitu, boleh.

Maka penelusuran mulai berlanjut. Saya browsing sana-sini soal mekanisme tambah daya dan pada akhirnya memutuskan untuk telepon langsung call center PLN di (kode area) 123 untuk mendapatkan info lebih jelas.

Setelah ngobrol panjang soal tujuan, Mba Call Center yang saya lupa namanya lalu menyebutkan syarat-syarat berikut untuk disiapkan.

  1. Copy KTP pemilik rumah, 2 lembar.
  2. Copy KTP pemohon, 2 lembar.
  3. Materai @6000, 2 lembar.
  4. Surat kuasa (dari pemilik rumah ke pemohon) dilengkapi materai.
    Saya, karena statusnya penyewa, harus membuat surat ini. Surat ini tidak perlu dibuat jika pemohon adalah sekaligus pemilik rumah.
  5. SLO (surat laik operasi), surat ini bisa didapatkan lewat pengecekan lebih dulu oleh badan independen. Cara mendaftarnya melalui website http://www.djk.esdm.go.id.

Untuk penambahan daya, ada biaya yang harus dibayarkan. Dari 450 VA ke 900 VA misalnya, saya dikenakan biaya Rp421.650. Sedangkan untuk perubahan meteran, dari pascabayar ke prabayar tidak dikenakan biaya (gratis).

BIAYA TAMBAH DAYA, BIAYA MIGRASI LISTRIK

Biaya yang harus saya keluarkan adalah:

  1. Rp421.650 (biaya migrasi/tambah daya).
  2. Rp50.000 (stroom awal). Angka ini bervariasi, bisa dipilih mulai Rp5.000 hingga Rp1.000.000

Setelah data oke dan saya sepakat dengan biaya, petugas kemudian memproses permintaan dan mengeluarkan kode bayar yang bisa dilunasi hingga 30 hari mendatang.

Dokumen mulai saya siapkan. SLO sudah saya ajukan lewat website. Tapi hingga lewat seminggu tak ada kabar apapun dari petugas SLO-nya. Oh iya, sebagai tambahan informasi, di website tertera kalau cek SLO untuk rumah dengan daya 450 VA dikenakan biaya Rp60.000.

Karena tidak ada informasi apapun, saya memutuskan datang langsung ke kantor PLN Belawan (SUMUT) untuk menanyakan kelanjutan prosesnya. Berlawanan dengan titah petugas call center, petugas PLN yang saya temui bilang tidak diperlukan SLO. Jadi, saya diminta membayar langsung biaya ke ATM dan kembali lagi menyerahkan semua data untuk diproses.

Dua hari kemudian, petugas mendatangi rumah untuk mengganti meteran. Prosesnya kurang lebih satu jam saja.

Secara umum, sistem penambahan daya ini sangat mudah. Hanya karena kemarin tertahan di SLO yang tak jelas hadirnya, jadi agak terkatung-katung.

Oh iya ada tambahan. Beberapa hari lalu, ibu saya di Lampung minta untuk mengganti meteran, dari pascabayar ke prabayar (tanpa mengubah daya). Prosesnya hanya melalui telepon (kode area) 123, menyebutkan data yang diminta + surat kuasa (dari orang tua sebagai pemilik dan saya sebagai pemohon), dan biaya stroom awal yang ingin diinput. Saya menyebutkan angka Rp100.000 dan petugas menyebutkan kode bayar.

Setelah membayar biaya yang diminta + biaya administrasi (Rp2500) di kantor pos, esoknya petugas sudah datang ke rumah ibu untuk mengganti meteran. Mudah yaa.. ๐Ÿ˜€

Berikut beberapa informasi penting jika teman-teman ingin menambah daya listrik dan atau mengubah meteran ke sistem prabayar:

  1. Permintaan perubahan daya hanya bisa diajukan lewat call centre (kode area) 123 atau lewat website di link ini. Pada website pln.co.id kita bisa juga cek biaya lewat fasilitas simulasi yang disediakan.
  2. Siapkan data lengkap yaitu: KTP pemilik, KTP pemohon (jika yang mengajukan bukan pemilik rumah), ID pelanggan, dan alamat rumah.
  3. Bayar biaya dengan jumlah yang persis sama ke ATM/Kantor Pos/minimarket yang bekerja sama.
  4. Siapkan semua data yang diminta dan serahkan ke petugas saat proses penggantian meteran berlangsung.
SIMULASI PERUBAHAN DAYA

Ada catatan sedikit, ketika menelepon, petugas mengakhiri pembicaraan dengan, “Mohon tidak memberi uang/tips kepada petugas,” tapi ketika proses penggantian berlangsung, petugas lapangan masih berani minta “uang rokok.” ๐Ÿ˜€

Semoga pengalaman ini bermanfaat untuk yang memerlukan yaa. Prosesnya mudah kok, tidak perlu bantuan calo.

/salam sayang layanan publik

14 thoughts on “Pengalaman Mengurus Tambah Daya dan Ganti Meteran Listrik Tanpa Calo”

  1. Walah,pas banget nih. Di rumah kontrakanku wattnya juga cuma 900 nih,pengen naikin jadi 1300. Pas banget dapet info dari kak Rere,langsung eksekusi deh. Eh komunikasi dulu sama yang empunya rumah,hehe.

  2. Waaaa ini dia, nih.
    Selintasan aku baca di twitter. Kakak blogger siapa gitu kena kasus sama PLN karena denda. Awalnya karena ada sabotase daya listrik.

    Kalau kaya kak Rere kan jelas, ya. Langsung hubungi PLN, tanya ina itunya bagaimana. Memperkecil kerja calo kalau begini. Rakyat juga untung. BTW, birokrasi sekarang makin ringkes emang. Entah karena the power of media social apaa pemimpinnya, yak. Hehehe

  3. Sebenarnya PLN mulai berbenah ya, maksudnya mulai transaparan soal biaya yang harus dikeluarkan kalau mau mengubah daya listrik. Dan kita juga harus mau sedikit repot dan jangan asal tahu beres aja yaaa

    Aku jadi kepikiran mau menurunkan daya listrik di rumah baru nanti. Sekarang sih 2200 Watt, mau diganti ke 1300 Watt aja. Soalnya makin besar kan makin mahal biayanya. Btw, thanks for sharing yaaa

  4. Boleh nih tipsnya. Kalau saya sih mau banget ganti meterannya saja, karena sudah lama.
    Nah itu dia, petugasnya sendiri biasanya masih ngarepin dikasih. Kalau tidak malu malah minta uang.

  5. Kalau urusan perlistrikan begini, biasanya saya serahkan ke suami. Tetapi, memang penting banget buat saya untuk tau caranya.

    Kayak isi token aja, saya biasanya mengandalkan suami. Pernah suatu hari, suami masih ngantor, tapi listrik padam. Kelupaan isi hehehe. Mau gak mau saya googling supaya listrik bisa kembali menyala ๐Ÿ˜€

  6. Yang punya rumah . . . . wkwkwk . . .

    Bunda ikutan gemes cuba dia sadar tentar service pada tamu. dia urus aja kenapa info sudah ada di Mbak

    Harusnya dia ndak nyusahin . . . harusnya tapi nyatanya tingkat ketidak peduliannya tinggi juga yaa . . .

  7. hmm aku masih trauma sama masalah listrik soalnya kemaren toko ditagih 19 jutaan sama pln.. Katanya ada pemakaian ilegal dan mau gamau mest bayar meski ga ngerasa melanggar.

  8. setelah menikah akhirnya aku merasakan lumayan juga itu ya bayar listrik rumah haha, jadi pengalaman berharga dan ak paling strike sama lampu-lampu yg g d pake tapi masih tetep d nyalain.

    Pengalamannya bermanfaat banget mba, izin bookmark yaa

  9. Wah, nice info banget ini mba rere. Harga bisa jauh banget ya pake calo 1.8 dgn tidak pake calo cuma 400rbuan. Bahagia sekali ini si bapak yg punya kontrakan sudah terbantukan ganti daya dgn biaya murah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *