Persetubuhan

 

Ketika genggaman tangan menyatu dan tubuh saling melibat.
Ketika napas masuk dan ke luar dalam hitungan yang terburu-buru.
Ketika mulut gaduh, dan peluh jatuh satu-satu.
Ketika namamu kuteriakkan, terus, banyak, tak terhitung.

Ini sudah lewat dua hari, dan dadaku masih berdebar hebat.
Ingatan demikian lekat, kupotret hingga hitungan detik.
Indah suara denyut jantungmu, tampan senyum di sudut bibirmu.
Ilusi indah kebersamaan yang muncul dari persetubuhan.

Sayangnya, aku mencintaimu.
Sangat.
Setiap tarikan tubuhmu adalah harapan untuk masa depan.
Seperti benih tercecer, kuambil dan kusembunyikan dalam diam.

Namun, padamu adalah sebaliknya.
Namaku hanya satu diantara lima.
Nasibku sepenuhnya tergantung perkenanmu.
Nestapaku sama sekali bukan urusanmu.

Bersamamu adalah indah dan duka yang tak habis-habis.
Balada rindu yang ramai rasa.
Berani kuulangi, lagi, nanti, tak mau berhenti.
Bahkan, jika hasilnya hanya pedih yang makin brutal.

/oderindu yang meledak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *