Pertanyaan

 

Pada satu sore yang dingin ku bertanya, apakah yang kita miliki ini nyata, karena semakin dalam kupikirkan, kamu semakin mirip dongeng, ada tapi tak ada.

Pada angin yang meniupkan desaunya aku bertanya, apakah rasa ini ada artinya, karena semakin lama dipendam, rasanya semakin perih dan sulit ditahankan.

Pada hujan yang turun malu-malu ku bertanya, apakah satu saat nanti ada kesempatan bagi kita untuk bersama, karena semakin besar harapku, sebesar itu pula kecewaku.

Pada garis-garis kecil yang menghiasi tangan aku bertanya, adakah takdir akan berpihak pada kita. Karena jika pedih ini adalah jalan untuk bersatu, aku bersedia mengulangi sampai tubuh jadi abu.

/ode rindu nomor tiga ribu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *