Piknik ke Kampung Batik, Air Panas, dan Agrobisnis di Cirebon

Ada yang suka batik? Kalau iya, saya mau rekomendasikan Kampung Batik Ciwaringin jadi salah satu tujuan wisata untuk kamu. Kampung batik ini ada di Desa Ciwaringin, letaknya sekitar 30 menit perjalanan dari Kota Cirebon.

Perjalanan saya dimulai dari Koperasi Serba Usaha: Anugerah Batik. Toko sekaligus koperasi ini, dari gerbang masuk kampung, terletak di sisi kiri jalan. Tokonya lumayan besar dan cukup nyaman. Di Toko kita bisa lihat aneka motif batik yang terpajang rapi.

Seratus persen produksi batik di kampung ini dilakukan manual, alias batik tulis. Selain mempoduksi batik tulis, salah satu keunggulan batik hasil produksi penduduk kampung adalah bahan dasar pewarnaan batik yang menggunakan pewarna alam.

Sumber pewarnanya banyak ditemukan di sekitaran rumah atau kebun warga, jadi tak perlu jauh-jauh mencari atau mengimpor dari luar daerah. Beberapa pewarna alam yang umum digunakan adalah daun mangga, pohon mahoni hingga buah jengkol. Ciri khas dari batik yang menggunakan pewarna alam adalah warnanya cenderung lembut, tidak terlalu terang/ngejreng. Tapi saya suka sih, kesannya kain batik jadi terlihat mahal, elegan, dan tidak membosankan.

Proses pembuatan setiap helai kain batik tulis memakan waktu yang cukup lama. Rata-rata satu lembarnya makan waktu 15 hari.Untuk motif dan teknik pewarnaan yang cukup rumit, pembuatan kain batik bisa molor hingga satu bulan. Karena proses dan waktunya yang tidak sebentar itu, harga kain batik jadi sedikit tinggi. Untuk batik yang menggunakan pewarna alam, perlembarnya dihargai mulai Rp 350.000.

Suasana batik sudah terlihat kental mulai dari pintu masuk kampung. Di sebelah koperasi, kita akan menemukan beberapa penduduk yang menghiasi dinding rumahnya dengan motif batik. Cantik, yaa..
Oh iya, dompet yang saya pegang itu adalah salah satu hasil produksi kampung batik ini. Warna cokelatnya didapatkan dari pewarna alam, pohon mahoni. ^^

——–

Kalau sudah puas lihat-lihat batik di Ciwaringin, bolehlah kiranya Kakak melanjutkan perjalanan ke Banyu Panas, sumber air panas yang berada di area pabrik Indocement di Gempol, Cirebon.

Banyu Panas ini lokasinya di tanah pemda, lalu dikembangkan dan diperbesar oleh Indocement. Sumber airnya tiap 1,5 bulan dibor agar aliran air panasnya lancar.  Total areanya tempat wisata ini 15ha, tapi belum dikelola sepenuhnya, masih ada beberapa lokasi yang bisa dikembangkan.

Kalau akhir pekan, tempat ini rameee, bisa sampe seribu pengunjungnya.  Tiket masuk Banyu Panas Rp 10ribu/orang. Mulai buka jam 6 pagi – 6 sore. Tiket ini bisa dipakai buat piknik seharian di area wisata dan nyobain berendam di aliran air panas yang terletak di luar kolam.

aliran air panas, bebas pakai setelah bayar tiket Rp 10 ribu.

Kalau ingin tempat yang lebih tertutup dan ada tempat bilasnya juga, bisa masuk ke area kolam. Untuk masuk ke kolam pengunjung harus bayar Rp 10 ribu/orang (di luar harga tiket kawasan). Di kolam, waktunya tidak dibatasi, pengunjung boleh berendam sepuasnya untuk terapi, obatin penyakit kulit, atau luka.

Buat saya, sistem pembayaran tiketnya cukup adil dan menyenangkan. Anggota rombongan yang mau berendam bisa ke kolam, yang nggak bisa pilih duduk-duduk aja di luar, nikmatin semilir angin sambil main ayunan.

Kalau ke Banyu Panas bersama keluarga dan anak-anak, jangan lupa perhatikan dan patuhi peringatan dari pengelola kawasan untuk keamanan, ya.

——–

Kampung Batik Ciwaringin dan Banyu Panas Gempol adalah dua dari sekian banyak program CSR yang dilakukan oleh Indocement. Di kampung batik, Indocement mengambil peran untuk pemodalan dan pelatihan sejak tahun 2005. Bukan hanya sampai tahap produksi saja, tapi Indocement terus mendampingi agar kampung batik ini tetap bertahan dan semakin dikenal luas.

Saat ini di Ciwaringin, untuk mengurangi limbah, 85% pengrajin sudah menggunakan pewarna alam. Pewarna alam juga memberikan keuntungan lain yaitu lebih efisien dalam pemakaian lilin dan 100% sisa larutan pewarnanya dapat digunakan kembali.

Dan, tentu saja pewarna alam lebih aman, ya. Lihat deh foto tangan ibu pembantik di bawah. Kata si ibu, warnanya lama-lama akan hilang. Sementara nunggu warnanya hilang, si ibu bebas aktivitas makan/minum seperti biasa, ga perlu takut kena efek negatif pewarna tekstil.

Di Banyu Panas, peran Indocement berbeda lagi. Di sini, Indocement membantu pengelolaan kawasan dengan sistem bagi hasil. Lokasi ini sudah lama terkenal jadi tempat mandi air belerang, tapi karena tidak dirawat jadinya kurang nyaman untuk pengunjung.

Kemarin, kami sempat ngobrol-ngobrol dengan Pak Sunari, Ketua Koperasi Manunggal Prakasa yang mengelola Banyu Panas. Si bapak bilang, sepanjang 2016 kemarin keuntungan objek wisata ini mencapai Rp 309 juta, dan Rp 89 juta-nya jadi milik pemerintah daerah!


Masih dari kawasan Pabrik Indocement Palimanan, perjalanan piknik kami berlanjut ke Pusat Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (P4M). Tempat ini digunakan sebagai tempat belajar kewirausahaan bidang agribisnis.

Beroperasi pertama kali tahun 2009, saat ini di P4M sudah tersedia green house, kolam ikan, lahan budidaya tanaman, kebun bibit, laboratorium, peternakan domba, peternakan sapi, lahan percobaan tanaman pangan, lahan percobaan tanaman sayur, dan kumbung jamur.

Green house

Lahan percobaan tanaman pangan dan sayur

kolam ikan
pembibitan ikan
budidaya jamur

Di P4M juga ada usaha pembuatan keripik, lho. Kemarin kami sempat icip-icip keripik nangka, pisang, singkong, dan timun. Supaya sah, keripiknya didampingi dengan teh rosela! Nikmat. ^^

Perjalanan yang menyenangkan, bisa lihat kampung batik, main ke objek wisata air panas, lihat tanaman yang seger-seger sehat, dan icip-icip cemilan sampai puas! Terima kasih sudah mengundang, Indocement. Semoga terus menghasilkan program CSR yang baik dan bermanfaat untuk desa sekitarnya, ya.

/salam cirebon

7 thoughts on “Piknik ke Kampung Batik, Air Panas, dan Agrobisnis di Cirebon”

  1. Aku suka banget sama batik. Pengen punya batik tulis kaya yang dibuat di kampung batik ciwaringin itu. Harganya memang mahal tapi kayanya puas bangett. Cirebon banyak juga yaa destinasi wisatanya. Waktu ke sana, ngga puas banget karena cuma seharian aja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *