PRCorner: Soal Blog, PR, dan Storytelling

Selalu ada yang pertama kali untuk segalanya. Semua orang pasti punya pengalaman untuk yang “pertama-pertama” itu. Ya pertama kali jatuh cinta, pertama kali patah hati, pertama kali cat rambut, atau pertama kali brazilian waxing!

Kemarin malam adalah pertama kalinya saya diundang bincang-bincang sebagai pembicara. Saya diundang sebagai blogger untuk event PR Corner-nya Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi London School of Public Relation.

Waktu dapat undangannya, saya agak kaget sih. Saya kenal banyak sekali blogger yang pantas hadir, tapi karena undangannya mampir ke email saya, yuk marilah, saya terima dengan hati terbuka. 😀

pr corner poster

Event kemarin malam ini ngobrolin soal blog, kehumasan, dan storytelling. Saya dan Mas Didut, kebagian diajak ngobrol di sesi pertama (off air), sedangkan Mba Ainun dan Mba Ira menjawab pertanyaan di sesi kedua (on air).

Sebelumnya, PR Corner yang jadi acara rutin mingguannya STIKOM LSPR bersama LITE FM itu cuma ada sesi on airnya saja. Tahun ini, PR Corner mencoba gaya baru, menggabungkan sesi on air dengan sesi off air dalam satu waktu. 🙂

pr corner 2

Acaranya dipandu langsung oleh punggawa LSPR, Ibu Prita yang gorjes itu, bareng penyiar LITE FM, Mas Ariel Brown.  Sesuai materinya, kami diminta cerita soal blog, soal storytelling, seberapa efektif storytelling itu diterapkan untuk blog dan social media lain, juga pengalaman seputar blogging.

pr corner 3

Pertanyaan yang masuk dari audience keren-keren euy. Salah satunya nanya, gimana caranya supaya bisa jadi blogger profesional. Untuk yang satu ini, saya beneran ga bisa memberikan dia jawaban yang memuaskan sih. Saya cuma bilang kalau dia mesti bikin blog dulu, abis bikin lalu mengisi blognya, setelah itu menyebarkan tulisannya, dan menjaring pertemanan baru lewat blogwalking.

Apakah setelah dia segera jadi blogger profesional?

Ya ndak.

Tapi sementara menuju titel blogger profesional, dia bisa punya predikat lain, misalnya blogger yang lucu, blogger yang seru, blogger yang galak, atau blogger yang galau. Supaya citra-nya terkesan nyata, tulisannya mesti jujur. Menurut saya, tulisan yang jujur biasanya akan meninggalkan kesan saat dibaca. 🙂

sesi kedua
sesi kedua

pr corner 1

after event

Terimakasih banyak sudah mengundang datang ya, LSPR. Semoga nggak kapok. Mohon maaf kalau ada jawaban saya yang kurang berkenan/kurang memuaskan saat sesi ngobrol-ngobrol semalam.

Oh iya, Mas Didut merangkum keriaan tadi malam di akun storifynya. Silakan klik  kultweet #PRCorner untuk jelasnya.

Sampai jumpa di keriaan berikutnya. 🙂

/salam gugup.

 

 

12 thoughts on “PRCorner: Soal Blog, PR, dan Storytelling”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *