Preloved, Dipuja Karena Kualitas

Pernah dengar preloved item? Ada yang suka belanja barang preloved? Sebelum berpanjang-panjang, bagusnya saya jembrengkan dulu definisi soal preloved, yaa.

Yha, preloved ini dikenal juga sebagai barang bekas pakai alias secondhand. Jenis barangnya bisa macam-macam, tak terbatas. Intinya semua yang pernah dipakai orang lain bisalah dikatakan barang preloved.

Saya penggemar barang preloved sejak masih kuliah. Kiriman orang tua yng pas-pasan membuat saya memutar otak supaya bisa tampil prima dalam rangka menjebak gebetan. Beli barang baru modelnya bakalan gitu-gitu aja, kualitasnya juga segitu-gitu aja. Jadi, sepanjang masa kuliah saya memutuskan belanja barang bekas di loakan.

tips belanja barang preloved: kalau udah suka, langsung beli aja.

Hobi berburu barang bekas terus terbawa sampai sekarang, sesekali kalau ketemu barang yang oke di garage sale, kualitasnya bagus, plus hati & mata cocok, saya belanja. Lumayan buat nambah-nambahin koleksi di lemari. Sementara ini, level saya belum naik, masih pengguna barang preloved. Berbeda dengan beberapa teman saya levelnya sudah naik, tidak hanya pengguna/pembeli tapi juga penjual.

Kenapa sih mesti beli barang bekas? Kan bisa belanja barang baru aja, apalagi untuk barang branded ya, apa ga risih pakai barang bekas pakainya orang?

Uhm, hasil ngobrol dengan teman-teman sesama pengguna barang preloved, berikut beberapa alasan yang bikin mereka memilih belanja barang secondhand ketimbang beli baru:

  1. Lagi cari model/seri produk keluaran lama/limited edition. Bisa sih nyari yang barunya, tapi udah susah. Jadi, daripada kelamaan padahal udah kesengsem, beli preloved aja deh.
  2. Manfaatin selisih harga yang ternyata lumayan. Ga jadi murah banget memang, tapi menggiurkan perbedaan harganya. Pembeli bakalan beruntung banget bisa dapat barang mulus dengan harga bagus kalau ketemu penjual yang suka beli barang baru, pakai sekali-dua kali, lalu bosan.
  3. Ga punya budget buat beli barang baru, tapi ga mau pindah model atau pindah merk. Maunya ya barang yang ituu… 😀
  4. Ada uang buat belanja barang baru. Tapi, buat apa beli baru kalau dengan budget yang sama bisa beli dua barang preloved!
  5. Nambahin koleksi, ga butuh-butuh amat, tapi udah niat mau koleksi keluaran merk tertentu. Daripada beli baru, mending beli bekas, toh ga buru-buru mau dipakai.
  6. Ramah lingkungan, karena barang branded biasanya lebih awet dan untuk beberapa merk tertentu barang bekas keluaran beberapa tahun lalu malah keliatan klasik.
  7. Bisa dijual lagi kalau suatu saat butuh uang, bosan, atau sekadar ingin ganti koleksi.
  8. Menghargai karya cipta.
  9. Investasi.

Alasannya belanjanya udah, sekarang waktunya share tips untuk dapetin barang preloved berkualitas tinggi. Iya, karena ranumnya usaha jual beli barang preloved, pembeli harus hati-hati. Jangan sampai sudah mengeluarkan uang yang cukup banyak, ternyata barang yang dibeli palsu atau kondisinya kurang baik.

1. Bikin list produk yang ingin dibeli

Untuk barang-barang branded, ada baiknya kita punya wish list yang isinya diurutkan, mulai dari yang paling kepingin sampai yang ga begitu kepingin. Pakai list ini waktu browsing barang-barang preloved online atau pas lagi window shopping pas bazaar.

Waktu belanja online, godaan bakal muncul tak habis-habis. Mulai dari barang-barang yang keliatannya “lucu” tapi ternyata gak masuk wish list, sampai ke godaan barang tiruan! Penting banget untuk cermat waktu belanja karena sekarang ini banyak barang tiruan yang pake istilah-istilah aneh untuk meyakinkan pembelinya seperti “Premium KW”, “Ori Singapore”, “Premium Ori”, “KW Vietnam”, dsb.

Saya termasuk korbannya nih, tergoda beli sepatu yang keterangannya “Ori Thailand”. Udah seneng bisa hemat beberapa ratus ribu rupiah, eh pas barangnya datang ternyata jauh dari bayangan. Ukuran barangnya ga sama dengan sepatu yang beneran original dan setelah dipakai rasanya ga nyaman. 🙁

2. Cari informasi penjual terpercaya

Penjual barang preloved itu banyak banget, Kak! Kalau cek pakai hashtag #prelovedbag di Instagram, kita bakalan ketemu ratusan ribu postingan. Kalau berkeras belanja di situ, rasanya seperti menyelam di danau sambil tutup mata, kita bakal kesusahan sendiri.

Cara paling enak buat nyari penjual barang preloved terpercaya adalah gabung di forum-forum online. Anggota forum biasanya dengan senang hati berbagi akun-akun penjual barang preloved. Di forum juga kita bisa dapat informasi soal penjual yang sebaiknya dihindari karena reputasinya kurang baik. Selain bergabung di forum, cara lainnya adalah dengan tanya-tanya ke teman yang sudah langganan belanja.

3. Cek dengan detil kondisi produk

Perlu diingat kalau barang branded, meski preloved, tuh harganya ga murah. Ketimbang misuh-misuh karena kondisi barang berbeda dengan bayangan, lebih baik tanya detil kondisi barang ke penjual. Tanyakan kekurangannya, cacatnya, dan minta foto untuk tiap sisi barang yang akan dibeli. Supaya lebih yakin, disarankan untuk memilih cara pembayaran cash on delivery (COD) setiap kali bertransaksi.

4. Datang ke bazaar

Sepintar-pintarnya belanja online, tetap ada risiko yang terlibat di sana. Jadi, jika tidak memungkinkan untuk transaksi pembayaran tatap muka dengan COD, plus masih belum 100% percaya dengan reputasi penjualnya, ada baiknya belanja offline saja.

Belanja offline barang preloved di bazaar atau main ke toko yang menjual barang bekas punya banyak keuntungan. Biasanya di toko fonlatau bazaar kita akan menemukan barang-barang yang tidak dipajang secara online. Harganya juga bisa jadi lebih murah karena kita bisa tawar-menawar secara langsung di lokasi.

Salah satu bazaar yang bisa didatangi penggemar preloved item adalah IRRESISTIBLE BAZAAR 9. Bazaarnya diadakan di Grand Indonesia. Langsung meluncur aja ke lantai 5 West Mall, ya. Acaranya dihelat pada 13-17 September 2017. Kamu bakalan bisa pilih-pilih barang preloved dengan mutu terbaik dari 80-an stand produk preloved terpercaya. Ada stand kuliner dan fashion show juga sebagai pelengkap acaranya.

Oh iya, IRRESISTIBLE BAZAAR ini digagas oleh mbak Marisa Tumbuan setiap tahun. Tujuannya jadi ajang kumpul-kumpul pembeli dan penjual barang preloved. Kalau sebelumnya cuma bisa interaksi online dengan penjualnya, sekarang bisa ketemu dan ngobrol langsung. Nah, buat pemula dan calon penggemar preloved item, coba deh main ke sana, siapa tahu ketemu barang lucu dan teman baru, kan?

Selamat belanja, Kakak!

/salam preloved

6 thoughts on “Preloved, Dipuja Karena Kualitas”

  1. Wah udah kaya batam ajah :D. di sini ada pasarnya dan cukup terkenal tapi sekarang kayaknya semakin susah cari yang branded banget, maklum peminat makin banyak dan barang yang masuk makin susah

    1. Aakk, aku sering denger tuh soal Batam, penasaran pingin liat langsung.
      Harganya oke banget memang ya kalau barang second, berasa untung pas belinya. 😀

    1. Ada baju, dompet, iket pinggang, beauty product, sepatu, sama perhiasan kalau liat list tokonya, sih. Daku sempat browsing poto-poto bazaar sebelumnya, barangnya banyak banget dan beragam gitu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *