PRIMA: Sahabat Orang Tua, untuk Ananda

Kalau bicara soal anak, ingatan membawa saya ke pengalaman lima tahun silam waktu anak gadis baru aja lahir. Waktu itu, rasanya campur aduk, senang, sedih, lelah, kesal, semua jadi satu. Sebenarnya, sebelum melahirkan, saya udah baca cukup banyak buku dan artikel soal “jadi orang tua baru”. Sayangnya, setelah melahirkan, segala teori, ilmu, diskusi, buyar total.

Bukan. Bukan karena saya lupa apa isi bacaannya. Tapi, karena semua orang merasa berhak berkomentar tentang bagaimana cara saya melahirkan dan proses membesarkan anak.

embun

Mba, bayinya jangan digendong berdiri, kepalanya belum kuat.
Mba, kalau gendong bayi jangan tangan terbuka, kasian bayinya kena angin. Pakai kain gendong, dong.”
Bayinya ga dikasi tambahan makanan? Kasian itu nangis terus karena lapar.

dan, ini pertanyaan yang paling sering bikin emaknya bete.

Bayinya kok kurus ya. Beda sama ibunya.”

Ejiyeeee, ya gimana deh ya. Komentar terakhir itu menyinggung ga cuma saya sebagai ibu, tapi diri saya juga sebagai manusia. Memangnya kenapa kalau anaknya langsing, memangnya kenapa kalau ibunya ga sekece Sophia Latjuba? Heh!

Tapi itu awal-awal aja sih. Ya maklumlah ibu baru, masih cape begadang tiap malam, perutnya masih senut-senut bekas jaitan, trus belum sempet ngerawat diri lagi abis melahirkan. Sensitif abis!

Pas udah dapat ritme, saya jauhhh lebih tenang menghadapi kenyataan, dan mampu mengambil beberapa kesimpulan:

  • Benar, saya udah jadi ibu.
  • Iya, komentar orang-orang itu ga bisa ditahan. Biarkan saja. Mungkin mereka butuh hiburan.
  • Tugas saya adalah memastikan tumbuh kembang anak berjalan baik. Caranya macam-macam, kebanyakan saya ikut seminar tumbuh kembang anak yang diadain sama brand/RS/lembaga kesehatan.
  • Terakhir, saya memahami kalau gak ada anak yang betul-betul sama. Tiap anak berbeda, dan ukuran anak sehat itu bukan anak lainnya, tapi berdasarkan growth chart alias tabel tumbuh kembang yang dikeluarkan WHO dan CDC. Grafik dari WHO dipakai untuk usia 0-36 bulan, sedangkan grafik CDC dipakai dari usia anak 2 tahun-20 tahun.

Oke, kesimpulan sudah didapat. Sekarang tindak lanjutnya bagaimana?
Supaya hati tenang dan tumbuh kembang anak terpantau dengan baik, saya download growth chart tumbuh kembang anak dari WHO dan CDC di link ini. Lalu, tiap bulan sepulangnya dari Posyandu, saya tandai beratnya, tandai tingginya, dan beri noktah (halah noktah) di formnya.

Selama ini, syukurnya, tumbuh kembang anak gadis oke aja. Memang jarang betul dia ada di atas garis rata-rata, tapi semuanya aman, dan kalau dilihat dari form, ga ada yang perlu dikhawatirkan.

Pemantauan tumbuh kembang anak ini penting betul untuk memadamkan hati yang resah kalau orang-orang mulai komentar miring. Kalau kita tahu si kecil baik-baik aja, dan kita yakin dia memang baik-baik aja, mau orang sekampung komentar negatif, kita ga bakal rungsing sendiri.

Ohh, satu lagi, pemantauan berkala tinggi dan berat badan anak ini membantu sekali kalau sudah waktunya kontrol ke dokter (biasanya waktu imunisasi).  Waktu kontrol, saya sekaligus bisa tunjukin ke dokter perkembangan si anak beberapa bulan ke belakang dan dokter bisa ambil kesimpulan sambil cek langsung catatan ibunya. ^^

Sekarang saya mau kasi kabar baik. Orang tua ga perlu lagi mencatat tumbuh kembang anak secara manual lewat growth chart. Karenaaaaa…

Nah, ini dia kejutannya!

????????????????????????????????????
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meluncurkan aplikasi PRIMA

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), baru aja launching aplikasi keren yang dikasi nama PRIMA. Aplikasi ini semacam tempat mencatat, sebagai pengingat, bahan bacaan, dan skrining tumbuh kembang.

Lengkap, ya! 😀

Iya dong, makanya wajib banget buat diunduh di smartphone kerennya teman-teman semua. Terutama yang lagi punya anak, yang lagi nunggu anaknya lahir, atau yang lagi punya ponakan dan pingin jadi om/tante yang perhatian.

Oh iya, aplikasinya udah tersedia di smartphone android. Tampilannya, kalau kita cari di playstore, akan seperti ini:

prima android

Kalau dicari di smartphone berbasis IOS (iphone), aplikasi PRIMA memang ada juga, tapi aplikasinya berbeda, bukan untuk orang tua, tetapi untuk dokter saja.

apps, iphone

———————————————–


APLIKASI PRIMA

Aplikasi PRIMA dibuat oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia dengan mempertimbangkan pentingnya masa pertumbuhan dan perkembangan paling pesat pada seribu hari pertama kehidupan, anak. 1000 hari ini dihitungnya sejak terjadinya pembuahan dalam kandungan sampai si anak ulang tahun ke-2.

Normalnya, anak-anak itu akan mencapai separuh tinggi badan akhirnya pada usia 2 tahun, selain itu volume otak anak juga telah berkembang hingga sekitar 80% dari volume otak dewasa.

Proses tumbuh kembang ini, menurut Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DR. Dr. Aman Pulungan, Sp.A (K), kalau dibarengi dengan pemenuhan kebutuhan dasar anak (asuh, asih, dan asah) yang seimbang, hasilnya akan baik.

Kenapa 1000 hari pertama ini penting? Dr. Aman bilang, kalau ada gangguan pertumbuhan maupun perkembangan dalam seribu hari pertama, namun tidak segera dikoreksi, dalam jangka panjangnya bisa saja terjadi penurunan kualitas hidup.

Contohnya? Stunting.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 melaporkan kejadian stunting yang tinggi sebesar 37,2% serta gizi kurang dan buruk 19,6%. Ada pula laporan kalau sekitar 10-15% anak mengalami keterlambatan perkembangan.

Dr. Aman di peluncuran aplikasi PRIMA
Dr. Aman di peluncuran aplikasi PRIMA

Nah, informasi dari Dr. Aman berikut ini penting banget.

“Banyak orang tua yang menganggap bahwa perawakan pendek atau kurus anaknya normal dan dapat dikejar saat mencapai pubertas. Padahal, masa awal kehidupan, terutama seribu hari pertama  kehidupan, adalah masa pertumbuhan paling penting.”

Stunting dan kurang gizi, lanjut Dr. Aman, adalah beberapa hal yang bisa dicegah dengan peran aktif orang tua.  Ketimbang menyerahkan total pemantauan tumbuh kembang ke tangan dokter anak yang jumlahnya cuma hampir 3600 orang saja itu, lebih baik kalau dilakukan sendiri di rumah oleh orang tua, melalui aplikasi dari perangkat smartphone.

Apa saja isi aplikasi PRIMA?

prima 8

Pertama kali masuk setelah login dan mengisi data diri, akan muncul tampilan seperti di atas.

 

prima 7
Saat tampilan awal bertuliskan “GENERASI PRIMA” di klik, layar akan memunculkan beberapa pilihan antara lain:
– Jadwal Imunisasi
– Grafik Pertumbuhan WHO & CDC
– Tahap Perkembangan Anak
– Kuisioner Kunjungan ke Dokter
– Materi Edukasi Orang Tua
– Skrining

 

prima 6

Pada tab “Jadwal Imunisasi”, orang tua bisa mencatat imunisasi apa saja yang sudah dilakukan. Pastikan menulis informasi segera setelah imunisasi agar data tercatat dengan baik dan meminimalkan kemungkinan lupa, ya. Jadwal imunisasi tersedia mulai usia nol sampai 18 tahun. Iya, imunisasi masih terus berlangsung sampai anak umur segitu. 😀

 

prima 5

binar cek tinggi badan binar cek berat badanApakah tinggi dan berat badan anak sudah sesuai? Daripada galau lebih baik cek langsung di Aplikasi PRIMA, yuk! Masukkan data terbaru berupa umur, berat badan, dan tinggi badan anak. Data akan diproses dan ditampilkan dalam bentuk grafik tumbuh kembang. Semoga semua sehat, yaa.. ^^

 

prima 4

Perkembangan setiap anak itu beda-beda. Berbeda umurnya, berbeda juga tahap perkembangannya. Jadikan tahapan perkembangan dari IDAI ini untuk mengukur tumbuh kembang anak. Jangan percaya sama, “katanya-katanya”, yaa.. ^^

 

prima 3

prima 2

Nah, ini dia yang sangat penting. Jadi, anak bayi itu akan baik tumbuh kembangnya kalau distimulasi. Stimulasi-nya seperti apa? Bisa cek di PRIMA juga, dong! Pilih sesuai umur anak, ya. 🙂

 

prima 1

Fase urus anak itu ga berhenti di usia bayi dua tahun. Perkembangan dan tumbuh kembang akan terus berlanjut sampai anak usia 18 tahun. Kadang suka bingung ya, sudah remaja apa lagi yang akan berkembang? Eh tapi masih ada, lho.

Untuk anak yang lebih tua, materi edukasi akan membahas soal:
– Pertumbuhan dan perkembangan anak
– Pilihan perilaku sehat
– Keamanan
– Perasaan dan pertemanan
– Sekolah dan pertemanan

Pada anak yang lebih muda, materi edukasi yang dibahas lebih kepada:
– Menyusui
– ASI
– Pertolongan pertama
– Penyesuaian diri
– Kesehatan
– Kesiapan sekolah
– Kesehatan gigi, dll

Buat saya, aplikasi ini termasuk jadi aplikasi wajib. Pemantauan tumbuh kembang anak jadi lebih mudah dengan aplikasi PRIMA. Memudahkan banget, deh! 😀

blogger dan launching PRIMA playground launching

Terimakasih undangannya, IDAI. Senang sekali dapat kesempatan bertemu langsung dengan pakar tumbuh kembang plus ketemu teman-teman blogger sesama ibu muda untuk berbagi pengalaman. Oh iya, si kecil juga senang sekali bisa main di playground yang disediakan. ^^

Salam sehat untuk semuanya dan jangan lupa download PRIMA!
Setelah download, kalau misalnya ada saran dan kritik, boleh banget disampaikan melalui email ke: prima.idai@idai.or.id.

/SayaSudahPRIMA

16 thoughts on “PRIMA: Sahabat Orang Tua, untuk Ananda”

  1. Wah, isi aplikasinya lengkap bgt, keren!!! Penting banget ini buat emak2 yang suka lupa nyimpen buku KIA macam saya >.<
    Cuss download nih.. Thanks for sharing ya.. ?

    1. Nah, kalo aku mulai pilih-pilih aplikasi yang mau ditanam.
      Yang jarang banget dipake, ato hampir ga pernah dipake padahal kayanya lucu, langsung hapus.
      Si PRIMA ini termasuk aplikasi yang bertahan di hapeku. 😀

  2. Asik. Sekarang udah ngga sensi dong, Re? Kalo ada yang komen, sumpel aja mulutnya pake hape yang ada aplikasi prima. Bhahahahahak. 😛

    1. Hahahhahaa, penting nihhh, pentingg
      Ya daripada hape isinya candy crush sama pokemon doang kan? Tambah-tambahin yang PENTING dan PERLU juga. Kaya mbak PRIMA ini. 😀

  3. Orang-orang yang suka komentar sinis dan sok pinter itu lahirnya dari mars sepertinya. Mbok ya ga usah komen kalo pengetahuannya cuma seujung rambut.

    1. Kalau ada yang komen ga jelas gitu, rasanya pingin kasi buku trus suruh dia baca pelan-pelan. Tapi orang-orang itu komen karena ga ada kerjaan lain sepertinya sih ya. Waktunya banyaaakk..
      Eh, udah donlot PRIMA?

    1. banget nonnn, ijk kan niatnya mau cool, ehgimana kepancing juga jadinya
      hahhahahhaa

      tapi sekarang enak ngejawabinnya sik, suruh duduk di samping trus kasi mamam gambar di aplikasi prima entuh. 😀

    1. WWOOIII MASSS…
      aplikasinya boleh didonlot di hape istri, tapi ngurus bayinya berdua dong pasti?
      hehehe…

      Makasi udah mampir, yes!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *