Pulang Dalam Padam

Kertasku lengang. Bisu terentang dari halaman pertama hingga penghabisan. Kepala menunduk rendah, mencari kata, ribuan kata yang kemarin sempat dituliskan.
Kata-kata hilang, pergi jauh tak bilang-bilang. Sepertinya mereka menyerah menungguku, dan memutuskan pergi sendiri menujumu. Mereka pikir, kamu akan menyerah jika ribuan abjad mengurung, jika ribuan puisi menyanyikan dirinya sendiri.

Kalimat-kalimatku tak menjadi apapun di depanmu. Huruf pada akhirnya akan kehilangan energi dan jatuh satu-satu di ujung sepatumu.

Di sini, aku menunggu aksara yang sudah kehabisan tenaga kembali pulang. Lara kusembunyikan dan peluk kusiapkan. Karena inang harus tegar, menyambut kembalinya, barisan puisi yang hatinya gusar.

/rindu tak mau tunai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *