Kemah Genit di Ranca Upas, Bandung

Aaak, ternyata saya udah absen lama, hampir sebulan ga nulis blog. *pheww. Sebenernya banyak banget yang mau diceritain, tapi kesibukan nonton HBO, Fox Movie, dan Star World yang tak henti bikin saya lupa daratan. Ternyata goler-goler nonton tipi sambil nyemil kacang itu enak banget, yaa. ^^

matahari terbit di Ranca Upas

Jadi, sekarang saya mau cerita pengalaman main tenda-tendaan di Ranca Upas. Semoga ada yang baca dan postingannya bermanfaat ya, cyin. Karena apalah artinya jadi manusia kalau ga ada gunanya buat manusia lainnya. *begitu bukan? *benerin kerudung

Main tenda-tendaan, alias berkemah ini kegiatan baru buat Embun. Biasanya, selama ini kalau liburan, kami pilih nginep di hotel yang ada kolam renangnya. Ga penting itu hotel bentuknya gimana, yang penting ada kolam buat nyebur plus ada tipi kabel buat nonton kartun seharian.

Belakangan, kok ya bosan. Mikir-mikir anu-itu, A sampai Z, akhirnya diputuskan kalau liburan kenaikan kelas kali ini, kami sekeluarga mau berkemah aja. Awalnya ada beberapa lokasi kemah yang sempat terpikir di sekitaran Bogor dan Bandung. Setelah disortir dan baca beberapa artikel, salah satunya tulisan Satya di sini, terpilihlah Kampung Cai Ranca Upas sebagai pemenangnya.

menuju Ranca Upas

Menuju lokasi, kami menyerahkan diri sepasrah-pasrahnya kepada google map. Masuk tol Cipularang lalu ke luar di pintu tol Kopo. Dari sana terus ke Jalan Kopo, Ketapang, Soreang, Ciwidey dan berakhir di Rancaupas. Lokasinya ada di kanan jalan, beberapa ratus meter dari lokasi wisata Kawah Putih.

Kalau gerbangnya udah ketemu, langsung masuk aja, nanti akan ketemu gerbang lagi di dalam. Di gerbang nanti akan ditanya mau apa, sekedar main aja atau menginap. Untuk perorangan sekali masuk biayanya Rp 10ribu, kendaraan Rp 5000 (mobil), Rp 2000 (motor).

bayar tiket masuk dulu
list biaya di Ranca Upas, bisa sewa tenda juga.

Untuk berkemah biayanya beda lagi, Rp 10ribu permalam. Karena kami menginap dua malam, jadi selain biaya masuk kendaraan, masing-masing orang harus bayar Rp 20.000 (biaya kemah) + Rp 10.000 (biaya masuk).

Kalau teman-teman ingin berkemah tapi ga punya atau ga bawa tenda, bisa sewa di Ranca Upas juga. Biaya sewanya bervariasi tergantung besar kecilnya tenda. Tenda ukuran 2-3 orang misalnya, disewakan Rp 250ribu per malam. Kalau sewa tenda di sini tinggal duduk manis saja, nanti tenda dipasang dan dibongkar oleh petugas. Oh iya, di dalam tenda sudah disediakan matras, tapi ga ada sleeping bag. Kalau butuh, bisa sewa terpisah.

Ga terlalu jauh dari pintu gerbang, di sebelah kanan, kami langsung ketemu camping ground yang maha luas dan lengang. Pas banget dateng ke sana di hari kerja dan udah beres libur Lebaran, jadi areanya kosong! Kami pilih tempat yang agak mojok di belakang, dekat dengan pohon supaya bisa pasang hammock dan tendanya lumayan terlindung kalau ada hujan/angin datang.

Waktu baru sampai, udaranya lumayan ketahan, tapi makin malam kok ya makin dingin. Beres masak, saya buru-buru masuk ke tenda, selimutan sambil peluk-pelukan sama anak bayi. Awalnya saya kuatir sama Embun karena ini kali pertamanya berkemah, tapi ternyata anaknya santai aja. Tidurnya nyenyak dan ga mau pakai sleeping bag. Katanya sih dia ga kedinginan. Weew!

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman selama dua malam, Ranca Upas itu kerasa banget dinginnya di sore, malam, sampai pagi. Paginya malah lebih dingin daripada malam. Euww, gigi saya sampe gemeletuk. Tangan rasanya kaku dan kalau bicara ada uap yang ke luar dari mulut. Embun bahagia banget liat uapnya, anaknya ga berenti hah-huh-hah-huh gitu sepanjang pagi. 😀

sunrise di Ranca Upas
sunrise di Ranca Upas ini bikin kangen
masak buat sarapan
Menu sarapan kami. Lumayan untuk mengusir dingin

Dinginnya Ranca Upas mulai hilang di atas jam 8 pagi, pas matahari udah mulai naik. Liat emaknya udah ga terlalu kedinginan, Embun langsung minta liat rusa dan berenang, dong! Isshh, mau ditolak ya ga enak, ini kan liburannya dia ya. Mau apalagi, jadilah niat goler-goler seharian pupus sudah. *garuk kepala kenceng-kenceng.

Memang sebelum berangkat ke Ranca Upas saya sempet kasitau ke Embun aktivitas lain yang bisa kami lakukan di Ranca Upas selain berkemah. Sampai di lokasi anaknya nagih terus jadinya. Hehe.

Di Ranca Upas ini ada penangkaran rusa dan kolam renang air panas yang letaknya di sisi kiri, ga begitu jauh dari camping ground. Masuk ke penangkaran rusa ga pake bayar, tapi kalau mau sekaligus kasi makan rusanya, mesti beli di pintu masuk. Pengelola nyediain kangkung dan wortel yang bisa dibeli, per paket Rp 10ribu.

Rusa Jawa di penangkaran Ranca Upas
Makanannya bisa dibeli di petugas. 3 ikat kangkung dihargai Rp 10ribu.

Nah, beda dengan penangkaran rusa, kolam renang air panas ada biaya masuknya, Rp 15ribu. Ada dua kolam, untuk anak-anak dan untuk dewasa. Sayangnya kemarin pas ke sana, kolam dewasanya cuma terisi setengah, jadi yang pakai kolamnya anak-anak juga. Di kolam ada toilet dan kamar bilas tetapi ga ada handuk yang dipinjamkan. Pastikan udah bawa semua perlengkapan mandi sebelum ke sini, ya. Kolam bilasnya juga air hangat, lho.

kolam air panas

Di area kolam juga ada jajanan, kalau-kalau kedinginan trus laper bisa ke area dekat pintu masuk, ada warung yang jual cemilan dan jagung susu keju. 😀

Menurut saya, fasilitas di Ranca Upas cukup lengkap. Ada toilet, mushalla, banyak banget warung, parkiran luas, dan ada listrik di masjid. Toiletnya bayar, per kunjungan Rp 2000. Kami mengeluarkan uang lumayan banyak untuk biaya toilet, udaranya kan dingin ya, jadinya bolak-balik ke kamar mandi, deh.

Kemarin kami sempat kehabisan spritus untuk bahan bakar, tanya-tanya ke petugas, ternyata ga cuma makanan mateng, bahan-bahan perbekalan kemah seperti spritus, baterai, sarung tangan, topi kupluk, kayu bakar untuk api unggun, dll juga di jual di warung. Lokasi warungnya berjejer setelah mushalla.

Kalau pagi-sore gitu mau nyemil yang lucu-lucu, sejajar penangkaran rusa banyak tukang jualan gerobakan, ada cilok, bakso, mie, dll. Saya ga sempet jajan di sana karena bawa bekal makanan lumayan banyak. *hemat

Ranca Upas ini cocok buat wisata keluarga. Lahannya yang datar dan cukup aman bikin orang tua ga deg-degan anaknya jatuh atau kepeleset. Main ke camping ground gini bikin anak ngerasain pengalaman baru, lebih dekat dengan alam, juga bisa liat banyak binatang/serangga dan pepohonan yang ga ada di rumah. Tiket masuknya juga terjangkau, jauh lebih murah daripada main-main ke playground di mal. 😀

Kami sempat jalan masuk sampai ke ujung area dan nemu tempat cantik ini. Kabutnya cantik, ya. Manalah bisa ketemu yang begitu di kota, kan?

Dari saya, ada beberapa tip kalau teman-teman mau main ke sini:

  1. Kalau ingin berkemah, usahakan bawa tenda dan perlengkapan dari rumah karena penyewaan tenda dan alat-alatnya cukup mahal.
  2. Bawa air minum dan cemilan karena harga makanan di warung cukup tinggi.
  3. Bawa jaket tebal, kaos kaki, topi kupluk, dan sarung tangan agar nyaman.
  4. Bawa uang tunai karena di area Ranca Upas tidak ada mesin anjungan tunai mandiri.
  5. Bawa pelembab wajah dan bibir, dinginnya Ranca Upas itu bikin kulit kering.

Jadi, kapan mau main ke Ranca Upas lagi? Kabar-kabar ya, saya udah kangen pingin ke sana lagi. ^^

 

/salam kemah

 

7 thoughts on “Kemah Genit di Ranca Upas, Bandung”

  1. Uhuyyy akhirnya jadi ke Ranca Upas ya Kak xD Tapi ternyata sekarang regulasinya udah berbeda ya, diitungnya per malam kalau kemping? Dulu mah per sekali masuk aja terserah mau kemping berapa malam ahahaha. Senangnya lihat foto-foto Embun ceria dan gembira di alam. Nanti naik gunung beneran yaaa Mbun :*

    1. Iya, mereka hitung per malam per orang untuk biayanya. Tapi hitungannya tetap murah ya, cuma mesti sedia uang kecil agak banyak untuk toilet. Makasi rekomen tempatnya, ya. Kami senang sekali di sana.
      Anw, kemarin Embun udah naik gunung juga, nanti aku colek kalau ceritanya udah ditulis di blog ya, Tante. ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *