Rupa Rupa Manusia Kereta

gambar dipinjam dari sini

Saya tidak bercerita tentang rupa-rupa manusia kereta yang biasa, tapi saya bercerita tentang rupa-rupa manusia kereta yang harus memberikan nyaman kursinya pada penumpang prioritas kereta :

  • ibu dengan anak kecil;
  • manusia hamil;
  • manusia lanjut usia; dan
  • manusia penyandang cacat.

Pengamatan saya menunjukkan manusia kereta berjenis kelamin laki-laki lebih mudah memberikan kursinya untuk 4 jenis manusia kereta di atas. Entah karena malu pada perempuan sekitar atau memang nyatanya rela, saya tidak tahu.

Manusia kereta perempuan biasanya melakukan tindakan seperti ini

  • Diam saja
  • Pura-pura membaca
  • Pura-pura tidak tahu
  • Memandang-mandangi manusia kereta laki-laki di sebelahnya, kemudian meminta si laki-laki memberikan kursinya

Oh iya, gerbong perempuan di kereta itu sama sekali tidak ramah perempuan hamil. Tidak ada satupun perempuan di gerbong perempuan yang pernah memberikan saya tempat duduk. Reaksi umum yang saya terima biasanya, “Ke gerbong campur aja mbak, minta tempat duduk sama laki-laki,” begitu kira-kira.

Tapi tidak semua manusia kereta perempuan seperti itu, sama halnya dengan tidak semua manusia kereta laki-laki rela dan baik hati.

Manusia kereta laki-laki biasanya

  • Pura-pura tidur
  • Pura-pura membaca koran
  • Pura-pura bermain telepon genggam (sambil menunduk dalam-dalam

Pernah, pada satu kesempatan saya bertemu manusia kereta perempuan berhijab lebar, dijemarinya ada buku kecil alma’tsurat (kumpulan surat pendek yang diambil dari Al Quran), lalu disebelahnya ada laki-laki berkopiah, sibuk membaca koran. Saya merasa senang sekali, saya berpikir manusia-manusia dengan baju agama itu adalah manusia baik hati, saya pasti akan mendapatkan hak saya.

Tapi, Si perempuan melihat perut saya sekilas saja, lalu kembali menekuri buku kecil, 5 lalu 10 menit kemudian tidak ada tanda-tanda dari si perempuan untuk memberikan kursinya pada saya.

Hal yang sama terjadi pada laki-laki berkopiah, Ia santai saja membalik korannya dari muka ke belakang. 15 menit berlalu, manusia kopiah terlihat gelisah, mungkin (hanya mungkin) ia baru melihat ada manusia hamil di depannya. Lalu dengan wajah terpaksa, sedikit mendengus ia memberikan kursinya pada saya.

Kali lain, saya dengan perut yang membelendung berjalan ke peron, menunggu kereta yang sesaat lagi akan tiba. Manusia peron laki-laki yang sedang duduk di kursi tunggu tiba-tiba berdiri, memberikan kursinya pada saya tanpa saya minta. Hanya satu kali itu saja saya mendapatkan tempat duduk di peron, sisanya? saya musti berdiri hingga kereta masuk stasiun. Memang tidak ada bangku prioritas di peron stasiun, jadi ya dinikmati saja.

Oh iya, biasanya kalau penumpang lain tidak memberikan hak saya, saya akan meminta. Selama ini saya meminta pada mereka yang duduk di depan saya, “Mas, boleh tempat duduknya untuk saya.” Reaksinya macam-macam, ada yang buru-buru berdiri sambil minta maaf, ada yang memelototi, ada yang misuh-misuh, ada yang senyum. Apapun reaksinya, ya saya duduk saja. 😀

Pada bulan-bulan akhir kehamilan, sulit untuk saya berdiri dalam waktu lama, pernah satu saat saya mesti berdiri sepanjang perjalanan, saat itu saya mesti bertahan dengan keringat dingin, pandangan mengabur, lemas, dan kelelahan.

*kalau ada diantara kalian yang pernah diminta kursinya untuk penumpang prioritas, bagaimana reaksi Anda?

/Salam kereta!

27 thoughts on “Rupa Rupa Manusia Kereta”

  1. kalo saya sih, diminta ga diminta, begitu saya liat ada ibu2 hamil, langsung saya tawarin. terserah dia mau atau ga, saya tetep tawarin. mau itu di busway transjakarta, ataupun kereta.

    btw, Rere masih naek kereta? bukannya udah tinggal bentar lagi ngelahirin?

  2. waduh masa sih ada yang misuh2 tempat duduknya diminta sama wanita hamil? aneh banget itu orang ya… hehehe.

    btw, bentar lagi udah mau lahiran ya… semoga semuanya lancar dan sehat ya..

    salam kenal!

  3. ya karena “cover” kadang tidak bisa buat ambil kesimpulan final sebelum liat “isi”nya.Bahkan dari cerita ini pun gw baru nyadar,ternyata antar wanita pun bisa kayak gitu ya…

  4. baru mampir dari blog sebelah, saya malah kadang suka ditawari tempat duduk…tapi saya gak suka :p.
    Abisan, seringnya dikirain lagi hamil sih… padahal saya kan lagi gak hamiil.. ciih -_-”
    *menyalahkan lemak yang bertaburan di perut

  5. Aku ga pernah liat sendiri yg separah itu, tapi udah sering dengar critanya.aku sm temenku kl naik krl bawa anak biasanya malah naik gerbong biasa. Bapak2 biasanya lebih mau ngasi temoat duduk. Dan kata suamiku yg roker suka kejadian ada ibu sama anak kecil yg gadapet duduk dan kereta sesak bgt. Anak2 kecil suka pada nangis sepanjang jalan. Kasian banget :'(. Apalagi kl acnya ga nyala. Kapan ya punya transportasi publik yg reliable dan ramah bumil,orgtua,disable,sm anak kecil

  6. aku juga berjanji pada diriku sendiri, mudah ngasih kemudahan ke orang lain yang membutuhkan.
    suatu saat insyaAllah juga diberi kemudahan ketika sedang membutuhkan.

  7. In syaa allah kalau saya langsung kasi kursi ke yang lebih membutuhkan kecuali kalau memang bener2 sakit bener2 ga bisa berdiri, itu qodarulloh. Semoga kita senantiasa dilembutkan hatinya supaya lebih aware dengan orang2 yang lebih butuh tempat duduk di angkutan umum. Rasa adem di hati saat berbuat hal yang sepertinya sepele tapi sangat membantu orang lain itu indaaah banget, bonus pahala pula. Mungkin sudah banyak yang lupa ya sama rasa itu…

  8. Saya reflek berdiri mak, yang hamil kecil kaya 4 bulan kadang udah bisa saya kenali. Tau banget rasanya berdiri sambil hamil pasti pusing dan lemes. Btw mak, hikss begronnya kok item, agak kurang nyaman dibacanya *saran aja hehehe

  9. Saya pernah mak naik bis gendong anak Tangan satu pegang kursi. Ga ada tuh yg nawari duduk 🙁 karena saya gak Hamil saya masih kuat sampe turun tapi tetep aja udah nya gemeteran Tangan..

  10. iih pernah saya digituin pas di gerbong perempuan, pdhl masih benerin seabrek tas dan masih nuntun 2 bocahku, tau2 ibu2 cuma nyuruh, mbak ke ujung sana aja duduk di kursi khusus, biar duduk.. wwaaw, kenapa gak ibu aja bu yg berdiri dan ngasih duduk di situ, gak beda kan?.. hihi malah curcol.. tulisannya asik nih, setuju deh sama kamu 🙂

  11. Pasti saya kasih mba’. Tanpa diminta.
    Saya diajarkan sama lingkungan saya untuk peduli kepada mereka (manula, ibu hamil, yg membawa anak). Jadinya walau dulu blm ngerasain hamil, tetap memprioritaskan mereka.
    Btw, apakah sikap yg kaya’ gitu jg bisa dipengaruhi lingkungan? Maksudnya klo sikap cuek itu krn org2 terdekatnya (org tua, kerabat, teman) jg cuek??

  12. saya jugaaa..
    saat itu terpaksa sekali naik angkutan umum, saya hamil dan bawa anak kecil, naik bus trans*okja (katanya kota pelajar, bukan kota metropolis padahal) perut mblendung dan gendong anak kecil ya teteeep aja berdiri.. semuanya cuek baik pelajar maupun bapakbapaknya dan fyi, jalannya bus ga se smooth transjakarta.. ajut2an parah.. yasudah dinikmati saja.. hehe
    *yaaah, curhat deh* hihihii.. thanks

    1. Serem banget emang. Sekarang kayanya kalo butuh duduk mending minta baik-baik kali ya, soalnya kalo nungguin belum tentu ada yang kasi juga. 🙂

  13. Saya sih memilih tidak duduk di tempat duduk prioritas. Bukan apa2, saya rasa tempat duduk itu mestinya diduduki oleh yang memang dikasih prioritas.

    Tapi kalau duduk di tempat biasa sih, kalau ada yang perlu kursi saya kasih diminta atau tidak diminta. Bapak2 bawa balita aja saya kasih apalagi cuma ibu bawa balita

Leave a Reply to Anggara Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *