Sahabat KAI Gathering: Banyak Rindu dan Teman Baru

Saya cukup rutin pakai kereta api sejak pindah ke Jakarta pada tahun 2005 silam. Hubungan saya dengan kereta api itu mirip-mirip seperti dengan gebetan. Ada sayang, ada dendam, ada kesal, tapi tahu kalau ga bisa ke mana-mana. Sudah kadung nempel di hati.

Sekian lama bermesraan dengan kereta api, baru tahun 2018 saya diundang langsung ke acara yang KAI bikin, bermula dari undangan buka puasa bersama menjajal KA Bandara dan berlanjut ke Sahabat KAI Gathering 2018. Sejujurnya dalam hati saya tuh agak gemas, saya udah anggap KAI soulmate, eh dia hanya mengganggap saya sekadar sahabat. Patah hati akutu. πŸ™

Jadi begini, Sahabat KAI Gathering adalah event tahunan yang KAI bikin bersama sahabat-sahabatnya. Sebenarnya dibilang sahabat juga agak rancu, karena belakangan saya tahu, kebanyakan yang diundang adalah orang-orang yang cukup sering melancarkan kritik/saran ke KAI. Mereka-mereka ini, yang kecewa dengan pelayanan KAI bukannya di-block atau dianggap angin lalu, tapi malah dirangkul dan diajak bersahabat.

Banyak dari peserta adalah orang-orang yang naik kereta jarak jauh 6-8 kali sebulan untuk urusan pekerjaan,Β aktivis PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad), juga pengguna rutin komuter line. Ini penampakan sebagian besar dari kami, sebelum mulai berteman. πŸ˜€

Sahabat belum kenal
Sesi bagi-bagi souvenir sebelum berangkat
Salam dari petugas kereta, melepas KA Gajayana. Saya terharu sekali liat ini.

Oleh KAI, para sahabat digiring menuju Malang dengan KA Gajayana. Saya, yang jauh lebih sering naik kereta ekonomi ketimbang kereta eksekutif tentu saja bahagia. Ada bangku nyaman, ruang kaki yang lebar, AC dingin, selimut dan bantal wangi, juga colokan milik sendiri. πŸ˜€

Perjalanan menuju Malang makan waktu 15 jam. Cukup panjang, tapi tidak terasa karena teman jalan yang menyenangkan dan sesi foto-foto yang tak ada habisnya. ^^

sebelum berangkat, dengan sahabat yang sudah kenal.
Fatah, IG @fatahdhai, kondektur yang mau aja diajak poto-poto. πŸ˜€
kebetulan satu gerbong, kebetulan ramenya kaya pasar.

Selain kebahagiaan batin dari foto-foto, peserta juga dapat kebahagiaan jasmani. Prama-Prami KA Gajayana beberapa kali mampir ke gerbong. Saya paling suka kalau mereka datang, karena mereka pasti bawa makanan! πŸ˜€

Mamam enak di kereta

AMAZING RACE

Konsep gathering yang dibikin KAI cukup asyik. Peserta yang jumlahnya ratusan orang itu dibagi-bagi dalam grup berisi 11-13 orang untuk sesi Amazing Race ala KAI. Saya kebagian berada dalam satu grup yang namanya Kertapati. Total anggotanya ada 13 orang, dari berbagai usia dan latar belakang profesi.

Sesampainya di Stasiun Malang, tanpa mandi cuma pakai deodoran ganti baju sikat gigi, peserta dan induk-nya, (hai Kak Rilis), ditempatkan dalam satu mobil, dan meluncur langsung untuk menuju lokasi pertama Amazing Race, Jatim Park 2.

Di Jatim Park 2 kami menerima petunjuk untuk menaklukkan tantangan. Totalnya ada dua amplop dan 5 pertanyaan yang harus diselesaikan maksimal pukul 14.00 siang itu. Kebayang kan? Baru aja turun dari kereta, kurang tidur karena kebanyakan ketawa, eh mesti lari-lari bareng temen baru. Mana waktu race-nya singkat pula!

jawaban untuk clue nomor sekian
harusnya poto sama Giant Anteater, tapi dese lagi tidur siang

Hari berikutnya, Amazing Race berlanjut ke Bromo!
Berangkat jam 11 malam dari hotel menuju Bromo, tidur-bangun-tidur-bangun berkali-kali, menggigil bareng-bareng, makan pisang goreng juga bareng-bareng. Di Bromo, kami juga foto-foto demi menunaikan petunjuk. Aduh, Bromo itu cantik sekali ya. Seneng deh. πŸ˜€

SHARING SESSION

Selain seru-seruan dengan teman baru di Amazing Race, panitia gathering juga nyiapin sesi khusus untuk seru-seruan bareng pejabat KAI. Iya, karena apalah artinya senang-senang kalau tak ada oleh-oleh yang dibawa pulang kan?

Curhat soal layanan pembatalan tiket, dan langsung dibantu saat itu juga!
Kertapati usai sharing session

Pada sesi tanya jawab, sekian puluh tangan terangkat bersamaan. Saya, untungnya, jadi salah satu peserta yang mendapatkan kesempatan untuk berceloteh panjang, menyampaikan uneg-uneg dari A-Z, melepaskan sekian banyak kesal yang menumpuk dari entah berapa kali berkereta.

Bukan hanya saya yang demikian, banyak peserta lain yang curhat soal polisi kereta, soal jadwal kereta, soal kebersihan kereta, dll. Sebagian kalimat pedas, sebagian lagi mengapresiasi kerja baik yang sudah dilakukan. Pada kalimat-kalimat pedas yang dilontarkan, saya perhatikan bapak-bapak pejabat di depan, tidak lantas merah muka. Mereka kebanyakan angguk-angguk dan mencatat di kertas.

Lalu, pada setiap peserta yang bertanya, bapak-bapaknya mengucapkan terima kasih, menjawab sebaik-baiknya, dan tidak sekalipun bersikap membela diri. Hati saya hangat sekali melihat cara mereka menerima kritik. Mereka (KAI) sangat paham perubahan hanya terjadi dengan membuka diri seluas-luasnya.

Pada gathering kali ini, tamu dan KAI sama-sama membawa pulang sesuatu. Kami bawa pulang rindu, banyak kenalan baru, dan oleh-oleh sekardus, sedangkan KAI bawa pulang sekian banyak kritik dan saran yang harusnya dipakai untuk memperbaiki layanan jadi lebih baik dan lebih baik lagi. Amin!

teman baru
teman baru
Bawaan yang beranak, berangkatnya dua, pulangnya empat,

Terima kasih untuk undangannya Kereta Api Indonesia. Semoga kereta api Indonesia tidak lelah berbenah untuk kenyamanan pelanggannya. πŸ™‚

Dilepas petugas kereta dari Stasiun Surabaya Pasar Turi

/salam jalan-jalan

 

12 thoughts on “Sahabat KAI Gathering: Banyak Rindu dan Teman Baru”

  1. Tulisannya menarik, kebawa suasana beberapa minggu kemarin. Tawa, riang, canda, benci, suka, rindu…. semua tumbuh jadi SATU!!

  2. saya juga pengguna setia KAI, jaman masih busuk sampe sekarang gerbongnya yg baru desainnya kayak kaleng.. πŸ˜‚πŸ˜‚

    itu pembatalan tiket ga harus ke stasiun gimana caranya?

    1. Download KAI Access, lalu di bagian MY TRIP masukin kode booking perjalanan.
      Setelah kode masuk dan diterima, lalu klik dan scroll sampai bawah, nanti ketemu tombol pembatalan.
      Asyik banget, aku bahagia pas tau batalin tiket ga perlu ke stasiun lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *