SAMPAI KAPAN, RINDU

Jatuh cinta itu perkara misterius. Tak jelas kapan datangnya, entah kapan selesainya.

Jatuh cintanya saya juga begitu.
Jatuh.
Jatuh.
Jatuh.
Terus.
Lalu tenggelam.

Pada masa-masa waras, saat tertelan air, saya ingat caranya membuat tubuh mengambang. Cara ini membuat hidung punya kesempatan bertemu udara, memain-mainkannya sebentar di tenggorok kemudian mengirimkannya ke dada. Membuat saya hidup.

Ada saat waspada, ada pula masa lengah. Bukannya diam, saya gelagapan. Berusaha membuat diri keluar, sekali-dua kali-tiga kali, dan berakhir dengan tenggelam makin dalam. Saat itu terjadi, tentu ada yang harus ditelan, namanya kenyataan.

Jatuh cintanya saya masih sama seperti dulu.
Banyak.
Banyak.
Banyak.
Rindu.
Lalu patah.

Ahh, patah hati itu perkara misterius. Tak bosan-bosan datangnya, entah kapan sembuhnya.

/oderindu nomor 1009

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *