Sanggul Jilbab Masuk Neraka

Teman saya baru saja mengirimkan tulisan ini pada saya, diambil dari Hadist Rasulullah SAW dan Hadist Riwayat Ahmad.

“Akan muncul dalam kalangan umatku di akhir zaman, kaum lelaki yang menunggang sambil duduk di atas pelana, lalu mereka turun di depan pintu-pintu masjid. Wanita-wanita mereka (isteri mereka atau anak perempuan), berpakaian tetapi seperti bertelanjang (nipis dan ketat). Di atas kepala mereka pula (wanita) terdapat bonggolan (sanggul atau tocang) seperti bonggol unta yang lemah gemalai. Oleh itu laknatlah mereka semua. Sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita yang terlaknat ” – Hadis riwayat Ahmad, jil.2, ms. 223.

Rasulullah s.a.w bersabda:
“Dua golongan penghuni neraka yang mana aku sendiri belum pernah melihat keadaan mereka di dunia: golongan yang membawa cemeti seperti seekor lembu lalu menggunakannya untuk memukul manusia dan juga kaum wanita yang berpakaian seperti bertelanjang, menggoyangkan badan dan berlenggang-lenggok, kepala mereka ada suatu seperti bonggol di kepala unta yang bergoyang-goyang. Mereka tentu tidak akan memasuki syurga atau mencium baunya sedangkan bau syurga itu dapat dihidu dari jarak perjalanan begitu dan begini ” – Hadis riwayat Muslim.

Saya, entah kurang mengerti, entah tidak mau mengerti, jadinya tidak paham dengan dua hadist di atas. Sanggul pada jilbab, aka ciput tinggi, yang hanya serupa bongkahan kain itu, masa iya menghalangi seseorang masuk ke surga.
Tapi, untuk membantah dua hadist di atas, saya semestinya belajar banyak tentang Quran Hadist sih ya.

Ada yang pernah bilang, jangan mendebat apa yang dikatakan Al-Quran dan hadist sampai kamu bisa membuktikan sebaliknya. Caranya? Ya mengaji ke guru agama. Tentu saja hal yang satu itu, sampai sekarang belum saya lakukan, ada saja alasan saya, yang waktulah, yang belum bertemu guru yang tepatlah, yang bingung harus memulai dari manalah.

Saya, berpikir, Allah cinta keindahan. Sanggul jilbab (ciput tinggi) semacam gambar di atas akan kelihatan cantik apabila dipadankan dengan selendang yang sesuai. Wajah yang tadinya bulat akan terlihat lonjong. Pemakai ciput(selendang) akan lebih percaya diri.
Tidak semua orang cocok menggunakan ciput tinggi semacam itu (termasuk saya), tetapi bagi mereka yang cocok dan senang menggunakannya, saya rasa tidak adil surga dijauhkan dari mereka.

Sampai saat ini saya masih menganggap, baik tidaknya seseorang baiknya dinilai dari bagaimana ia memperlakukan sesama, berbicara tanpa menyakiti, bertindak melewati hak, bagaimana memperlakukan keluarga, bagaimana memperlakukan makhluk tuhan lainnya, dan bagaimana interaksinya dengan Tuhan. Iya, Tuhan yang memiliki berbagai nama itu.

/salam selendang

*gambar dikirim teman saya, entah dia ambil dari mana.

5 thoughts on “Sanggul Jilbab Masuk Neraka”

  1. 🙁 udah baca dari kemarin ini postingan tapi kmrn gak sempet komen.
    Aku Kristiani jadi kayaknya gak pas kalau beropini tapi yang pasti memang perempuannya tampak lebih cantik dengan jilbab ini dan aku mengakuri opinimu, Re.

  2. semuanya lagi2 kembali ke niat, kalau berhijab niatnya beneran menutupi dri dari segala fitnah, itu memang wajib.

    tapi untuk cuma terlihat keren2an doang begitu. ya tau sendiri toh konsekuensinya 😀
    ah mari bertanya ke yg lebih ngerti soal hadits ini

  3. Memahami hadist (dan bahkan quran sekalipun) memang harus jadi kegiatan terus-menerus dalam hidup. kan 22nya panduan. pertama baca ta’awudz, kedua baca bismillah, setan gak henti2nya berusaha menggelincirkan kita. Kl kita percaya sama Rasulullah, insyA hati semakin dimantapkan dg kebenaran. Sy juga pernah pakai, bahkan jualan inner cepol. Tp sy yakin hadist ttg kepala punuk unta tsb adl salah satu mukjzat Nabi, krn beliau belum pernah menyaksikan sdr, baru sekarang kita yg membuktikan, sbg mana ilmu-ilmu al quran dan hadist lainnya yg baru terbukti belakangan, dan msh byk yg blm terungkap.

    Setiap org yg beriman dijanjikan akan masuk surga, tp kl berdosa semua memang hrs menanggung konsekuensi dulu = neraka.

    yuuk… bareng2 belajar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *