Setengah Hari di Indocement Citeureup

Masih jam 7 pagi saat saya dan beberapa teman blogger lain berkumpul di lobby Wisma Indocement di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Pagi itu kami diundang oleh PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk. untuk mengunjungi kompleks pabrik Indocement di Citeureup.

ke Citeureup

Selain di Citeureup, Indocement mengelola pabrik di dua tempat lagi, yaitu di Kompleks Pabrik Palimanan, Cirebon, Jawa Barat dan di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan. 13 pabrik yang ada di tiga komplek ini menghasilkan semen bermerek Tiga Roda dan Rajawali.

Lama perjalanan Jakarta – Citeureup cukup pendek, sekitar 45 menit saja. Di lokasi, kami disambut Ibu Dani Handajani, Corporate HR Division Manager Indocement. Setelah safety briefing, Ibu Dani dan beberapa staf Indocement mengajak blogger berkunjung ke Sekolah Magang Indocement dan Gerakan Masyarakat Mandiri (GEMARI) binaan Indocement di Citeureup.

Sekolah Magang Indocement dan Gemari adalah dua dari banyak program corporate social responsibility (CSR) yang ada di Indocement. Kedua program ini fokus ke peningkatan kapabilitas dan keahlian, bukan berbentuk dana atau hibah. Ibu Dani bilang, sekarang Indocement mengurangi sumbangan langsung dan lebih banyak mengadakan pelatihan supaya hasilnya lebih bermanfaat dan berkelanjutan untuk penerima program.

Sekolah Magang Indocement memberikan beberapa pelatihan untuk desa-desa binaan yang ada di sekitar pabrik, seperti pelatihan mengemudi, menjahit, las, tukang bangunan, otomotif, dan operator alat berat. Setiap putaran kelas ada 20-an anggota masyarakat usia produktif yang ikut bersekolah. Peserta didik dipilih langsung oleh Indocement yang dibantu kepala desa setempat.

Sekolah Magang Indocement setara dengan Balai Latihan Kerja Indonesia yang diakui Dinas Tenaga Kerja. Setelah selesai melalui seluruh program pelatihan, peserta didik akan dapat sertifikat. Nah, sertifikatnya ini bisa banget dijadikan modal untuk mencari pekerjaan.

sertifikat sekolah magang

Kemarin, kami bertemu langsung dengan peserta didik yang sedang ikut pelatihan tukang bangunan. Satu putaran kelas pelatihan ini makan waktu bervariasi, ada yang 9 hari, ada juga yang 14 hari. Untuk pelatihan tukang bangunan sendiri makan waktu 14 hari, dengan pembagian 7 hari teori di dalam ruangan dan 7 hari sisanya praktek langsung.

materi kelas sekolah magang bidang keahlian tukang bangunan
praktek mencampur semen
praktek membuat cor-coran beton

Yang dipelajari peserta didik selayaknya tukang bangunan pada umumnya, seperti cara mengaduk semen dengan rasio air + pasir + semen yang ideal, cara membuat cor-coran beton, mengukur tinggi bangunan, hingga membangun dinding. Kemarin saya sempat lihat mereka berlatih bikin cor-coran dan mengaduk semen. Ga keliatan seperti baru belajar, kerjanya mirip-miriplah dengan tukang yang kemarin saya sewa untuk renovasi rumah.

Oh iya, kemarin di SMI kami ketemu juga dengan alumni. Ada Pak Lukman, Pak Budi, dan Pak Anton. Pak Lukman ini alumni sekolah keahlian tukang bangunan. Kalau Pak Budi dan Pak Anton alumni sekolah keahlian tukang las.

Pak Lukman, alumni SMI

Pak Lukman bilang, sebenarnya sebelum ikut sekolah magang, dia tuh udah bisa dan udah kerja jadi tukang. Keahliannya dipelajari otodidak, ga pake sekolah/les. Supaya tambah pinter, si bapak ikut lagi sekolah magang pas ada kesempatan. “Dulu tuh kerjaan susah, sekarang setelah punya sertifikat ga pernah lagi kekurangan pekerjaan, hape krang-kring terus”.

Sertifikat, kata Pak Lukman bikin orang percaya dengan keahlian yang dia punya. Sekarang si bapaknya udah jadi kepala tukang, mengorganisir beberapa orang anak buah. Pengalaman yang sama juga didapat Pak Budi dan Pak Anton. Keduanya bilang, setelah lulus dan dapat sertifikat, keahlian mereka diakui dan jadi lebih mudah mencari pekerjaan.

Lain SMI, lain pula Gerakan Masyarakat Mandiri. Kalau SMI memberi pelatihan supaya peserta didik gampang cari kerja, Gemari dibuat untuk mengembangkan minat wirausaha masyarakat di desa mitra. Di Kompleks Pabrik Citeureup, Gemari bergerak di empat bidang yaitu: pelatihan bengkel sepeda motor, pelatihan inkubator plasma sepeda motor, kerajinan tangan, dan ikan hias. Hasil produksi Gemari ini distribusi dan promosinya dibantu oleh Indocement.

gemari: bengkel sepeda motor
gemari: inkubator plasma untuk motor injeksi
gemari: kerajinan tangan
gemari: kerajinan tangan
gemari: kerajinan tangan

Saya selalu suka kegiatan CSR yang isinya pelatihan seperti ini. Ketimbang memberi uang tunai sejumlah A, yang belum tentu akan bertahan lama, lebih baik beri pelatihan keahlian tertentu supaya warga sekitar bisa menghasilkan uang secara mandiri. Keahlian yang mereka punya nantinya juga bisa diwariskan ke keluarga/teman yang berminat dan membutuhkan. Jadi, tidak berhenti di satu orang, terus berkelanjutan dan bermanfaat. 🙂

Terima kasih undangannya, Indocement. Sampai ketemu lain waktu!

/salam sekolah

One thought on “Setengah Hari di Indocement Citeureup”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *