Soal Cinta dan Hal yang Mengikutinya

Pada tangan beberapa perempuan, cinta digariskan tidak mudah.

Biar sudah mandi tiga kali satu hari, pakai bedak, semprot parfum wangi, dan selalu terlihat pantas usai mematut-matutkan diri di depan cermin setiap sore.

Cinta tetap tidak mudah.

PagiĀ datang, harapan lalu terbuka, napas mirip ombak yang terus-menerus pecah. Lelah.
Hati menunggu, selalu waspada, khawatir Tuan melirik, tak sempat terlihat, lalu kadung berlalu.
Mata celangak, menanti tatapan bersirobok. Karena toh bisa saja Tuan menyampaikan pesan lewat pandangan sekilas.

Nona bertahan, meskipun jawaban untuk semua sudah sangat jelas, seperti birunya langit usai hujan yang turun deras.
Nona menunggu, sekalipun tidak ada-bahkan sekecil butir beras- kemungkinan untuk bertaut.
Nona menanam, biarpun tanah keras macam batu, dan bahkan rumput mengerti ada tempat yang sebaiknya dihindari.
Nona bergeming, kendatipun badai berputar-putar di depan wajah, kekuatannya mematikan, dan membuat nama tinggal sejarah.

Nona berdiri tegak,
teguh menolak
semua jawaban tidak.

/ode rindu nomor tiga ribu

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *