Steak Maranggi Festival Purwakarta

Sudah pernah makan sate maranggi yang terkenal itu? Saya sudah memburu langsung sate maranggi ke tempat asalnya, Purwakarta. Rasanya memang luar biasa. Kalau tidak ingat jarum timbangan semakin jauh bergeser ke kanan, bisa-bisa saya tambah nasi beberapa kali untuk seporsi sate maranggi.

menu utama, Sate Maranggi
Sate Maranggi

Kali ini ceritanya bukan soal sate maranggi. Tapi soal steak maranggi. Jadi, Bupati Purwakarta, Kang Dedi Mulyadi waktu mengundang datang ke kotanya akhir pekan kemarin bilang, “Purwakarta butuh pilihan kuliner yang berbeda. Sate kan sudah terkenal, sekarang ini rencananya mau memajukan steak maranggi sebagai salah pilihan saat wisata kuliner.”

Steak dipilih karena diminati kaum muda. Kang Dedi, demikian ia akrab dipanggil, maunya anak-anak muda berkenan datang dan berwisata ke Purwakarta, salah satu penariknya ya itu tadi, steak maranggi.

Steak maranggi belum mulai dijual, tapi baru akan dimajukan. Supaya dikenal, sebagai langkah awal, Kang Dedi bikin Festival Steak Maranggi. Isi festival ini bukan pameran steak, tapi lomba bikin steak! Pesertanya siswa SMP dan SMP se-Purwakarta. Pelajar dipilih karena mereka ini yang bakalan jadi penerus Purwakarta pada akhirnya. Kang Dedi mau, dari awal mereka sudah cinta kotanya dan punya niat untuk memajukannya sama-sama.

Total peserta yang ikut lomba ada 75 tim. Uniknya, semua bahan masakan dan alat-alatnya harus disiapkan sendiri dari rumah. Panitia hanya menyediakan meja hidang. Oh iya, proses memasaknya juga dilakukan saat festival berlangsung, jadi keliatan tuh cara masaknya, penataan makanannya, dan juri bisa langsung icip-icip waktu steaknya baru aja matang. 🙂

salah satu steak bikinan peserta
salah satu steak bikinan peserta

Apa saja yang dinilai juri? Selain rasa, juri juga menilai bahan pembuat masakan dan plating-nya.  Chef Aiko yang jadi salah satu jurinya, waktu pengumuman pemenang titip pesan ke peserta:

  1. Steak itu dagingnya ga perlu direbus dulu.
  2. Steak itu ga perlu dikasi MSG, kalau dagingnya segar, rasanya akan manis.
  3. Plating alias penataan piringnya ga perlu berlebihan. Jangan sampai dagingnya ga keliatan karena ketutupan makanan pendamping.
  4. Porsi steak ga perlu besar, cukup 150 – 250an gram aja per porsi.
Pemenang Lomba Masak Steak Maranggi
Pemenang Lomba Masak Steak Maranggi

Soal Festival Steak Maranggi ini, ada beberapa hal yang saya suka. Walaupun festivalnya ditujukan untuk kaum muda, tapi kemasan festivalnya tetap budaya. Ga ada tuh musik impor macam rap, hip-hop, dan reggae. Sejak awal dibuka, festival ini sudah kental sekali nilai budayanya.

pengisi acara
pengisi acara

Rombongan pengisi acara ini adalah yang pertama kali menyambut kami saat datang ke area festival.

pembukaan festival

Tarian yang ditampilkan adalah tarian tradisional. Penari membawakan beberapa tarian, salah satunya dibawakan dengan kipas sate. 🙂

kopi jujur

Nah, ini yang mengagumkan. Tidak hanya memperkuat kotanya untuk urusan budaya, Kang Dedi mulai mengajarkan warganya untuk sehat secara mental. Caranya sederhana, dengan meletakkan booth “Kopi Jujur” di area festival. Pengunjung harus menyeduh sendiri kopinya dan meletakkan uang pengganti di kaleng uang yang tersedia.

i love pwk

Satu lagi, Kang Dedi juga mau anak-anak muda di kotanya tumbuh jadi generasi yang kreatif. Karena ini festival makanan, maka hiasannya dibuat dari segala sesuatu yang berhubungan dengan makanan, termasuk di dalamnya alat masak! 😀

panggung acara

Rasa cinta akan budaya ditampilkan dalam semua sudut festival. Panggung dilengkapi dengan hiasan topeng kipas, hiasan bambu, dan yang paling penting, lampion caping!
Lampion caping ini bolak-balik saya temui di Purwakarta, kalau malam lampunya hidup dan berfungsi sebagai penerangan jalan. Cantik! 🙂

Foto di pelataran Kantor Bupati Purwakarta
Foto di pelataran Kantor Bupati Purwakarta

Buat saya, Purwakarta jauh berada di atas harapan. Saya pikir akan diundang ke kota yang sumpek dan berantakan. Nyatanya kota ini layak sekali dikunjungi berkali-kali. Kotanya bersih, nyaman, suasananya asyik, dan yang penting, makanannya enak!

Kamu sudah pernah ke Purwakarta?

selfie bareng kang dedi
Mandatory selfie dengan Kang Dedi Mulyadi.

 

/salam maranggi

8 thoughts on “Steak Maranggi Festival Purwakarta”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *