Tag Archives: Bali

Garuda Wisnu Kencana, Paket Lengkap Taman Budaya

Akhir pekan kemarin adalah pertama kalinya saya berkunjung ke Garuda Wisnu Kencana Cultural Park. Sudah beberapa kali ke Bali, kunjungan ke tempat ini selalu saya lewatkan. Alasannya karena toh patung Garuda Wisnu Kencana-nya belum selesai. Jadi, sebaiknya kunjungan ditunda menunggu patung setinggi 121 meter ini berdiri tegak.

Taman Lotus Garuda Wisnu Kencana

Continue reading Garuda Wisnu Kencana, Paket Lengkap Taman Budaya

Buat Apa Susah Lari di Maybank Bali Marathon 2016?

Namanya hidup, jalannya suka ngejutin. Kadang yang udah direncanain baik-baik, dibayangin bakal seru, yakin usaha sampai, eh belakangan ga jadi. Ada yang dadakan, ga tau gimana nanti caranya, malah kejadian.

Ikutan Maybank Bali Marathon 2016 itu salah satu hal yang ga pernah dibayangin sebelumnya. Apa-apaan lari, naek tangga penyeberangan aja bawaannya pingin ngamuk sama arsiteknya, kok. Gile, ini tangganya tinggi amat, anak tangganya banyak amat, pan nyusahin!

racepack Continue reading Buat Apa Susah Lari di Maybank Bali Marathon 2016?

Tari Kecak dan Mahakarya Pulau Dewata

Bali itu semacam destinasi impian untuk semua orang. Wisatawan lokal, wisatawan mancanegara, maupun wisatawan setengah-setengah memadati Bali. Keperluannya aneka ragam, liburan, bisnis, atau mencari cinta ala-ala Julia Roberts dan “Eat, Pray, Love”-nya.

Minggu lalu, saya dan beberapa teman mengunjungi Bali dalam keperluan yang berbeda, menelusuri jejak mahakarya yang terbangun dari ratusan tahun tradisi, menelusuri Bali dengan cara yang berbeda, bukan pantai, pub, atau cafe cantik.

74df9d69-1998-4d44-af9d-332b29e8319a Continue reading Tari Kecak dan Mahakarya Pulau Dewata

Cinta Menguar dari Banjar

Pernah dengar istilah banjar? Bukan, ini bukan cerita soal Kota Banjar yang ada di Jawa Barat, tapi ini cerita soal banjar yang ada di Bali.

Banjar merupakan pembagian wilayah administratif di Provinsi Bali, berada di bawah Kelurahan atau Desa, dan setingkat dengan Rukun Warga. Di Bali, Banjar menjadi kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah.

pendeta dan banjar
pendeta dan acara adat di pura

Continue reading Cinta Menguar dari Banjar

Liburan VIP di Bali

Sejak bayi saya lahir dua tahun lalu, ini kali ketiga saya berlibur, sendirian. Apa ya rasanya berlibur sendirian, ninggalin anak, suami?

Saya mesti jujur, kalau saya senang, bahagia. Mengasuh anak itu menyenangkan, sekaligus melelahkan. Istirahat sejenak itu bikin segar. 😀

—–

Eh, emang abis liburan ke mana, Re?

Abis liburan ke Bali, bareng XL. Dua bulan lalu ikutan kontes banyak-banyakan belanja di XLStore.

MyXLStore

Kemaren itu saya belanja RBT beberapa kali, belanja paket internet, terus ada beberapa aplikasi lain. Totalnya ga ingat, ga dihitung.  Syukurnya menang dan dapet hadiah utama, jalan-jalan ke Bali.

Terus?

Berangkat ke Bali naik pesawat jam 08.00 pagi, sampai di Bali sekitar jam 10 lewat, duduk sebentar tunggu peserta dari kota lainnya. Oh iya, ini yang berangkat memang cuma 4 orang saja, berbeda kota semuanya. Saya dari Jakarta, sisanya ada dari Surabaya, Makassar, dan Banjarmasin.

Karena tak kenal satu orangpun pemenang sebelumnya, saya agak kuatir acaranya akan jadi semacam garing. Wajar kan, ya? Saya lumayan mudah bergaul sih, tapi ya kuatir sedikit boleh dong, ya.

Ternyata oh ternyata, 3 pemenang lainnya saling kenal, lho. Terus mereka masih muda-muda semua. Hehe. Asiknya jalan sama anak-anak muda adalah, saya dipikir masih muda juga. “Mba umurnya paling 23, ya?” trus saya ngakak dong, kesenengan. 😀

sampai bandara

Asiknya jalan berempat adalah, panitia dari XL nya jadi baik sekali ke peserta. Tanya apa aja, dijawab. Mau kemana aja, dianterin. Super.

Hari menjelang siang, saatnya makan dong, ya. Makan siangnya di Finn’s Beach Club. Finn’s itu pantai private yang kerennya luar biasa. Lokasinya di Uluwatu.

finns

Finns ini ada di dalam komplek yang luas. Di dalam kompleknya itu ada pantai, villa, ada tempat buat kawinan juga. Untuk menuju Finns, kita mesti turun pakai elevator. Elevatornya di tebing gitu, kita bisa lihat pemandangan sekitar.

Tekeluk gambar di bawah

elevator

Itu, tepat di belakang saya, ada garis putih memanjang adalah rel elevatornya. Seru!

——

Habis dari Finns, tujuan selanjutnya adalah ke El Kabron. Tapiii, karena belum terlalu sore, kami main-main dulu ke pantai Padang-Padang.

Menuju pantai padang-padang ini lumayan butuh perjuangan. Ada banyak anak tangga yang mesti dijalani. Pas udah sampe, baru keliatan kalo pantainya rame sangaaattt, itu pasir isinya orang rebahan semua.

Ada bayi lucu yang sibuk main pasir. 😀
cute baby

Puas liat abang-abang yang – bisepnya keren, punya perut sixpacks, muka tampan – sibuk berjemur, (Mohon maaf, fotonya tidak ditampilkan, hanya untuk konsumsi pribadi :p), kami lanjut ke El Kabron, Spanish Resto yang ada di wilayah Pecatu.

Di El Kabron ini ada 3 pilihan tempat duduk. Table, Pool Side Sofa, dan Golden View Sofa. Kami dipilihkan tempat duduk paling yahud di El Kabron. Golden View Sofa, paling depan, paling ujung, paling dekat laut. Tempat duduknya dari bantal besar, di bawahnya langsung pasir. Ada meja kecil untuk taruh minuman. Cantik. 😀

Gambar dari web El Kabron
Gambar dari web El Kabron

Niatnya sih bakalan santai sampai habis matahari terbenam aja. Nyatanya, mataharinya udah terbenam dari kapan tau, kami masih aja rebah-rebahan lucu. Liat bintang, makan, liat bintang, minum. Sangking enaknya, saya sempet tidur lima menitan juga kayanya. 😀

—–

Pulang

Udah cape, udah kenyang, saatnya pulang. Pulang kemana, Re? Pulang ke Sheraton Kuta, kak.. *melet*

Kamar hotelnya bagus, pas kepala udah nyentuh bantal, terus kepikiran kalo besok ga pingin kemana-mana, mau tidur aja di hotel seharian. Sambil nonton tipi, makan kacang, telpon pacar. *hihihi*.

——

Udah, gitu aja, Re?

Gak, dong. Hari ke-2 di Bali jadwalnya adalah main air! Kakak panitia udah pilihkan sea walker untuk kami. Sea Walker itu masukke air sekitar 6 meter dalamnya, tapi gak pake alat selam. Jadi yang dipakai itu semacam helm. Helmnya berat, menutup kepala hingga bahu, tapi bagian bawahnya terbuka.

Hebatnya, air ga masuk ke dalam helm karena ada tekanan oksigen yang dialirkan ke helm dari mesin di atas kapal. Jadi, bisa bernafas seperti biasa, kalo pake make up juga make up + rambutnya ga acakadut. Tetap nge-hits, gitu loh. Sea Walker itu sekitar 30 menit. Setengah jam yang ga kerasa. *mau lebih lama* 😀

Beres Sea Walker, saya masih lapar main. Jadi nambah main parasailing lagi, deh.

watersport

——

Beres main air, lanjut ke Forest Monkey, Goa Gajah, dan Jimbaran.

3

——

Toko Oleh-Oleh Krisna  

Sebelum berangkat ke Krisna malam itu, saya sudah bolak-balik mengingatkan diri sendiri. Jajan secukupnya aja, beli kacang aja ga usah beli yang lain, di rumah banyak baju ga usah beli baju baru, dll.

Tapi, saya gagal dengan sukses.

Setengah dari belanjaan saya beli atas nama “anak”, seperempat bagiannya saya beli atas nama “suami”, seperempat sisanya saya beli atas nama “ahh, nanti juga perlu.” 😀

——

Esoknya, sebelum pulang, kami makan-makan dulu di Warung Made.

nasi campur
The famous Nasi Campur Spesial ala Made

Note : Perjalanan ini pastinya akan lebih menyenangkan kalau ada kamu, tampan. *merayu* *biar besok dikasi ijin kalo mau jalan-jalan lagi*

——

/Salam Bali, salam Hepi!