Tag Archives: cinta

Perempuan yang Menunggu Kencan

“Dia tak memberi kabar,” kata perempuan itu.

Kemarin, dia terdengar begitu bersemangat waktu mengabari kami. “Aku ada kencan.”

Kubayangkan pipinya memerah tomat, matanya cerah berharap.

Aku rasakan debaran di jantungnya.

“Sudah setahun aku suka dia.”

Lalu, bukan hanya dia yang bersemangat, tapi juga aku.

Menunggu penuh harap pada cerita yang nanti akan dibawanya pulang dan dibagikan pada dunia.

—-

Sabtu pagi tadi, hidupnya masih penuh harapan.

“Doakan lancar,” kata dia.

Asal dia tahu, aku bukan hanya mendoakan kencannya nanti lancar,

tapi, kuharapkan juga si lelaki akhirnya sadar, dan menjadikan perempuan itu pacar.

Hatiku berdebar kencang, pun bukan aku yang diajak kencan.

—-

Aku merangkai bunga manis di pikiran, berharap nanti seperti demikianlah yang terjadi saat si perempuan kencan.

Tapi, sabtu sudah habis setengah.

dan, perempuan itu masih di rumah.

—-

“Sudah biasa, sudah setahun aku dibuat begini sama dia.”

dan, dia masih menunggu.

Memupuk harap.

Serupa petani pada hujan saat lahan kerontang.

—-

“Tak apa, aku sudah terbiasa.”

Duhai perempuan, aku tak bisa meredakan duka, menghapus kecewa.

Yang demikian memang harus kau telan, kau bungkus rapat-rapat.

—-

Kejar cintamu, sampai kakimu melambat.

Jika nanti dia tetap tak melihat padamu, mungkin memang bukan dia.

Mungkin memang bukan dia, yang pantas lekat.

—-

Lagu Bunuh Diri

Lagu bunuh diri sementinya dihentikan peredarannya. Si pembuat lagu tidak pernah memikirkan efek jangka panjangnya pada pendengar.
Diputar berulang, makin ingin bunuh diri, loncat ke sungai kemudian romantisku.

Tak tahu dia, mati ya mati saja. Mati demi cinta, sudah haknya romeo dan juliet. Jika mampu membuat kisah lebih tragis dari mereka, maka bolehlah namanya masuk sejarah.
Jika tidak, maka siap-siap, sudah mati masih dibodoh-bodohi.

Masih ingin bunuh diri? Coba mengaca sebentar, tanyakan pada diri, jujur.
Apa iya, kalau mati, dia yang terus dirundungi itu akan bersedih?
Haha, jangan harap.

Mereka yang sudah kawin, anak selusin, ditinggal mati, besoknya saja bisa kawin lagi
Lalu kamu, berharap si dia akan mengingatmu selamanya, menyesal telah menyakiti hati.
Gelap! Gelap!

Terlalu panjang harapmu kawan, sekali lagi berkacalah.
Tarik nafas, terima nasibmu.

Masih ingin bunuh diri?
Sudahlah, jangan menyusahkan orang.

/lagupatahhati

Derai Agustus

Derai agustus, sepi tanpa putus.
Dimana kamu Johanus, padamu kutitipkan sebagian nafasku.

Kecup basah, dekapan erat, bisikan lembut di telinga.
Aku mencintaimu, sungguh.

Lalat pun berdekapan, Johanus. Maka sudah sewajarnyalah kita bersama.
Tak lain tak bukan, selalu demikian, berpanjangan.

Gelap di luaran, Johanus. Pada saat demikian, betapa perlindunganmu kuharap.
Peluk ketat, ciuman hangat. Air mataku membasahi ubin, sudah.

Hujan turun satu-satu, gelisah terasa, berapa kali aku harus memanggilmu,
Hadirlah, Johanus. Hadir disini.
Ceritakan padaku, tentang segala yang membuatmu tertawa di luar sana.

Gelakmu indah, Johanus. Ingin aku menyumpal mulutmu lekas dengan bibirku.
Kutelan gelakmu, dan kuperdengarkan saat rindu mulai menguap lewat kepalaku.

Duhai Johanus, jika kelak kita berjumpa, ingatkan aku untuk mengambil sebagian nafas yang kutitipkan, dulu.
Sesak aku, tanpamu.

/untukmu johanus, derai agustus berlagu

Apa Jadinya Aku, Tanpa Kamu

Tak perlu berpikir, mari kita jalani, sampai nanti
Kelak, jika terlalu dipikir, kenyataan senyata-nyatanya belalang berwarna hijau akan menyeruak.
Perlukah adanya kita, jika sendiri pun dunia akan berjalan wajar saja.

Sekuat batu sungai, sehitam batu sungai, seramai ilalang, demikian duniaku.
Lalu, perlukah adanya kita?

Pikiran muncul hilang timbul, sesaat kuat sesaat selemah lidi sebatang.
Adanya kita apakah membuat pelangi tambah cantik gemerlapan.
Jutaan manusia bercinta, apa guna?

Sebentar kuat, sebentar lemah
Memandangi foto di tangan, air mata semerta merebak, jatuh lancar.

Gelisah, seiring lagu rindu menyeruak.
Apa jadinya aku, tanpa kamu?

Sekian tahun bergandeng bersamamu, kawan.
Apa jadinya aku, tanpa kamu?

Terima aku selamanya, kawan
Apa jadinya aku, tanpa kamu?

/