Tag Archives: indonesia

Cinta Menguar dari Banjar

Pernah dengar istilah banjar? Bukan, ini bukan cerita soal Kota Banjar yang ada di Jawa Barat, tapi ini cerita soal banjar yang ada di Bali.

Banjar merupakan pembagian wilayah administratif di Provinsi Bali, berada di bawah Kelurahan atau Desa, dan setingkat dengan Rukun Warga. Di Bali, Banjar menjadi kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah.

pendeta dan banjar
pendeta dan acara adat di pura

Continue reading Cinta Menguar dari Banjar

OUKUP, Spa Rempah Khas Karo

2

Tau Aphrodite?

Aphrodite adalah dewi kecantikan, keindahan dan asmara yang mengurus perasaan sukacita, dukalara, kebahagiaan maupun kekecewaan dalam cinta. Ia melindungi semua orang yang menyadari arti cinta sesungguhnya dan binatang kesayangannya adalah burung merpati, karena sejak lahir burung ini selalu berpasangan sampai ajalnya tiba.

Aphrodite digambarkan sebagai gadis yang luar biasa cantik, sering digambarkan telanjang, dengan tubuh yang maha sempurna. Untuk memelihara kecantikannya juga menjaga kekuatan gairah seksual yang besar, konon Aphrodite menggunakan rempah-rempah.

Kesempurnaan Aphrodite ini kemudian sebisa mungkin ditiru perempuan-perempuan pada jaman dahulu. Ratu Cleopatra menurut sejarah sering menggunakan dedaunan dan bunga-bungaan untuk mandi. Karena mahalnya rempah-rempah, sungguh sulit menggunakannya sebagai tambahan air mandi. Sebagai gantinya, rempah-rempah dihaluskan lalu dibalurkan ke bagian-bagian tubuh tertentu sebagai wewangian.

Lain dulu, lain pula sekarang. Jika dulu rempah-rempah begitu sulitnya digunakan dan penggunaannya pun mesti dihemat, saat ini rempah-rempah cukup mudah kita temui dan harganya pun murah.

—————————————————————–

Manusia jaman sekarang, apalagi yang kerjanya aduh-aduhan beratnya pasti suka cari jalan buat bikin badan rileks lagi, kan ya?

Mau rileks, caranya macem-macem. Ada yang suka ke salon, ada yang suka nonton, ada yang suka karaoke, ada juga yang suka dipijet. Nah, buat yang punya anggaran berlebih buat bikin badan seger lagi, bisa pilih spa.
Saya pernah spa, satu kali aja, waktu mau nikah. Abis itu, uhm agak-agak mikir kalau mau spa, karena harus keluarin uang lumayan besar.  Hehe..

Waktu cerita ke mamak kalau saya bayar Rp 300ribuan untuk spa, mamak malah ngetawain keras-keras. Mamak parah ihh, anaknya cerita malah diketawain..
Kata mamak, kalau mau sauna dan dipijet mah ga perlu bayar mahal, bisa ke OUKUP alias mandi uap alias SPA KHAS KARO aja.

Hah, spa khas Karo?

Iya, beneran.. Spa itu ga cuma ada di kota-kota besar aja lho, kak. Ada juga di kampung-kampung, kayak di tanah Karo gitu, deh.

OUKUP kata mamak, dulunya dibikin di rumah-rumah, khusus untuk ibu-ibu muda yang baru melahirkan. Ibu-ibu muda ini diwajibkan OUKUP untuk perawatan, mengeluarkan keringat, melancarkan peredaran darah, menghilangkan bau badan serta lemak di dalam tubuh.

Bentuknya OUKUP itu kaya apa sih, Re?

rempah oukup.  gambar pinjam dari sini
rempah oukup.
gambar pinjam dari sini

Saya cukup beruntung, bisa lihat dan coba langsung proses OUKUP rumahan.  😀
Jadi, mamak sediakan panci yang diisi air, pancinya diisi dengan berbagai macam rempah, jumlahnya puluhan macam. Panci isi rempah itu direbus setelah mendidih, diangkat. Di tengah ruangan, udah disediakan kursi, lalu di bawah kursi letakkan panci isi rempah mendidih tadi.

Ilustrasi Oukup, gambar pinjam dari Gaya Spa.
Ilustrasi Oukup, gambar pinjam dari Gaya Spa.

Saya duduk di atas kursi, trus ditutup pakai selimut. Uap panas pun mengepul, membawa saripati rempah ke seluruh permukaan tubuh. Bentuknya persis seperti sauna gitu, cuma karena ini rumahan ga ada ruangan khusus.
Mandinya berapa lama? Sekuatnya, 15-30 menit lah. Sampai badannya basah berkeringat dari ujung rambut sampai ujung kaki. 🙂

Rasanya gimana? Duh, enak banget. abis OUKUP badan jadi segar, trus wangiii.. 😀

Bikin OUKUP rumahan memang lumayan ribet. Mesti cari rempah dan selimut. Hehe. Kalo sekarang sih ga perlu gitu lagi, kalo pingin nyobain OUKUP bisa datang langsung ke tempat yang sediain layanannya.

Selain di daerah asalnya-Medan, OUKUP memang ga begitu populer, berbeda dengan spa (baik tradisional maupun modern). Saat ini, ketimbang pilihan untuk relaksasi, OUKUP masih dianggap terapi untuk pengobatan berbagai macam penyakit, seperti penyakit gula darah, rheumatik, asam urat, alergi dan sesak nafas.

Mau tau rempah-rempah apa yang dipake untuk OUKUP?

Bahan Rempah Oukup
Bahan Rempah Oukup

Oukup ini udah ada dari jaman duluu, udah diturunkan ratusan tahun lamanya, dari generasi ke generasi.
Kalau liat dari bahan rempah yang dipakai, udah kebayang kan besarnya manfaat OUKUP? Satu macam rempah aja bisa bikin badan segar dan sehat, apalagi banyak rempah yang digabung jadi satu. Bisa-bisa ga cuma sehat, tapi juga jadi mulus dan cantik kayak Cleopatra. ^^ (ngarep!)

Mau OUKUP? Ga usah jauh-jauh ke Medan, OUKUP juga udah ada di Jakarta. Nanti, kalau udah nyobain share juga pengalamannya ya, kak.. 🙂

—————————————————————–

Dulu, ratu-ratu dan bangsawan Eropa mesti berhemat kalau mau pakai rempah, karena rempah itu masuk komoditi barang mewah banget!
Sekarang rempah bisa didapetin dimana aja, gampang, dan murah. Ga cuma buat masak, bisa juga dipake buat perawatan badan. Salah satunya ya kayak spa khas Karo tadi itu.. 🙂

Cleopatra aja suka rempah, masa kita nggak?

Yuk, mandi rempahnya, kakak.. ^^

 

/Salam rempah

NB : Omong-omong ini saya tiba-tiba cerita rempah karena lagi hadir di acaranya Mahakarya Indonesia. Tahun ini, Mahakarya Indonesia ambil tema Gemah Rempah Mahakarya Indonesia. Keren banget ya, temanya. ^^

Blog ini saya ikutkan di live writing competitionnya. Doakan menang yah. ^^

Bareng Mba Nunik
Bareng Mba Nunik

Bebek Belur Film Indonesia

foto dari cineplex.com

Pertama nonton film ini, sebenernya kepala saya sudah tidak berharap apa-apa, saya sudah keburu kaciwa dengan film Indonesia. Pernah, dalam satu kesempatan saya ke satu sinema di kawasan Blok M, yang tersedia hanya film Indonesia, 4 layar film Indonesia semuanya. Tiga layar di sinema itu menampilkan tokoh-tokoh dari keluarga hantu semacam, pocong, tuyul, dan kawan-kawannya, satu layar lagi akan menampilkan film yang cukup kontroversial. “ada adegan pijit-pijitan di film ituh”

Oke, saya sudah dewasa, tak ada salahnya nonton film pijit memijit bukan? Hehe.. hasilnya? Pijit memijit disensor, dan saya kecewa pol dengan filmnya.

Berdasarkan pengalaman maka saya anggap wajar saja kalau saya memasang tingkat kepuasan di tingkat terendah saat akan nonton film Bebek Belur malam itu. Karena ekspektasi saya rendah, saya pastikan akan menikmati fim tanpa marah, dan kaciwa.

Perlahan film mulai, ceritanya tentang laki-laki tua, buncit, beruban, dan sudah beristri dari kampung cibebek. Bapak tua ini jatuh cinta pada kembang desa di kampung sebelah, sangking cintanya si bapak sampai mengganti nama dan status. “saya duda,” kata dia. Ibu si gadis, yang mata duitan menerima si bapak dengan tangan terbuka, si anak kelihatannya nunut saja.

Dalam film ini, digambarkan dunia memang nyatanya seperti daun kelor, tokoh yang satu ternyata mengenal tokoh yang lain, tokoh yang lain itu mengenal tokoh yang lain lagi. Nah, tokoh-tokoh itu, yang berkenalan belakangan akhirnya bersepakat menolong laki-laki, pacar si kembang desa, yang berpotensi besar ditinggalkan sang pacar demi si bapak tua.

Keseluruhan, film ini cukup menghibur. Kelasnya jauh di atas film “pijit-pijit Kontroversial” yang saya ceritakan di atas. Layak tonton, pemain film kawakan bertebaran di mana-mana. Oh iya, jangan menebak akhir ceritanya, nikmati saja. 😀