Tag Archives: jakarta

POP! Pasar Baru dan Pojok Cantik untuk Berfoto

Apa yang lebih menyenangkan ketimbang datang ke hotel lalu ketemu banyak pojok cantik untuk foto-foto? Di eranya Instagram, Steller, dan Vlog, gambar-gambar dan spot foto cantik pasti diburu. Kan ya, ya kan. ^^

Nah, akhir pekan kemarin saya dan beberapa blogger lainnya diundang untuk seru-seruan di POP! Hotel Pasar Baru yang baru aja launching pertengahan Juli lalu.  Apa bedanya POP! Pasar Baru dengan yang lain? Yuk mari dilanjutkan bacanya. 🙂

Continue reading POP! Pasar Baru dan Pojok Cantik untuk Berfoto

Warna Warni Cahaya, Ancol

Jakarta punya objek wisata yang jadi incaran. Lokasinya ada di utara kota Jakarta dan merupakan kawasan wisata pantai yang dilengkapi dengan permainan terkomplit di Indonesia. Yuk main tebak-tebakan. Apa tuh ya nama tempat wisatanya!

Ites! Dapet seratus deh… Nama tempat wisatanya itu adalah Taman Impian Jaya Ancol. Taman Wisata Ancol ini lumayan terkenal dengan wisata pantai dan wahana permainannya.  Ancol sering pula dijadikan lokasi perayaan pergantian malam tahun baru. Saya pernah tuh datang pas malam tahun baru, seru sih liat kembang apinya. Maksimal! Continue reading Warna Warni Cahaya, Ancol

Apa-Apa Jakarta!

Hampir 10 tahun sejak saya pertama kali memutuskan tinggal di Jakarta. Waktu itu masih jadi remaja yang kiyis-kiyis, belum lagi tamat kuliah, sudah memutuskan di dalam sini, iya di dalam sini *nunjuk hati* kalo bakalan jadi satu dari jutaan orang yang menuh-menuhin Jakarta tiap harinya.

Jakarta itu harapan. Kebebasan!

Saya sih cinta mati sama Jakarta. Dibanding dua kota yang pernah saya tinggali cukup lama lainnya, Medan dan Lampung.
Jakarta itu, apa-apa ada, apa-apa mudah. Angkutan ada sampai tengah malam, makanan juga.

Jakarta mahal? Uhm, mahal atau nggak ya tergantung gaya hidup sebenernya. Kalau di rumah, biaya belanja harian sekeluarga saya itu Rp 50ribu, sudah termasuk buah. Kalau ke luar rumah bisa lebih banyak karena ada ongkos transport segala.

Jakarta itu surga belanja! Ada Tanah Abang, ada Thamrin City, ada Cipulir, Mangga Dua, dll. Semua-muanya gampang diakses, asal punya duit aja sih *lirik dompet kosong*. ^^

Jakarta kasi saya kesempatan punya teman baru, kerjaan baru, kesempatan baru.

Ga enaknya Jakarta? Kalo mesti kemana-mana, saya mesti siapin waktu yang panjangnya ampun-ampunan. Misal nih ya, janjian jam 2 siang, saya mesti udah jalan dari jam 10 pagi supaya ga telat. Macet di mana-mana. Pasti asik deh kalo Jakarta ga semacet itu.

Banjir? Sampai sekarang saya belum pernah, dan semoga ga akan kebanjiran. Tapi, ya sama aja boong kalo saya ga kebanjiran tapi akses kemana-mana ketutup banjir. Hehe..

Harapannya, Jakarta ga banjir lagi, macetnya berkurang, ga ada sampah kegeletak di mana-mana. Trotoar enak dipake buat jalan kaki.

Banyak ya PR-nya Pak Ahok, hehhee…
Ya gitu deh, Pak..

Viva Jakarta!
Hidup Ahok!

/Selamat Ulang Tahun Jakarta ke-487

Alicia Keys Jakarta : Performa dan Penari Seksi

Yay, bahagia sekali bisa lihat langsung konser Alicia Keys di Skenoo Hall, Gandaria City minggu lalu. Konser mulai hampir jam 9 malam dan selesai menjelang jam 11 malam.

Sejak dibuka, panggung tidak pernah kosong, ada saat Alicia menghilang dan dua penyanyi latarnya yang suami istri menyanyi, dan yaaaa jangan bayangkan suara sumbang, karena mereka bernyanyinya bagus sekali. Terus ada tamu kecil yang sempet naik panggung juga, Egypt Daoud Dean, anaknya Alicia & Swizz Beatz. 🙂

gambar pinjam di sini
gambar pinjam di sini

Konser di Jakarta ini masuk ke rangkaian tour Alicia keliling dunia, “Set the World on Fire Tour” .

Total ada 20 lagu yang dinyanyiin live, diantaranya ada lagu-lagu hitsnya, “Fallin”, “No One”, “If I Ain’t Got You”, “A Woman’s Worth”, “When It’s All Over”, “Unbreakable”, “Brand New Me”, “New Day”, “Listen To Your Heart”, “Try Sleeping with a Broken Heart”, dan “Girl On Fire”.

Serunya, di konser ini Alicia ga cuma nyanyi tapi juga main piano, keyboard kecil, dan joged bareng dancers. Sepanjang konser itu suara si Alicia tetap keren, lho. Padahal kan ya kalau karokean, 3 songs in a row aja sukses bikin suara serak-serak ilang. 😀

Sepanjang konser, bajunya Alicia cuma satu itu, baju ketat biru metalik ada bagian tranparan yang ngeliatin cleavage sama legging item, plus belt. Di ujung konser, baru dia ganti baju dengan dress ungu yang cantik.

gambar pinjam di sini
gambar pinjam di sini

Selain suaranya Alicia yang uhuy, saya juga terpuaskan lahir batin ngeliat perform empat penarinya yang uhuk punya! Satu cowok keren aja bisa bikin saya meleleh, gimana kalo empat, coba? Mulut kayak ga bisa ditutup, mangap lebar, duhhh otot otot itu..

Bayangkan! Bayangkan!

gambar pinjam dari sini
gambar pinjam dari sini

Nah, ini momen favorit saya di konser kemarin, waktu Alicia nyanyi lagu Unthinkable (I’m Ready). Alicia nyanyi sambil main piano, terus badannya meliuk-liuk ikutin nada dari piano, berpunggungan ada dancer yang ikut menari. Seksi!

Sepanjang lagu itu badan saya seakan melayang entah ke mana, saya seperti terbang, orgasmic moment!

Gambar dari sini.
Gambar dari sini.

Sayang sungguh sayang, saya tak terpikir sama sekali untuk rekam momennya. Otak saya kasi perintah ke mata untuk melahap habis pertunjukan, lupa kasi perintah ke tangan untuk hidupin tombol rekam di handphone. *hiks*

—–

Oh iya, kemarin sempat ketemu @hanashahab waktu konser, ketemu dengan @lisadepe juga. Sayang sama Depe ga sempet ngobrol lama. 🙂

Ketemu Hana!

Ketemu Hana!

Asiknya, sebelum dan sesudah konser disediain Magnum Infinity gratis di Magnum Lounge. Bebas ambil sepuasnya, semaunya. Aaakkk, mau lagi!

Magnum Infinity itu varian terbarunya Magnum, coatingnya pakai Tanzanian Chocolate, rasanya kayak dark chocolate gitu, terus dalemnya rasa coklat karamel. Menurut saya sih lebih enak daripada varian yang lain.

Magnum Infinity
Magnum Infinity

Mmm, itu dresscode-nya untuk konser memang Fuschia, sewarna dengan Magnum Infinity. Saya sengaja beli jilbab baru warna fuschia. Lihat-lihat, ga cuma jilbab, jerawat di pipi juga warnanya fuschia. Ayey!

—–

Terimakasih Alicia, terimakasih dancers seksi, dan terimakasih juga Magnumnya!

/salam fuschia

 

Ketika Rasa Aman, Dongeng Belaka

Berita seliwar-seliwer di twitter, ada berita baik, ada pula berita buruk. Entah kenapa yang nyantol kuat di otak saya adalah berita buruk. Salah satunya adalah penodongan di Jalan Sudirman. Dua-Tiga tahun lalu, saya pernah kecopetan. di kopaja 502 dari arah tanah abang.

Sama sekali tak terlintas di pikiran, kalau saya menjadi incaran pencopet. Saat itu saya duduk di bangku panjang, paling belakang. Lalu dua lelaki naik dari sekitaran Tugu Tani, tak lama kemudian. Saya sesekali mengambil handphone untuk membalas sms yang masuk. Setelahnya handphone saya masukkan kembali ke tas.

Tujuan saya sudah dekat, saya pun berdiri, mendekat ke pintu. Dua lelaki yang naik belakangan ikut berdiri di belakang saya. Lalu, persis saat turun, saat saya memindahkan tangan dari tas dan berpegangan ke pintu kopaja, saat itu pula si copet beraksi.

Dua kaki saya jejakkan ke trotoar, dan perasaan saya tidak enak. Mata tetiba melirik ke tas, dan owalaaa, sudah terbuka dia, saudara-saudara. Kopaja masih jalan pelan usai saya turun, saya berteriak meminta kopaja berhenti. Sekejap berhenti, si kopaja meraung, kabur secepatnya.

Bajaj yang lewat saya teriaki, saya menumpang bajaj, mengejar kopaja, dan sudah pasti, tentu saja bajajnya kalah. 🙁

Paska pencopetan, sampai berbulan kemudian, saya tidak berani menggunakan kopaja lagi. Terpaksa menambah anggaran transportasi untuk ojek.

Pencopetan itu meninggalkan bekas yang cukup dalam di hati dan pikiran saya. Bukan masalah handphone yang hilang, tapi rasa aman yang menguap bersama si handphone itu. Saya yang biasanya berani menyapa teman seperjalanan-sebangku di angkutan, kini duduk diam, memandang curiga pada setiap orang.

Pegangan pada tas makin saya kuatkan, saya sanggup menahan kantuk, menjaga mata nyalang selama perjalanan. Jika tidak benar-benar diperlukan, handphone, dompet dan barang berharga lainnya tidak saya keluarkan. Siapkan uang sekedarnya untuk ongkos.

Lelah, dua kali lelah. Lelah menghabiskan waktu di perjalanan, dan lelah pula mencurigai setiap orang di sekitaran.

Berita penodongan itu menguak kembali rasa takut saya. Dalam seminggu ini, tiga hari saya keluar rumah, dan tiga hari pula saya gemetar, ketakutan. Saya kebingungan, harus memilih angkot yang sepi, atau angkot yang ramai. Saya memandangi tangan-tangan di metromini, saya lelah.

Rasa aman, cuma dongeng, buat saya.

/salam

Petang Jakarta

sudah lama saya disini
selama ini, yang keluar dari bibir seksi,
cuma caci.

sudah lama saya disini
selama ini, yang keluar dari tubuh
cuma keluh, ditambah peluh

sudah lama saya disini
selama ini, yang terjadi setiap hari
cuma berlari tak henti, mendului mentari.

sudah lama saya disini
kali ini
saya jatuh
terduduk
memuji

jakartaku, cantik sekali.

/april2010