Tag Archives: paris

Mengenang Paris

Paris adalah perjalanan pertama saya ke luar negeri. Hanya tiga hari memang, tapi perjalanan ini akan selalu saya kenang. Kadang, tak sadar saya tersenyum sendirian, kala sepotong ingatan datang numpang lewat di kepala. Ada salju, baju winter yang cantik, abang-abang Paris yang super ganteng, MRT yang gak pake lelet, dan croissant di mana-mana. 🙂

Kemarin saya sempat ga percaya waktu ada beberapa teman yang menyarankan supaya saya hati-hati selama di Paris. Katanya, selain banyak pencopet, disana juga banyak yang suka menipu pendatang. Masa sih? Iya! Gini nih, awalnya, saya pikir normal saja saat ada yang bertanya di jalan. Tapi di Paris sepertinya musti hati-hati deh. 🙂

“Do you speak English?” kata ibu-ibu berkerudung.
“Yes!”
Lalu dia menyodorkan sehelai kertas untuk saya baca. Isinya kurang lebih minta uang karena dia butuh untuk A, B, C, dan D.

Tadinya saya pikir mereka muslim (karena berkerudung). Tapi ada komentar di tripadvisor.co.uk dan flyertalk.com yang bilang mereka gypsy yang memang kerjanya mencari uang dengan memanfaatkan turis. Penampilan mereka bisa dilihat di link ini.

——

Sehari sebelumnya, saya sempat menyapa satu orang di peron MRT. “Do you speak english?” Tapi, orang yang saya sapa buru-buru pergi sambil menengok saya lewat ujung mata.

Belakangan saya baru sadar, ada beberapa kemungkinan. Mungkin penampilan saya yang berkerudung yang membuat saya ditolak, memang dia ga mau berbicara dengan orang asing, atau dia memang ga bisa bicara bahasa Inggris.

Baiklah, lupakan. 😀

 

——

MENGENANG PARIS

Bulan lalu, sebelum saya berangkat ke Paris, teman saya @venniem bilang : “Ambil foto yang banyak!” Saya, tentu saja dengan senang hati menuruti saran tersebut. Total ada sekitar 500 foto yang saya ambil. Begitu cantiknya Paris, sampai tiap sudut saya potret. *nyamar jadi tukang foto profesional. 😀

Jadi, ini dia oleh-oleh dari saya. Enjoy Paris!

EIFFEL

Eiffel dari dekat itu ga terlalu cantik sih, persis kerangka besi aja. Tapi jangan tanya betapa senangnya saya ketemu besi tua inih. *pegangin dada

P1000608Indah, kan?

Itu kenapa kami dengan senang hati nungguin lampu Eiffel nyala sempurna. Aduh, aduh, sambil ngetik ini perasaan saya berdebar ga karuan. :’)

LOUVRE

P1000144

Ini adalah pintu masuk Muse de Louvre. Perlu diperhatikan, Louvre itu bukan main luasnya saudara-saudara! Kemarin cuma punya waktu satu jam, kejar-kejaran mau ke Eiffel.

Karena waktunya sedikit, jadi diputuskan untuk cari Monalisa aja. Jadi kebayang kan jalannya cuma kayak liat kanan-kiri sambil agak lari. 😀

VERSAILLE

P1000281

Spot favorit saya di sekitaran Versaille. 😀

P1010776

Dalamnya Versaille banyak patung-patung. Cakep, ya. 🙂

KOTA PARIS

Paris itu seisi kotanya cantik. Gedung-gedungnya bagus, senada.

P1010650 P1010636 P1000972 P1000237 P1000236

Kemarin selama di Paris sebenernya saya agak kesulitan motret. Kombinasi udara dingin, tangan gemeteran, plus ribet buka tutup sarung tangan. Jadi ada beberapa kali (baca : banyak) saya motret dan dipotret pake kamera teman dan panitia.

Nah, foto-foto di atas itu saya ambil pake kamera Panasonic Lumix GF5. Hasil fotonya jernih, loading antar fotonya ga lama. Foto di atas ada yang diambil pas bus-nya jalan, tapi tetep bagus, kan?

Desain Panasonic Lumix juga slim, enak digenggam dan ga ngerepotin bawanya. Trus, hasil foto di dalam atau di luar ruangan sama cantiknya.

Karena udara di sana kemarin sempat minus sekian derajat celcius, saya ga bisa lama-lama diam di satu tempat. Terpaksa ambil foto sambil tetap jalan supaya kaki dan tangan ga beku dan kram. Untung aja pake kamera keren, jadi fotonya ga goyang-goyang.

Eniwei, saya paling suka foto yang ada pohon-pohon kering itu. Kesannya misterius ya liat dahan-cabang pohon tanpa daun gitu.

Tuh kan, jadi pingin ke Paris lagi..

 

/salam rindu

Ini tulisan keempat saya tentang jalan-jalan ke Paris.  Tulisan sebelumnya bisa ditengok  di link 1link 2, dan link 3.

Haru di Versailles & Notre Dame

Saya gak cengeng, dulunya. Tapi sejak punya anak – sepertinya ngeden plus kontraksi yang datang tak putus mirip ombak itu memutus syaraf tahan tangis saya – saya jadi terlalu perasa.

Saya ingat, dulu, serumah sibuk lap air mata waktu nonton film Kuch Kuch Hota Hai, saya adalah satu-satunya penonton yang tak menitikkan air mata. Saya sepakat filmnya sedih dan bagus, tetapi menangis? Nanti dulu!

Sekarang, jangankan nonton film, liat iklan layanan masyarakat “Que Sera Sera” aja, pipi saya udah banjir, basah.

——

11-13 Desember kemarin adalah hari yang bersejarah buat saya. Pertama kalinya saya ke luar negeri, dan ke Paris! Berkeliling Paris 3 hari itu ga cukup. Banyak sekali tempat yang mesti dikunjungi. Keinginan saya untuk leyeh-leyeh minum kopi + croissant di kafe kecil pinggir jalan, melihat lalu lalang, dan menikmati waktu berjalan pelan, tak kesampaian.

Waktu berjalan cepat di Paris. Saya lengah sebentar, hari sudah gelap. List tempat yang mesti dikunjungi masi berular panjang di kertas catatan saya.

Kemudian saya pasrah, dan menikmati yang bisa dan mampu saya nikmati saja. Kepasrahan terbukti baik, saya bisa menikmati Paris dengan seluruh indra, dari kepala sampai kaki.

——

Versailles adalah impian saya. Kemarin, sekejap saya merasakan tubuh saya bertransformasi, jadi satu dari ratusan putri-putri bangsawan yang tinggal di versailles. Jalan-jalan di taman yang maha luas, sambil lirik abang-abang bangsawan. 😀

taman di versailles, amboi luasnya..
taman di versailles, amboi luasnya..

Versailles terawat apik, meski bangunannya lama, tidak ada bau-bau apak tercium, tidak ada binatang-binatang kecil seliweran, tidak ada sarang laba-laba juga.

Tiap pengunjung yang datang ke Versailles dibolehkan meminta audio guide pada bagian informasi. Bisa pilih mau dengar pakai bahasa apa, ada 10 bahasa yang tersedia, French, English, German, Spanish, Italian, Russian, Mandarin Chinese, Japanese, Portuguese and Korean.

Tiket masuk ke Versailles berbeda-beda, mulai dari 15 euro hingga 20-an euro, tergantung kepada beberapa tempat yang akan dituju. Apakah istana dan taman saja, atau istana, taman, dan istana Maria Antoinette.

Sepertinya harga tiket masuk ini juga dibedakan berdasarkan musim.  Sama seperti Museum Louvre, anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun dibebaskan dari tiket masuk.

——

ruangan cantik penuh lampu hias
ruangan cantik penuh lampu hias

Ini adalah ruangan favorit saya di Château de Versailles adalah Galerie des Glaces. Ruangan ini dikenal juga dengan The Hall of Mirrors.  Hall of Mirrors ini bukan main cantiknya, puluhan lampu hias, patung lilin, dan semuanya terawat. Super mewah.

——

Udah sampe Versailles, pasti penasaran kan sama tempat tidurnya ratu?

queen bedchamber
queen bedchamber

Ruang tidurnya ratu ini penuh nuansa emas. Tempat tidurnya tinggi.

Kalau ini, ruang makannya raja dan ratu.

versailles4

tampak depan versailles
tampak depan versailles

Saya nangis dengan sukses di versailles. Tanpa sebab.

——

Pemandangan malam
Pemandangan malam

Pulang dari Versailles kami menuju ke Notre Dame. Notre Dame de Paris adalah katedral berasitektur gothic di sebelah timur Île de la Cité di Paris, Perancis, dengan pintu masuk utama di barat. Selain tujuan wisata, gereja ini juga masih digunakan untuk tempat misa dan Uskup Agung Paris.

Pertama masuk ke Notre Dame, langsung ada tanda “dilarang berisik”. Meski bukan hari minggu, banyak yang sedang beribadah.

dilarang berisik
dilarang berisik

Ruang pengakuan dosa menarik perhatian saya. Ada beberapa ruangan besar yang tersedia. Satu orang pastur siap melayani pengunjung. Pada tiap ruangan, ada papan petunjuk tentang bahasa yang bisa digunakan.

notredame1

Perancis dan Spanyol
Perancis dan Spanyol

Mereka yang mengaku dosa, malahan saya yang nangis.

Omong-omong, karena Notre Dame ini gereja, masuknya ga pake bayar. Kalau mau menyumbang, tinggal beli lilin seharga 2Euro, hidupkan lalu letakan di tatakan lilin di hadapan patung-patung. Banyak spot-spot untuk beribadah di gereja ini, ga harus ke hall besar, di pinggir kanan-kiri juga bisa.

lilin
lilin

Ini hall besarnya. Langit-langitnya tinggi, yah..

Ini hall besarnya Notre Dame.
Hall besarnya Notre Dame.

Notre Dame ini indah, bukan hanya bangunannya, tapi juga suasana yang melingkupi. *lap aermata

——

Apa yang menarik dari Paris?

Arsitektur dan bahasa. Bangunan di sepanjang jalanan Paris itu cantik-cantik, terawat. Karena bangunannya yang hampir serupa, saya tidak bisa membedakan mana bangunan baru dan mana bangunan lama. Kemanapun mata memandang, indah.

Kalau ada orang paris yang berbicara, entah di MRT atau di pertokoan, saya menegakkan kuping tinggi-tinggi. Senang sekali mendengar mereka ngobrol, enak di telinga. 🙂

Aakkk, pingin ke Paris lagi.. :*

——

Ini tulisan ketiga saya tentang jalan-jalan ke Paris.  Tulisan sebelumnya bisa ditengok di link ini, dan link ini.

Note : Perjalanan saya ini terselenggara berkat menangnya saya main game di di fanpage-nya XL Rame:D

Ragam Gaya & Christmas Market di Avenue des Champs-Élysées

Champs de Elysees adalah jalan sepanjang 1,91km di Paris. Kanan-kiri jalan penuh toko, berbagai merk. Ada Adidas, Benetton, the Disney Store, Nike, Zara, H&M, Cartier, Gap, Sephora. Ada juga toko-toko dari brand wah macam Louis Vuitton, Hugo Boss, Lancel, Guerlain, dan Lacoste.

Kemarin, waktu kesana, saya cuma masuk ke toko H&M aja sih. Selain sadar diri, waktu juga terbatas. Masih jam 4 sore langit udah gelap, dingin udah nusuk-nusuk kulit.

Apa yang seru?

Fashion! Pilihan bajunya aneka rupa, jalanan jadi kayak catwalk yang panjaang.. Seneng deh. Sayangnya, karena jari-jari beku, motretnya goyang-goyang. Saya juga ga bisa capture banyak karena semua orang jalan kaki cepat sekali. 😀

Enjoy!

FRIENDS fashion1

fashion4

fashion9

fashion10

fashion15

COUPLES fashion2

fashion7

fashion11

fashion16

FAMILY fashion17

fashion13

fashion12

WOMEN fashion8

fashion6

GRANNY

without socks!
without socks!

fashion5

fashion3

Sangking seru dan kerennya pemandangan sekitaran jalan ini, ada pasangan yang poto prewedding, lho. 😀

mesti si kakak kedinginan deh..
mesti si kakak kedinginan deh..

Nah, kalau yang ini wajib ditengok. 😀

fashion
menuju champs elysees

Ini foto rombongan dua, ada saya, @chicme, @agannyi, @idcaancud, @ipungski,  Raj, dan Irfan. Rombongan lainnya menginap di hotel yang berbeda.

CHRISTMAS MARKET

Pasar Natalnya Champs Elysees ini rame, jualannya macem-macem. Ada minuman seperti coklat, kopi, hot wine. Ada juga cemilan kayak pizza, pasta, kue-kue. Ada boneka, sabun, asesoris.

Ada yang unik di toko boneka. Sebelum boneka dikasi ke yang beli, bonekanya dipanasin dulu di microwave sama yang jual. Supaya anget, mungkin. 😀

coklat dan macaroon
coklat dan macaroon
buah-buahan
buah-buahan
asesoris
asesoris
aneka sabun
aneka sabun
topi-syal
topi-syal-boneka
aneka teh
aneka teh
aneka keju
aneka keju
di sisi seberang juga ada
di sisi seberang juga ada
suasana.
suasana.

Saya jajan apa?

Ini, kemarin saya jajan kue manis penuh gula rasa blueberry, namanya streusel. Harganya kemarin per piece 2,50 Euro. Enak dimakan hangat-hangat, tapi manisnya itu lho, ga kuat.. 😀

manis...
manis…

Ngelewatin jalan ini, biar panjangnya ga sampe 2 km, ga cukup sejam. Selain isi tokonya lucu-lucu, yang jalan kaki di sekitarnya juga ganteng-ganteng.

Liat boneka, liat abang ganteng, liat sabun, liat abang ganteng, mau nyeberang jalan, liat abang ganteng. Ini kalo ke Indonesia, si abang-abang itu mesti jadi artis semua, deh. 😀

Eh, di jalanan ini ga cuma bisa wisata belanja plus wisata abang-abang, tapi bisa juga wisata sejarah. Ada beberapa gedung /monumen yang bisa ditengok,  Arc de Triomphe, Grand Palais, dan  Place de la Concorde.

Arc de Triomphe
Arc de Triomphe
Grand Palais (tampak samping)
Grand Palais (tampak samping
monumen di samping Grand Palais
monumen di samping Grand Palais

Oh iya, karena suasananya natal sekali. Hiasan lampu di jalan ini aduh sungguh cantiknya. Ada lampu-lampu yang ngebentuk boneka salju, bentuk pohon natal, bentuk binatang. Lampunya warna-warni, kalau malam pemandangannya jauh lebih cantik lagi, sih. 😀

Yuk, ke Paris..

/salam lan-jalan

Ini tulisan ke-dua saya tentang jalan-jalan ke Paris.  Tulisan sebelumnya bisa ditengok di link ini.

Note : Perjalanan saya ini terselenggara berkat menangnya saya main game di di fanpage-nya XL Rame. 😀

Paris, Mimpi yang Terwujud

Saya belum pernah ke luar negeri, selalu ada saja alasan untuk tidak ke luar negeri. Tetapi saya ingin, sangat ingin. Lalu kemudian ada kuis yang bisa diikuti di fanpage-nya XL Rame. Hadiahnya jalan-jalan ke Phuket, Jepang, dan Paris.

Saya ikut main gamenya, mulai 8 Oktober 2012-14 November 2012, setiap hari, tanpa putus. Setelah poin terkumpul, saya pilih destinasi Paris plus bikin satu tulisan (alasan) kenapa saya ingin ke sana.

Kemudian saya berdoa.

Saya sebelumnya pernah menulis soal keinginan dan harapan yang tak dinyana menjadi kenyataan. Keinginan yang jadi nyata ‘cuma’ bermodalkan harapan sekilas, keinginan sekilas.

Kali ini saya mengulangi kembali cara tersebut. Bedanya, saya tidak minta sekilas. Saya minta setiap hari dengan suara yang kencang. Saya bahkan menuliskan keinginan itu dalam bentuk postingan blog di sini dan di sana.

Semesta mengabulkan doa saya. Visa Schengen tertempel dengan cantiknya di paspor saya. Saya senang, sungguh.

——

10 Desember kemarin, saya tiba di Bandara pukul 14.00 WIB, sesuai instruksi yang disampaikan penyelenggara. Saya, dua pemenang lain, 3 tamu undangan, perwakilan dari XL dan agen yang mengurus perjalanan, terbang dengan Etihad Airlines dengan rute Jakarta – Abu Dhabi – Paris.

ke Abu Dhabi
ke Abu Dhabi

Penerbangan ke Abu Dhabi makan waktu sekitar 8 jam perjalanan. Transit 3 jam, trus masih ada 7 jam perjalanan lagi dari Abu Dhabi menuju Paris.

——

Apa rasanya ke luar negeri, Re?

Rasanya luar biasa. Selama ini naik pesawat paling jauh ke Indonesia Timur, transit Bali. Paling lama 5 jam perjalanan. Kali ini saya naik pesawat dengan waktu tempuh 3 kali lipatnya.

Jauh ya Paris itu?

Jauh sih, tapi untungnya saya sama sekali ga rasa bosan di pesawat. Soalnya ada hiburan yang bukan main asiknya di tiap bangku untuk tiap penumpang. Bisa pilih, mau nonton film, denger audio, liat maps, main game. Saya nonton beberapa film sepanjang perjalanan, kebanyakan sih film India.. *joged kelilingin pramugara ganteng.

aku cinta e-box
aku cinta e-box

Sampai di Paris jam 8 pagi. Kalau di Jakarta, udah kebayang kan ramenya kayak apa? Nah, di Paris jam segitu, pas winter gini, masih sepi pun gelap.

Keluar bandara langsung kerasa dingin, ga kuat kalo ga pake jaket. Jadi, dengan terpaksa, kayak uwak-uwak bongkar barang dagangan di pasar, saya bongkar koper di bandara, cari jaket dan sarung tangan. 😐

Taksi udah nunggu, saya dan yang lain dianter bapak sopir taksi yang kayaknya asli Paris itu ke Hotel Ibis Budget Paris Porte d’ Aubervilliers. Gak enak euy disopirin si bapak, agak mual-mual gimana gitu, rem dan gas seenaknya. Nanya ke temen di mobil sebelah, katanya gitu juga.

Gak, bapak sopir gak berhasil bikin saya bad mood. Ini senyum sama sekali ga lekang dari muka saya. Seneng.. 🙂

——

Abis masukin koper ke kamar plus ganti baju yang lebih hangat, saatnya cari sarapan.

Kami milih sarapan di dekat hotel, di Paris Saint-Ouen. Saya pilih sandwich ayam dan cappuccino. Sandwichnya pake roti perancis yang keras itu, lho. Pas pegang rotinya langsung deg-degan, bisa ga ya saya makan roti keras kayak gini. Ternyata, rotinya renyah. Gigitnya memang butuh perjuangan, tapi enak, kok.

Chicken Sandwich + Cappuccino
Chicken Sandwich + Cappuccino

——

Karena belum bisa memperkirakan kemampuan badan beradaptasi, saya pakai jaket tipis, dalamnya cuma baju ketat, ga pake kaos luaran lagi. Untuk kaki, saya turut saran beberapa teman yang bilang saya mesti pakai celana ketat + kaos kaki dua lapis.  Agak kedinginan sih, semestinya bisa lebih hangat kalau saya pakai kaos satu lapis lagi atau pakai jaket yang lebih tebal.

Hari pertama temanya free day, boleh kemana aja, lalu kami rame-rame ke Avenue des Champs-Élysées, surga belanja di Paris. Duh, itu kalo punya duit banyak, mesti kalap deh disana. Jalan sepanjang  1.91 km ini isinya toko semua. Ada LV, Disney, Zara, H&M, dll.

Karena pas kesana kemarin pas suasana Natal, di Champs Elysees dandan banget. Ada lampu warna-warni, hiasan/dekorasi natal, trus ada christmas market juga. Trus sepanjang jalan berubah jadi catwalk, ada yang gaya cakep banget, ada yang kayak ape-ape juga sih.

Di jalan ini juga ada 2 monumen yang bisa ditengok,  Arc de Triomphe dan  Place de la Concorde. Kemarin sih saya cuma mampir ke Arc de Triomphe, gegara hari cepat sekali gelap. Trus makin malem makin dingin, ga kuat euy. Kita semua balik kanan ke penginapan jadinya.

——

MRT yang Luar Biasa Keren

Pas di Paris itu pertama kalinya saya terkaget-kaget liat kereta (MRT/Metro) yang datengnya ga pake kecepetan/kelamaan. Semua tepat waktu. Ada papan elektronik yang kasi petunjuk berapa menit lagi sebelum keretanya datang. Pas menitnya berubah jadi NOL, pas itu pula keretanya muncul.

di stasiun kereta
di stasiun kereta

Harga satu kali perjalanan naik Metro di Paris adalah 1,70 Euro, sekitar Rp 21ribuan. Petugas loket ga selalu ada di tempat, jadi siap-siap uang receh untuk belanja tiket via mesin tiket.

Kalau punya rencana ngider-ngider seharian turun naik metro, bisa ambil paket full day yang harganya 10 Euro atau paket dua harian yang harganya 12,9 Euro.

Asal bisa baca, kemungkinan kesasar naik metro itu kecil. Peta selalu ada di tiap stasiun, gak cuma peta MRT, ada juga peta RAR (kereta luar kota). Tiap jalur dibedakan berdasarkan warna, ada juga penunjuk angkanya. Tipsnya, cari titik stasiun berangkat dan tujuan pada peta, susuri garis tujuan peta sampai ke ujungnya, catat nama dan nomornya (kalau ada).

PETA

Nanti kalau sudah masuk ke stasiun, tinggal cari kereta sesuai tujuan akhirnya itu. Penting sih ya untuk catat tujuan. Pertama, bahasa Perancis itu bukan bahasa ibu kita, tulisannya agak mirip-mirip, takutnya mata lihatnya A, ternyata tujuan kita B. Kedua, supaya ga bingung pas ketemu stasiun persilangan yang super gede dengan plang tujuan nempel di mana-mana.

——

Hari pertamanya lumayan sukses. Hari kedua kata mbak mas panitia, bakalan jalan-jalan dengan Open Tour.

ceritanya bersambung sih ini… ceritanya masih panjang soalnya. 😀

/salam jalan-jalan

Akan Kemana Saya di Paris

Sejak kecil, saya sudah menyukai cerita tentang kerajaan.

Bukan, bukan kerajaan yang di Indonesia sih. Tetapi kerajaan-kerajaan di sekitaran Eropa sana.

Apa yang membuat saya tertarik?
BAJUNYA!!

Setiap melihat baju-baju permaisuri/putri kerajaan Eropa, jantung saya berdebar kencang, mata saya bersinar.
Betapa sungguh, saya, ingin sekali saja selama kehidupan ini, diberi kesempatan menggunakan baju sedemikian.

Rasanya pasti super sekali ya, bisa pakai baju yang begitu indahnya… :’)

Maka dari itu, jika saya diberi kesempatan jalan-jalan ke Paris dan sekitarnya, saya akan berkunjung ke Château de Versailles 

dan Château de Vincennes. Rumahnya para putri/pangeran, permaisuri/raja dan anggota kerajaan lainnya.

Sekian abad sudah berlalu sejak baju-baju cantik itu berseliweran di jalanan kota Paris memang, tapi mestinya “rasa” tidak hilang kan ya..
Saya akan menghabiskan waktu di istana yang begitu megah itu, mencecap rasa yang ditinggalkan penghuni sebelumnya..

Mungkin, pada kehidupan sebelumnya, saya ini sepupunya Maria Antoinette, ya…

—–

Selepasnya dari istana, tujuan saya berikutnya adalah Notre Dame de Paris.

Notre Dame de Paris adalah katedral berasitektur gothic di sebelah timur Île de la Cité di Paris, Perancis, dengan pintu masuk utama di barat. Selain tujuan wisata, gereja ini juga masih digunakan untuk tempat misa dan Uskup Agung Paris. Notre Dame de Paris dianggap sebagai salah satu contoh terbaik dari arsitektur gothic Perancis.

Kebayang betapa bahagianya teman-teman yang bisa beribadah di katedral yang sebegitu cantik.. Berdoanya mungkin gak abis-abis, yah 🙂

—–

Oke, tujuan berikutnya adalah : Menara Eiffel

Belum ke Paris kalau belum mampir ke Menara Eiffel, yes?
Selain lokasi syuting banyak sekali film seperti ‘The 400 Blows’ dan juga salah satu film James Bond ‘A View to a Kill’ ada juga film Indonesia yang wangi Paris, inget ga? Bener banget, film “Eiffel I’m In Love” yang pemerannya Si ganteng Samuel Rizal dan Shandy Aulia.

—–

Saya cukup senang ke Museum, hanya saja saya agak penakut. Jangan tinggalkan saya sendirian di museum, please.. Saya takut salah satu benda purbakala itu tiba-tiba melihat ke arah saya dan mengedipkan matanya.. Aduh.. 😐
Sudah sampai di Paris dan pingin ke museum? Pas banget tuh mampir ke Museum Louvre.

Dari Wikipedia : Museum Louvre adalah salah satu museum terbesar, museum seni yang paling banyak dikunjungi dan sebuah monumen bersejarah di dunia. Museum Louvre terletak di Rive Droite Seine, Arondisemen pertama di Paris, Perancis. Hampir 35.000 benda dari zaman prasejarah hingga abad ke-19 dipamerkan di area seluas 60.600 meter persegi.

Museum ini bertempat di Istana Louvre (Palais du Louvre) yang awalnya merupakan benteng yang dibangun pada abad ke-12 di bawah pemerintahan Philip II. Sisa-sisa benteng dapat dilihat di ruang bawah tanah museum. Bangunan ini diperluas beberapa kali hingga membentuk Istana Louvre yang sekarang ini.

Pada tahun 1682, Louis XIV memilih Istana Versailles sebagai kediaman pribadi, meninggalkan Louvre untuk selanjutnya dijadikan sebagai tempat untuk menampilkan koleksi-koleksi kerajaan. Pada tahun 1692, di gedung ini ditempati oleh Académie des Inscriptions et Belles Lettres dan Académie Royale de Peinture et de Sculpture. Académie tetap di Louvre selama 100 tahun berikutnya. Selama Revolusi Perancis, Majelis Nasional Perancis menetapkan bahwa Louvre harus digunakan sebagai museum untuk menampilkan karya-karya bangsa.

Museum ini dibuka pada tanggal 10 Agustus 1793 dengan memamerkan 537 lukisan. Mayoritas karya tersebut diperoleh dari properti gereja dan kerajaan yang disita Pemerintah Perancis. Karena masalah struktural dengan bangunan, museum ditutup pada tahun 1796 hingga 1801.

Jumlah koleksi museum meningkat di bawah pemerintahan Napoleon dan museum berganti nama menjadi Musée Napoléon. Setelah kekalahan Napoleon dalam Pertempuran Waterloo, sebagian besar karya-karya yang disita oleh pasukannya kembali ke pemilik asli mereka. Koleksi museum ini ditingkatkan lagi selama pemerintahan Louis XVIII dan Charles X, dan selama masa Imperium Perancis Kedua, museum berhasil memperoleh 20.000 koleksi.

Koleksi museum terus bertambah dengan adanya sumbangan dan hadiah yang terus meningkat sejak masa Republik Perancis Ketiga. Pada tahun 2008, koleksi museum dibagi menjadi delapan departemen kuratorial: Koleksi purba Mesir, Timur Dekat, Yunani, Etruscan, Romawi, Seni Islam, Patung, Seni Dekoratif, Seni Lukis, Cetakan dan Seni Gambar.

—–
Lalu kemudian, setelah lelah jalan-jalan seharian, saya mau mampir ke Place des Vouges. Place des Vouges ini bentuknya areal persegi 140 m x 140 meter yang dikelilingi 35 bangunan. Areal ini dibangun oleh Raja Henri IV dari tahun 1605 hingga tahun 1612.

Piknik di taman, baca buku sambil nyemil croissant.. Wuh, indahnya dunia..

—–
Gak kerasa udah malam aja, waktunya ganti baju, dandan cantik dan wangi.. Pake baju ala-ala putri perancis, lalu duduk manis nunggu dijemput pangeran tampan.
Ya, kamu benar. Tujuan saya berikutnya adalah Palais Garnier! Mari kita nonton opera. 🙂

Saya mau sebelah tangan saya dituntun lelaki tampan dan sebelah tangan lainnya menjinjing ujung baju cantik pas naik tangga ituh.

—–

Menginap di mana?

Saya memang tidak bisa kembali ke masa lalu, tapi untuk merasakan masa lalu, termasuk dilayani serupa putri perancis, tentu saja bisa dilakukan.
Menginaplah di Four Season Hotel George V, Paris.

—–

Kalian, pingin ke Paris juga kayak saya?
Mmm, gimana ya? Kayaknya musti nabung dulu yang mungkin akan makan waktu bertahun-tahun..

Saya? Saya sih sekarang lagi ikut kuisnya di fanpage-nya XL Rame. Hadiahnya jalan-jalan ke Phuket, Jepang, dan Paris.
Mainin gamenya, terus kalau poinnya cukup bisa coba keberuntungan “beli” jalan-jalan impian.

Ada masing-masing 5 orang yang bakalan diterbangin ke Phuket dan Jepang, plus 3 orang ke Paris.

Eniwei, sudah sekitar semingguan ini saya menambahkan satu item lagi dalam doa saya.
Saya sih berharap Tuhan mau berbaik hati mendengarkan dan mengabulkan doa saya.

Karena, postingan blog juga adalah doa, demikian niat awal postingan ini ditulis.

/salam

sumber : kebanyakan wikipedia 🙂