Tari Kecak dan Mahakarya Pulau Dewata

Bali itu semacam destinasi impian untuk semua orang. Wisatawan lokal, wisatawan mancanegara, maupun wisatawan setengah-setengah memadati Bali. Keperluannya aneka ragam, liburan, bisnis, atau mencari cinta ala-ala Julia Roberts dan “Eat, Pray, Love”-nya.

Minggu lalu, saya dan beberapa teman mengunjungi Bali dalam keperluan yang berbeda, menelusuri jejak mahakarya yang terbangun dari ratusan tahun tradisi, menelusuri Bali dengan cara yang berbeda, bukan pantai, pub, atau cafe cantik.

74df9d69-1998-4d44-af9d-332b29e8319a

Perjalanan kami, kalau dinilai dengan angka, dapat poin 9 untuk unsur kebudayaannya. Saya akan menulis ceritanya dalam beberapa post terpisah, pada post kali ini, Tari Kecak Uluwatu jadi bintangnya. šŸ™‚

Saya kurang paham apa yang dilakukan penari saat pertunjukan Kecak dipersembahkan. Yang saya tau, suasananya mencekam, magis, dan menghibur sekaligus. Pada beberapa segmen, tarian ini bahkan cukup berbahaya.

Ada api, ada adegan lompat-lompatan, ada adegan gegulingan. Seperti nonton film silat.

Oke, sekarang saya mau cerita soal lakon dan tariannya. Tari Kecak ini unik karena tidak dimainkan dengan alat musik apapun. Musik yang mengiringi Tari Kecak adalah paduan suara dari puluhan pria gagah. Jumlah pengiring tergantung pada lokasi panggung, bisa puluhan bahkan ratusan.

Kalau ditelisik dari mulanya, Tari Kecak berasal dari tarian sakral Sang Hyang. Jika pada tarian Sang Hyang yang terjadi adalah penari menjadi penghubung dewa/leluhur untuk menyampaikan sabda, maka pada Tari Kecak yang menjadi inti adalah hiburan, caranya dengan menyisipkan epos sebagai bagian dalam cerita. Kemarin, Tari Kecak yang kami tonton mengambil tema Ramayana.

Cerita Ramayana-nya tidak mengejutkan, soal Shinta yang diculik Rahwana. Kalau sudah beberapa kali menonton sendratari Ramayana, bisa jadi akan bosan di awal cerita. Tapi jangan khawatir, pada pertunjukan Kecak di Uluwatu ada pemeran pendukung seperti Kijang dan Hanoman, yang mampu menyegarkan suasana.

Pertunjukan Tari Kecak sudah dimulai bahkan sebelum pemainnya masuk ke dalam area. Suara “Cak, Cak, Cak, Cak” terdengar keras. Tak lama puluhan abang-abang berdada telanjang masuk ke area dan mengambil posisi melingkar.

a0099745-12c3-417f-ab4f-e3dd98db5958

Sebelum masuk ke menu utama, ada ritual yang harus dilalui. Pemangku adat berpakaian putih masuk ke area tari dan berdiri di tengah lingkaran. Pemangku memanjatkan doa, beberapa kali mencipratkan air dari mangkuk kuningan ke penari yang sedang duduk diam sambil memanjatkan tangan. Ā Suasana mendadak hening. Saya yang biasanya cukup pecicilanpun ikut terdiam.

027ea1ff-a228-4490-8220-7a81690faec3

Usai pemangku pergi, barulah lakon dimulai. Awal cerita, Rama yang sedang diasingkan oleh ibu tirinya (Dewi Kayayi) ditemani istrinya (Shinta) dan adiknya (Laksamana) ada di hutan Dandaka. Keberadaan ketiganya ternyata diketahui oleh Prabu Dasamuka (Rahwana). Rahwana yang terpikat dengan kecantikan Shinta memanjangkan akal, berusaha memiliki.

Rahwana memulai usaha pertama dengan bantuan patihnya (Marica). Marica yang mengubah wujudnya jadi kijang emas berhasil menggoda Shinta. Rama, demi istrinya, bergegas mengejar kijang emas dan menyerahkan penjagaan Shinta pada Laksamana.

195bfd38-1fc7-4b09-b428-e65f4f366ab3

Berhasil memisahkan Shinta dan Rama, kali berikutnya Rahwana menciptakan jeritan minta tolong palsu. Shinta yang khawatir dengan keselamatan Rama kemudian mengutus Laksamana untuk menolong.

Shinta yang sendirian sukses jadi makanan empuk Rahwana. Meski pertama kali gagal, namun di usaha kedua-saat Rahwana berubah wujud jadi Bhagawan (orang tua) yang kehausan- ia berhasil. Berbinar, Rahwana membawa lari Shinta ke Alengka Pura.

Cerita selanjutnya berkisar soal penyelamatan Shinta. Rama meminta bantuan Hanoman menyampaikan cincin tanda ingat dan cinta. Upaya Hanoman menyelamatkan Shinta berhasil mulus, hanya sayang Ā ia kemudian jadi buruan Rahwana, ditangkap, dan sempat dibakar hidup-hidup.

foto milik Dolly
foto milik Dolly

Dasar Si Kera Sakti, Hanoman berhasil menyelamatkan diri. Tari Kecak dengan Epos Ramayana pun mengambil akhir happy ending. šŸ™‚

Pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu berlangsung setiap hari. Tiket pertunjukannya Rp 100.000 per orang. Arahkan google maps menujuĀ Pura Uluwatu, Bali, dijamin tidak akan tersasar.

Pertunjukan mengambil waktu petang, di pukulĀ 17.00 ā€ 18.30 WIT. Jika dianggap perlu atau datang dengan rombongan besar, jangan ragu untukĀ lakukan reservasi terlebih dahulu:

I Nyoman Adi Ardika ā€ 0816 297 032
I Nyoman Sudarta ā€ 0816 470 7984
I Nyoman Sukrasena ā€ 0812 399 0063

Datang awal ke lokasi ini memberikan banyak keuntungan. Selain bisa memilih lokasi duduk di undakan atas, posisi cantik untuk menikmati matahari terbenam, kita juga akan sempat berjalan-jalan di area menikmati tingkah monyet dan mampir sejenak ke Pura Uluwatu yang tersohor.

Sudah beberapa kali ke Bali tapi belum ada waktu melihat Tari Kecak di sini? Lain kali, yuk nikmati Bali dengan cara yang berbeda. Sempatkan waktu dan resapi magis Kecak di Uluwatu.

/salam jejak mahakarya Bali

 

 

2 thoughts on “Tari Kecak dan Mahakarya Pulau Dewata”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *