Tuan Bermata Satu

Ingin tenggelam di kolam matamu, yang tak lagi berfungsi. Lalu berbagi cerita kepadamu, tentang rasa dan wujud rindu. Kupelihara lama, meski rasanya macam torehan sembilu. Dalam, tajam, dan pedih sekaligus.

Ingin menggelungkan tubuh, mengecil, hingga seukuran bola mata, dan menjadi penglihatan baru untukmu. Berharap setelahnya, tak cuma pandanganmu yang terbuka, tapi juga kesempatanku.

Ingin kubasuh kotoran yang turun dari sebelah mata tak bercahaya. Menjadikannya bersih berkilau, serupa barang baru. Bagian yang mati darimu saja, kucintai segenap jiwa. Bayangkan segegap-gempita apa aku memuja bagian tubuhmu yang bernyawa.

Ingin kujilati sekujur tubuhmu, mulai dari sebelah mata yang tak lagi punya riak, lalu berlanjut ke leher, dada, paha, jari kaki, lalu kembali ke mata yang sama. Aku harap, nanti, mata mati akan membisikkan pesan pada hatimu.

Aku ingin.
Ingin.

/ode rindu nomor tiga ribu

4 thoughts on “Tuan Bermata Satu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *