Turis Pemula : Best Mango Stickyrice!

Saya jalan-jalan ke Phuket akhir bulan lalu. Perjalanannya 3 hari, tapi di Phuket cuma satu hari saja, karena mesti transit di Singapura 10 jam waktu penerbangan pergi dan transit lagi 12 jam di Singapura waktu perjalanan pulang.

Singapura dan Phuket adalah negara Asia pertama yang saya kunjungi. Senang. 😀

Seperti saya tulis di judul, saya adalah turis pemula. Jadi sebagai turis pemula yang baik, saya memutuskan untuk melakukan perjalanan suci ini dengan panduan buku perjalanan dan blog turis-turis senior.

Di Phuket, selain perjalanan dengan speedboat ke phi-phi island, pulau monyet, dan lain-lain, saya inginnya wisata kuliner. Karena keuangan juga terbatas, saya gak muluk-muluk, cuma ingin icip makanan yang super terkenal di Thailand, Mango Stickyrice.

Sejatinya, mango stickyrice itu cuma ketan putih yang dimasak dengan santan, dihidang dengan mangga segar, disiram kuah santan yang rasanya agak asin-manis.

Keluarga saya cukup sering masak ketan. Biasanya kami buat ketan kuning dengan umbu kelapa manis dan ketan kuah kinca durian. 

Nah, kalau ketan ditambah mangga, saya belum pernah. Tak terbayang sama sekali paduan rasanya akan bagaimana. Tapi, tidak ada satupun review jelek tentang penganan ini. Semua bilang, ENAK!

Di Phuket, saya menikmati Mango Stickyrice dari dua warung yang berbeda, warung pertama menjual Mango Stickyrice ukuran S (small) seharga 80 bhat, warungnya ada di sederetan jalan seberang Hotel Ibis Patong. Duh, saya lupa nama warungnya, tapi warung itu direkomendasikan karena menjual makanan halal, dan enak.

Sayangnya, makanan utamanya biasa saja, dan mahal. Padahal semua orang bilang Phuket itu murah. Mango Stickyrice-nya pun mengecewakan. Ketannya keras, kuahnya encer. Omong-omong saya bisa bilang begini setelah mencoba mango stickyrice yang kedua. Hehehehe..

Karena belum pernah mencoba mango stickyrice sebelumnya, saya sudah cukup puas. Sekedar tau, dan kalau ada yang tanya, saya bisa dengan bangga bilang, “pernah, dong!” 😀

——

Malam berikutnya, menjelang pulang, saya jalan ke luar cari makan malam dan beli mie instan rasa tom yam pesanan si abang di seven eleven.

Saya sudah pernah baca review tentang warung ini sebelumnya di beberapa blog. Semuanya bilang akan kembali lagi ke warung itu kalau suatu saat mampir ke Phuket. Sayangnya, petunjuk arah menuju warung ini hampir tidak ada. Warungnya lumayan kecil, petunjuk namanya dalam aksara thailand. Hampir mustahil menemukan toko ini.

Saya tak mencari, tapi menemukan, tak sengaja. Saya bilang ini jodoh.

Mangostickyrice1

Ada 3 pilihan ukuran, Small = 60baht, Medium = 110baht, Large = 160baht. Saya beli yang S, karena uangnya juga tinggal S. :p

Mangostickyrice2

Begitu penampakannya. Rasanya luar biasaa, ketannya lembut berasa kukusan santannya, mangganya tebal dan super manis, kuahnya kental ada rasa asin dan manisnya. Taburan wijen bikin spesial, bikin makanannya seakan renyah. 😀

Duh, saya jadi pingin lagi. Kata teman-teman yang lain, mango stickyrice di Bangkok lebih murah, dijual di pinggir jalan dengan gerobak. Mmm, kapan ya bisa ke Bangkok.

Ini penampakan warungnya :

bagian depan
bagian depan
bagian dalam
bagian dalam

Di dinding-dindingnya banyak tulisan kenang-kenangan dari turis yang mampir makan. Waktu saya mau beli, ibu-ibunya agak bingung, terus manggil pemilik warungnya.

Pemilik warungnya nanya, saya mau bawa pulang, kan? Terus saya jawab, kalau saya mau makan di tempat aja. Terus dia bilang, lebih baik kalau saya makan dibawa. Terus saya ngotot, saya mau makan di tempat.

Waktu itu saya lumayan bingung, kenapa diusir, ya. Nah, jawabannya baru ketemu belakangan ini. Jadi, si warung itu kan juga jual Pork Rice, Chicken Rice, sama Pineapple Rice. Mungkin si ibu memikirkan kehalalan alat makan yang dipakai, ya.

Kemarin saya kurang nyambung sih ya, otaknya. Hihihi..

Kalau teman mau mampir juga, ini petunjuknya. Warungnya terletak satu deretan Hotel Ibis Patong. Letaknya diantara Hotel Ibis Patong dan Jungceylon Mal. Letaknya kurang lebih di seberang pertigaan Bangla Road.  Semoga berjodooohhhh! 😀

/salam

 

 

2 thoughts on “Turis Pemula : Best Mango Stickyrice!”

  1. Aku udah beberapa kali nyoba mango sticky rice, entah kenapa menurutku hampir semua rasanya sama. 😆

    di bangkok ada mango sticky rice di pasar chatuchak yang menurutku enak sih. harganya kalo gak salah 80 bath terus di atasnya pake krispi. di bandara juga ada yang enak tapi mahalnya nyebelin hahaha.

    aduh jadi pengen lagi…

    1. Kebetulan cuma pernah nyobain dua, beda rasanya. Yang satu lebih enak. Yang satu lagi bukannya ga enak, lha abis kok ya…

      *semoga nanti bisa nyobain mango stickyrice yang direkomen chika* 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *