Via Vallen, Basah, dan Hujan

Saya bukan penikmat dangdut. Tapiii, saya tau Via Vallen (Maulidia Octavia) sejak pertama kali tak sengaja mendengar lagu “Sayang”. Lalu kemudian setelah itu terpaksa terpapar “Sayang” di mana-mana. Di bus, di youtube, di Instagram, di Twitter, di ruang tunggu rumah sakit, di restoran. “Sayang” semacam alien yang menguasai bumi. Saya bisa mendengar lagu itu lebih dari sekali dalam satu hari.

Saya pikir, setelah “Sayang”, Via Vallen akan meredup sementara. Ternyata salah! Mbaknya malah makin moncer bersinar cemerlang setelah didapuk jadi penyanyi official buat lagu tema Asian Games 2018, “Meraih Bintang”!

Kalau awalnya lagu “Sayang” saya dengar hanya di luar rumah, maka kali ini “Meraih Bintang” sukses menguasai rumah saya. Embun, anak bayi umur tujuh itu, hapal betul lirik “Meraih Bintang” dan meminta volume dibesarkan setiap lagunya diputar di radio!

Sekali lagi, saya bukan penikmat dangdut. Tapi selayaknya manusia normal yang terpapar terus-menerus hal yang sama, saya terbiasa dan lama-lama bisa menikmati musiknya, dan ikut goyang jempol kalau lagi sendirian. #eaaa. 😀

Setelah sekian lama mendengar lagunya, beberapa hari lalu akhirnya saya bisa liat langsung wujudnya Mba Via. Sempet tatap-tatapan, jarak semeterpun tak sampai. Sayang karena Mbaknya sibuk syuting iklan, saya tak punya kesempatan berfoto berdua.

Ini salah satu scene iklan yang saya suka. Di bagian yang ini, wajah Mba Via tampak menjiwai. Ada sendu dalam basah dan hujan.

Dalam scene ini, Mba Via ceritanya sedang merenung, jauhh, teringat masa-masa waktu masih jadi penyanyi jalanan. Pindah dari satu kota ke kota lain, ikut orkes dangdut ayahnya. Kok jadi nostalgia? Karena ada pengamen cilik yang sedang berhenti di pinggir jalan, tetap nyanyi dan genjreng-genjreng walaupun hujan deras menerpa.

dengerin pengamen perempuan kecil nyanyi
Lalu kasi makanan dan Tolak Angin biar adeknya ga masuk angin walaupun ujan-ujanan.
angle lainnya

Scene ini jadi bagian penting dari iklan terbaru Tolak Angin. Pak Irwan Hidayat, pemilik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, di tempat yang sama kemarin cerita, iklan yang baru ini fokus ceritanya memang soal perjuangan Via Vallen. Via udah mulai nyanyi sejak kecil, mulai dari bawah banget, sempat jadi pengamen jalanan juga untuk bantu-bantu orang tua dan beli seragam sekolah.

Waktu usia 15 tahun, Via memutuskan cari uang dengan cara menghibur ribuan telinga dan bergabung jadi vokalis di orkes keliling.  Kadang dapat banyak, kadang dapat sedikit, tapi Via ga mau menyerah. Kerja keras dan konsistensi inilah yang bikin Via jadi terkenal seperti sekarang.

Kemarin Pak Irwan juga bilang kalau Mba Via ini, walaupun sudah terkenal, tetap rendah hati. Sikapnya itu juga yang bikin si Bapak kepincut. Pak Irwan lalu meminang Via jadi salah satu bintang iklan untuk Sido Muncul menemani jejeran bintang sebelumnya, peraih medali perak cabang bulutangkis ganda Asian Games 2018 Fajar-Rian, peraih medali emas cabang silat Asian Games 2018 Wewey Wita, dan akademisi Rhenald Kasali.

Via Vallen juga dianggap mewakili generasi millenials yang selalu aktif beraktivitas dan mencoba berbagai tantangan tanpa kenal lelah. Iklan terbaru ini diharapkan bisa membangun kepercayaan terhadap brand Tolak Angin di generasi muda. 🙂

Adik-adik yang ikut disyut dalam iklan terbaru Sido Muncul.
Pak Irwan sedang memantau jalannya syuting.

Oh iya, iklan Tolak Angin versi Via Vallen ini syutingnya di kawasan Kota Tua Jakarta. Nantinya, menurut story board yang saya intip, akan ada adegan Mba Via manggung. Sayang karena sudah terlalu sore, saya memutuskan meninggalkan lokasi syuting lebih dulu. Sampai sekarang saya masih penasaran dengan scene terakhir itu sih. Semoga editing iklannya lekas beres, pingin liat hasil jadinya bakal seperti apa. 😀

Sebelum udahan, saya mau bagi-bagi oleh-oleh dari Mba Via nih.

Tips Menghadapi Musim Penghujan ala Via Vallen:

  • Konsumsi vitamin
  • Olahraga yang teratur, bisa renang atau lari.
  • Kalau udah mulai ga enak badan, lekas minum Tolak Angin.

Kemarin Mba Via bilang, dia jarang banget minum jamu karena ga suka pahit. Tapiii, kalau udah mulai kerasa masuk angin, dia pasti pilihnya minum Tolak Angin. Aishh, mbaknya sama banget dengan saya… *tatap stok Tolak Angin seboks di rumah. 😀

/salam hujan-hujanan

2 thoughts on “Via Vallen, Basah, dan Hujan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *