5 Alasan Main ke Kampung Ragam Warna

by | May 15, 2018 | 60 comments

Pernah dengar soal Kampung Ragam Warna?

Kalau belum pernah, gak apa-apa kok. Sama seperti kalian, saya juga baru tau soal kampung ini. Kampung Ragam Warna adalah nama yang disematkan untuk 2 RT (rukun tetangga) di Kampung Mranggen, Desa Kuthoharjo, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Sekitar 100 KK di desa ini bersepakat menciptakan destinasi pariwisata baru dengan membuat kampungnya jadi cantik warna-warni.

Proses munculnya kampung ini cukup panjang. Tidak seperti seven eleven yang munculnya mirip candi, hari ini ga ada, eh besok udah jualan. Idenya sendiri muncul dari Ibu Wiwik Wijaya. Konseptor Kampung Ragam Warna ini punya harapan kampung halamannya bisa ramai dikunjungi wisatawan. Tujuan akhirnya tentu saja kesejahteraan masyarakat kampung. 🙂

Warga kampung mulai mengecat sejak penghujung 2017 lalu dan sudah menghabiskan sekitar 3000 liter cat. Dari hasil ngobrol-ngobrol di galeri kampung kemarin, saya dapat informasi kalau seluruh mural di kampung dikerjakan swadaya. Anja Geem, seorang konsultan seni lokal, memang membantu untuk panduan, tapi proses gambar dan pengecatannya murni hasil karya pemuda setempat.

Mengecatnya tidak sekaligus jadi satu kampung, tapi lebih ke model kerja bakti. Warga mengerjakan satu rumah hingga selesai, baru kemudian pindah ke rumah lainnya. Dalam acara peresmian Kampung Ragam Warna kemarin, kampung sudah selesai dicat sekitar 90 persen, hanya tinggal jalanan saja yang belum rampung.

Destinasi wisata yang mengandalkan warna sudah ada di beberapa tempat. Berikut LIMA ALASAN mengapa Kampung Ragam Warna berbeda dan layak dikunjungi saat kalian main-main ke daerah Kendal.

1. WARGANYA RAMAH DAN SIAP MENERIMA TAMU

Setiap berkunjung ke lokasi wisata, saya seringnya dag-dig-dug-ser, kepikiran bagaimana sikap warga setempat menerima pengunjung. Apakah ada kebiasaan yang harus saya tau supaya warga dan saya (selaku tamu) sama-sama senang.

Setibanya di Mranggen, seluruh kekhawatiran saya luruh. Kampung Mranggen yang warganya guyub rukun adalah prototipe sebuah budaya masyarakat yang siap menghadapi pergeseran budaya dengan cara yang cantik. 🙂

Kenalkan, Mas Andre, pemuda kampung yang siap meramaikan desa dengan karya seni.

Sejak tiba hingga waktunya pulang, warga tidak bosan menegur dan tersenyum. Beberapa warga malah jauh lebih santai dan mengajak berbincang langsung. Penerimaan warga membuat saya seperti main ke kampung halaman ketimbang ke tempat wisata. Terlalu nyaman. 😀

Sedikit kilas balik, sebelum melompat ke dunia pariwisata, sebagian besar penduduk Mranggen dulunya adalah buruh pabrik Kayu Lapis Indonesia dan Texmaco. Ketika akhirnya kedua pabrik tutup, angka pengangguran meningkat tajam. Hebatnya warga tidak menyerah, tetap semangat, dan tidak lelah mengasah kreativitas. Hasilnya cukup manis, Kampung Ragam Warna saat ini sudah siap menyambut wisatawan.

2. FASILITAS LENGKAP

Tidak hanya berkunjung, saya dan teman-teman yang menghadiri undangan peresmian kampung juga mencicipi rasanya jadi warga desa dengan menginap satu malam. Beberapa teman menginap di rumah warga, beberapa lagi-termasuk-saya kebagian menginap di salah satu rumah kosong yang disulap jadi homestay.

pagi di kampung ragam warna

Niat baik saya sebelum tidur adalah bangun cukup pagi untuk melihat matahari terbit. Apa daya tidurnya terlalu lelap, saya bangun saat kampung sudah terang dan warga sudah sibuk beraktivitas. Menginap di kampung bisa jadi pilihan kalau teman-teman datang dari jauh dan ingin menikmati suasana kampung lebih puas.

Pernah dipaksa beli sesuatu kalau jalan-jalan ke tempat wisata? Saya cukup sering mengalami itu. Kalau cuma menawarkan ya oke saja, tapi kalau dipaksa lama-lama jadi risih. Apalagi kalau sampai diikuti sepanjang jalan, jadi kesal sendiri. Di Kampung Ragam Warna saya tidak mengalami hal itu, harga-harga barang juga tidak dibedakan antara warga lokal dan pengunjung. Rasanya bahagia bisa jajan aneka makanan enak dengan harga murah.

jajan sarapan

Oh iya, di kampung ini ada fasilitas MCK juga. Sama seperti rumah warga, toilet umum kampung juga dicat dan digambar semarak.

3. ATRAKSI WISATA KEREN

Setiap daerah punya hal yang diunggulkan untuk berkembang, begitu juga dengan Mranggen. Sebelum kampungnya dicat dengan beragam warna, pemuda Mranggen sudah lebih dulu menguasai atraksi Drumblek. Drumblek adalah pertunjukan musik dengan menggunakan barang bekas/limbah seperti ember, tong, seng, dan lain-lain. Atraksi ini sudah membawa pemuda-pemudi Mranggen ke berbagai festival dan kompetisi, lho!

Kalau pemudanya piawai menabuh alat musik, pemudi Mranggen memilih menyemarakkan desa dengan atraksi menari. Tatanan rambut ikat dua ala gadis-gadis Mranggen bikin saya ingat film Indonesia zaman dulu. Sungguh nostalgia. 🙂

Saat kami datang kemarin, memang belum tersedia pilihan wisata bermain drumblek atau menari payung, semoga nanti segera ada, ya. Pasti seru kalau pengunjung punya pilihan untuk membeli  paket wisata seperti: “Satu Jam Pintar Main Drumblek” atau “Satu Jam Pintar Menari Payung”, lengkap dengan dandanan dan kostumnya tentu saja. ^^

4. WORKSHOP MEWARNAI PAYUNG

Lihat payung cantik yang dipakai gadis-gadis Mranggen menari? Payung itu ternyata diwarnai sendiri oleh warga desa. Kemarin saya dan teman-teman sempat ikut workshopnya sebelum pulang.

Lokasi workshopnya ada di JL. BARENG AKU KAPAN (sengaja ditulis pake huruf besar dan tebal supaya kecengan saya baca. #eh). Workshop makan waktu sekitar satu jam. Tentu saja waktunya bisa lebih cepat atau lebih lama, tergantung seberapa pandai dan semangat kamu mewarnai.

Ketika ikut mewarnai kemarin, 30 menit pertama saya habiskan untuk berpikir mau menggambar apa. 15 menit berikutnya saya habiskan dengan tanya-tanya teman saya gambar apa, di 15 menit terakhir baru saya sibuk menarikan kuas di punggung payung. Sungguh saya sibuk sekali, ya. Hehehe. 😀

sebelum diwarnai

foto bareng setelah workshop

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, saya tidak pintar menggambar. Supaya saya ga bawa pulang payung kosong, saya memilih mewarnai payung dengan beragam warna. Oh iya, untuk mewarnai kampung dan segala isinya, termasuk untuk workshop ini, catnya disediakan oleh Pacific Paint. ^^

hasil menggambar, payung saya yang tengah

Payung kami bertiga lucu ya. Kalau dibaca dari kiri ke kanan jadinya:

PACIFIC PAINT MEWARNAI INDONESIA.

#ahzeg!

5. TABURAN MURAL CANTIK 

Dari sekian banyak alasan di atas, saya menyimpan alasan paling utama dari kunjungan kami ke Kampung Ragam Warna di urutan paling buntut! Karena jalan-jalan kurang lengkap kalau ga foto-foto. Benar apa benar?

TIGA GADIS MRANGGEN – BY WIRA NURMANSYAH

WARNA-WARNI MRANGGEN

JANGAN LUPA RONDA

MEMELIHARA POHON IMPIAN – BY INDRI JUWONO

Banyak sekali murah cantik yang bisa dijadikan spot berfoto di kampung ini. Jangan ragu masuk ke gang kecil atau sela antara rumah, bisa jadi ada kejutan menunggu kamu di sana. ^^

___________

Alasan untuk main-mainnya sudah lengkap. Sekarang saya ingin berbagi tips agar acara jalan-jalan ke Kampung Ragam Warna berlangsung lebih nyaman. 🙂

TIPS MAIN-MAIN KE KAMPUNG RAGAM WARNA

  1. Pakai baju satu warna/monochromatic agar latar kampung terlihat mentereng saat berfoto.
  2. Bawa botol minum, kemarin waktu ke sana cuaca cukup panas.
  3. Gunakan sunblock/lipbalm agar kulit dan bibir tidak terbakar.
  4. Bawa uang kecil untuk jajan makanan/minuman. Tidak ada ATM di sekitar kampung.
  5. Berpakaian dan bertingkah laku sopan saat berkunjung.
  6. Jaga kebersihan dan buang sampah pada tempatnya.
  7. Ikuti workshop untuk pengalaman maksimal!

___________

Semalam di Kampung Ragam Warna sangat menyenangkan. Supaya kampung ini sukses menarik minat, warga punya pekerjaan rumah yang cukup panjang. Kecantikan dan warna-warni kampung harus terus dipertahankan. Kebersihan kampung tak kalah penting, mesti dijaga setiap waktu.

Akan baik jika warga tidak lelah meningkatkan potensi kampung agar tamu terus mendapatkan hal-hal baru dan segar dari setiap kunjungannya. 🙂

Selamat untuk Kampung Ragam Warna, semoga niat baiknya terlaksana lancar, warganya sejahtera, dan kampungnya ramai.

foto milik Dwika Putra

Selamat juga untuk Pacific Paint dan kebesaran hatinya memfasilitasi kebutuhan Desa Mranggen. Sebelum Kampung Ragam Warna Mranggen, Pacific Paint juga ambil bagian mewarnai Kampung Bekelir-Tangerang dan Kampung Merah Putih-Tual-Kepualauan Kei-Maluku.

Dalam waktu dekat rencananya Pacific Paint akan mewarnai salah satu kampung di Bau Bau-Buton-Sulawesi Tenggara. Semoga proses pengecatannya lancar dan semakin banyak warna yang menghiasi Indonesia.

foto milik Dwika Putra

 

Masih ragu main-main ke sini?

JL.NIN AJA DULU!

/salam warna-warni!

YOU MAY ALSO LIKE

60 Comments

  1. mysukmana

    Klo pulang kampung k kendal..bisa nih mampir..lewat kaliwungu sih..

    Reply
    • rere

      Benerr, bisa banget mampir tuh..

      Reply
  2. Terry Endropoetro

    Hahahaha jalanin aja dulu! Nggak usah kebanyakan rencana ya .

    Reply
    • rere

      Bener, dijalanin aja pelan-pelan, siapa tau cocok. #eh

      Reply
  3. Cici Desri

    ih cantik ya.. suasananya juga asik gitu kak… hmm Indonesia memang beragam dan indah..

    Reply
    • rere

      Suasananya kampung banget. Kusuka. 😀

      Reply
  4. Raisa

    Aku salah fokus sama tulisan “Jalanin aja dulu” wakakakak.
    Terngakak banget. Btw beberapa daerah di Indonesia sekarang punya kampung warna warni yaaah.

    Reply
    • rere

      Hahahhaha, karena ga ada yang tau kalo ga dijalanin dulu yah kk.

      Reply
  5. Rahab Ganendra

    wuihh warna warni kek di Jodipan Malang …yg ini blm pernah mampir 😀

    Reply
    • rere

      Wah, aku belum pernah ke Jodipan! Tar mampir ahhh

      Reply
  6. Fenni Bungsu

    Seger lihat kampung warna warni. Dan setuju banget dimana pun berada harus jaga kebersihan

    Reply
    • rere

      Bener, dimulai dari orang tua, dimulai dari rumah. 🙂

      Reply
  7. gita siwi

    Hati bakal warna warni juga ya main di kampung ini. Seru mengenalkan kampung dengan hal yang sederhana tapi berdampak luar biasa

    Reply
    • rere

      Iya, semoga niat baik warganya berbuah manis ya. 😀

      Reply
  8. @nurulrahma

    APIK!
    Mirip kampung Jodipan yg di Malang, dan emang warna/i gini bisa jadi moodboster juga ya kak

    Reply
    • rere

      Aku baru kali ini ke kampung warna, trus hepi berat. 😀

      Reply
  9. uci

    bagus banget Mba, aku pengen banget kesana..merasakan juga keseruannya..ga bisa menginap ya Mba di sana?

    Reply
    • rere

      Bisa, ada homestay atau nginep di rumah warga. 😀

      Reply
  10. Idfi pancani

    waaaaa aku mau ke kampung ragam warna ini … cakeeeeep ih!!! Now I Know. Makasih untuk artikelnya. Berangkattttt!!!

    Reply
    • rere

      Berangkuuuttttt! Bawa duit jajan yang banyak supaya bisa puas beli-beli di sana yaa. 😀

      Reply
  11. Arman

    lucu banget! serba warna warni! 🙂

    Reply
    • rere

      Seruu ya, mood-nya jadi ikut bangkit kalo main kesana. 😀

      Reply
  12. Kania Safitri

    Wih bagus banget kampungnya, eru ya pasti aku jadi doyan foto-foto kalo disana hehehe…

    Reply
    • rere

      Harus poto-poto, bawa baju yang banyak buat ganti-ganti. 😀

      Reply
  13. Indri Juwono

    makanannya enak-enak. aku harus olahraga kalau di siniiiiiiii….

    Reply
    • rere

      Olahraga naik turun kampung, dijamin paha sekel!

      Reply
  14. Blog Sabda

    wadaaaawww benar2 indahh,,, rata2 kalau orang dikampung memang ramah2 mbak apalagi sadar kalau kampung tempat wisata yang menggenjot prekonomian,

    semua berbasis gotong royong ya ngecat rumah, 1 rumah kelar baru lanjut ke rumah yg lain, ga ngecat sendiri2 ternyata

    Reply
    • rere

      Karena penerimaan warga berbanding lurus dengan hasilnya ya kak. 🙂

      Reply
    • rere

      Iya, banyak yang bilang gitu. Tapi ku belum pernah juga main yang di Malang. 🙂

      Reply
  15. rere

    #photoguide, yes? 😀

    Reply
  16. Vita pusvitasari

    Baru pernah ke kampung pelangi semarang, besok kalau lewat kendal mampir main sini ah

    Reply
    • rere

      Iya, mampir deh, mayan deket dari Semarang. 🙂

      Reply
  17. Anesa Nisa

    Hahahaaayy Jl. Nin Aja Dulu. Kreatif amatttt itu nama jalannya. Mana tau di sana ada kampung cantik dan cerah dengan penduduk yang kreatif yahh..

    Sekarang keknya lagi musim kampung warna-warni gini, ya. Di Jakarta aku baru liat di tivi aja si. Kalau deket rumahku namanya kampung tosca, satu warna semua. Kampung warna gini ajang promosi daerah dengan melibatkan seluruh masyarakat. Jadi, ga cuman pihak tertentu aja yang bekerja keras. Semuanya juga

    Reply
    • rere

      Ya ampun lucu amat kampung tosca. Jadi kepingin mampir euy. *brb cari referensi foto di Instagram. 😀

      Yang begini ini ga bakal jalan kalo warga ga ikut serta ya. Bisa-bisa kalo ga sepakat di awal, tar belakangan banyak yang protes karena dampak rame-ramenya.

      Reply
  18. Yunita Tresnawati

    Sepertinya beberaa daerah di Indonesia sudah mulai melirik potensi wisata dari nilai lokal mereka sendiri ya Kak? Ada kampung warna yg di Depok, di Tangerang Kampung Berkelir, di Semarang juga ada, semoga makin meluas ke daerah lain dengan mural yang lebih kece. Atraksinya keren banget.

    Reply
    • rere

      Bener, wisata ga harus yang alam-alam/sejarah terus kok ya. Yang warna-warni gini juga nyenengin. 😀

      Reply
  19. Marga

    Duh ngakak banget liat nama-nama jalannya 😂

    Reply
    • rere

      Kece ya yang bikin. Tiap lewat situ kan jadi keingetan sama yang lalu. #eh

      Reply
  20. Agung Han

    Saya pernah lewat doank, nyesel ga mampir, keren banget kampung warna

    Reply
    • rere

      Tar kalo lewat situ lagi jangan lupa mampir ya, Mas. 😀

      Reply
  21. zata

    whoaaa seruuu, colorful!, pake ada workshop bikin payung lucuk juga huhuhu pengennnn…

    Reply
    • rere

      Workshopnya juara sih.
      Juara bikin puyeng yang ga bisa gambar. Hhhahahha

      Reply
  22. windhu

    keren banget, kampung ragam warna ini . Warna warni yang indah. Ada kesenian drumblek yang kreatif. Tujuan wisata baru untuk Kendal nih, secara waktu pernah kesana belum ada seperti ini.

    Reply
    • rere

      Iya, semoga terus dipelihara plus ada atraksi-atraksi seru biar kampungnya tambah maju, ya.

      Reply
  23. Sadewi

    lucu dan penuh warna banget kampungnya, aku jadi pengen main-main kesana dan pastinya kalau kesana mau foto-foto

    Reply
    • rere

      Wajib poto–poto dong.
      Bawa kostum yang banyak biar puas. 😀

      Reply
  24. akbar

    Keren tempatnya! Semoga masyarakat di sana juga menjaga tempatnya supaya tetap menarik ya 🙂

    Reply
    • rere

      Itu poin yang paling penting. Setelah bikin, gimana ngerawatnya biar yang datang terus bahagia. 🙂

      Reply
  25. Wian

    Selain idenya yg kreatif, warganya juga kreatif banget ya membuat pola dan gambarnya.

    Reply
    • rere

      Warganya dikasi kebebasan buat ngecat, trus pas udah jadi kok ya jadi keren. 😀

      Reply
  26. urmilamile

    will be my next destination, thank you for the info kakak 😀

    Reply
    • rere

      Masama, Non. Semoga kepake infonya buat nanti ya. 😀

      Reply
  27. Caroline Adenan

    Waaaa lokasinya instagrammable bangeeet!
    Aku udah punya dong koleksi baju warna2 polos 😁

    Reply
    • rere

      Jangan lama-lama mikirnya. Cuss langsung mampir ke sana, Kak. 😀

      Reply
  28. maya rumi

    Cantik kampungnya, sukaa… dan sekarang mulai ramai deh bermunculan kampung dengan ide warna warni yang menarik untuj dikunjungi

    Reply
    • rere

      Bener, semoga semuanya bawa berkat baik buat warga, ya.

      Reply
  29. Maria Soraya

    kampungnya bagus banget ini mbak, gak cuma dicat2 aja tapi terkonsep dengan baik bahkan warganya ikut diberdayakan, semoga makin banyak perkampungan yg kayak gini … senang kan liatnya

    Reply
  30. Fania surya

    Wow… kampungnya keren dan bagus. Seandainya diikuti smaa kampung2 yang lain ya. Jadi tidak terlihat kumuh.

    Reply
  31. Atisatya Arifin

    Duh aku mainnya kurang jauh nih kak. Banyak banget tempat menarik di luar Jakarta yaa. Semoga kesampaian main ke Kampung Ragam Warna ini dan berharap kampung lainnya bisa mengikuti langkah mereka dan menjadikan kampung mereka juga tidak kalah menarik.

    Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. Atemalem - Ikhtiar Hijau ala Randakari - […] sering-seringnya mampir ke kampung-kampung yang inspiratif. Ada Kampung Kaleng, Kampung Tenun, Kampung Warna, Kampung Inspirasi, dan Kampung Batik. Rasanya…

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives



Pin It on Pinterest