Akses Antar Terminal Bandara dengan Skytrain

by | Mar 26, 2018 | 41 comments

Bulan lalu, di hari terakhir jalan-jalan ke Kuala Lumpur, saya dapat teman baru, namanya Anita. Anita ini mba-mba Itali yang udah berbulan-bulan tinggal di Pulau Weh. Dia bilang udah ke beberapa tempat di Asia Tenggara buat diving, tapi di Pulau Weh lah cintanya tersangkut.

Ndilalah, kami pulangnya di hari yang sama dan naik penerbangan yang sama pula. Karena pilih penerbangan subuh dan takut kesiangan, kami memutuskan buat jalan tengah malam ke KLIA2 trus begadang di bandara sampai jam berangkat.

Sampai di terminal 2 Jakarta masih pagi tentu saja, dan Anita harus mengejar pesawat ke terminal 1. Lalu, dia tanya, apa bisa jalan kaki ke terminal 1? Nah lhooo, kan jaraknya jauh banget ya itu. Saya bilang ada shuttle bus antar bandara, bisa tunggu aja setelah keluar terminal.

Penerbangan lanjutan saya ke Lampung baru ada 3 jam lagi dan saya ga perlu pindah terminal, jadi saya santai banget dan memutuskan menemani Anita nunggu shuttle bus ………. yang  setelah satu jam ditunggu ga muncul-muncul. 🙁

Selama nunggu itu, ada beberapa mobil yang minggir nawarin. Ada taksi, ada juga mobil model elf yang ujug-ujung langsung ngasi harga, “Dua puluh ribu aja.”

Nah, lhoooo… :((

Anita mulai gelisah, saya juga. Trus akhirnya saya mutusin nanya mas-mas petugas sekuriti dan diusulin buat naik kereta.

APAAAA? KERETA?

Saya bingung sebentar, trus baru ngeh, ya ampun kita tuh punya skytrain ya sekarang? Gini nih, kalau belum butuh, suka abai sama fasilitas yang ada. Jadi, setelah tau ada skytrain, Anita memilh ganti haluan dan kami dadah-dadah untuk berpisah.

Kereta penghubung antar terminal ini mulai beroperasi sejak 17 September 2017 lalu. Awalnya baru melayani perpindahan penumpang dari terminal 2 ke terminal 3, dan sebaliknya. Lalu pada pertengahan November kemarin penumpang dari terminal 1 ke terminal 2 (dan sebaliknya) juga mulai dilayani.

Bulan ini, proyek jalur kereta layang (kalayang) tahap 1 dijadwalkan selesai. Jalur yang sudah ada di tahap 1 ini yaitu: Terminal 1, Terminal 2, Integrated Building, dan Terminal 3. Nantinya jalur ini akan terhubung dengan kereta layang tahap 2: Terminal 4, Sky Hub (commercial area), lalu menuju ke Terminal 3 mengelilingi Bandara Soekarno-Hatta.

Saat ini skytrain beroperasi selama 20 jam setiap harinya, mulai jam 4 pagi dan terakhir pukul 12 malam. Sisa waktu 4 jam, menurut pengelola, digunakan untuk perawatan automated people mover system (APMS).

Nulis segini panjang soal kalayang, emangnya udah pernah nyobain langsung, Re?

Alhamdulillah wa syukurillah, tulisan ini dibuat setelah kemarin saya dan beberapa teman blogger nyobain langsung rasanya naik kalayang. Rasanya? Deg-deg-ser, senang, bangga, semua jadi satu. Udah lama banget nungguin akses transportasi keren terintegrasi kaya gini. Akhirnya kita punya, lho.. 😀

Kondisi stasiunnya belum 100%, masih banyak pekerja yang kerja di dalam dan luar terminal. Di bagian dalam kebanyakan tinggal finishing, tapi di bagian luar alat-alat dan kendaraan berat masih mondar-mandir terus.

Proyek pengerjaan kalayang ini dikerjakan oleh PT Wijaya Karya. Kebutuhan material beton untuk proyek ini sekitar 80% nya disediakan oleh PT Pionirbeton Industri (Pionirbeton/PBI), anak perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement).

Sebelum berangkat ke bandara untuk lihat proyek kalayang, kami sempat diajak jalan-jalan dulu ke batching plant Pionirbeton di area Kasablanka, Jakarta Selatan. Di batching plant ini kami lihat alat alat yang dipakai untuk mencampur atau membuat adukan beton ready mix dalam skala besar.

batching plant

Selain proyek kalayang bandara, Pionirbeton juga menyediakan kebutuhan beton untuk proyek lain, seperti Apartemen One Park Gandaria, Apartemen Green Bay Pluit, Office South Quarter, dan The Podomoro City Central Park. Proyek gede semua yaa. Eh tapi jangan sedih, kalau butuh beton untuk skala kecil, tetap dilayani kok.

Pembelian personal atau skala kecil bisa dilakukan lewat tokotigaroda.com. Harga perkubik betonnya beragam, tergantung jenis, mulai Rp740rb. Pesanan akan dikirimkan dari batching plant terdekat dari lokasi. Sementara ini ada 23 batching plant yang tersebar di Jabodetabek, Jabar, Jateng, Jatim, dan Bali.

Akibat mampir ke batching plant, saya tau kalau bikin adukan beton itu macem-macem formulanya. Adukan buat sloof pondasi rumah dua lantai dan rumah tiga lantai berbeda. Adukan buat tangga, jalanan, jembatan kendaraan, jembatan orang, dan lapangan juga berbeda. Kalau misalnya belum yakin mau belanja yang mana, boleh juga telepon dulu call centrenya di: 08001037632 (pilih 2). 🙂

/salam beton

 

 

 

YOU MAY ALSO LIKE

41 Comments

  1. Ani Berta

    Bangga banget punya Sky Train kita 🙂
    Akibat percepatan pembangunan dan dukungan kualitas produk yang salah satunya disediakan indocement tentunya.

    Reply
    • rere

      Moga awet ya. 😀

      Reply
  2. simbok

    loh komenku ilang 🙁

    ulang deh. aku girang bener pas naik skytrain ::)))

    Reply
    • rere

      Sama mbok, kupun girang abis kaya dibeliin sepatu baruuu…

      Reply
  3. Ono

    Salam beton !!, Belum cubaaaa, semoga segera cobaaaa kalayang skaytrennnnnn…

    Reply
  4. dewi puspa

    Wah skytrainnya kece. Aku belum pernah nyobain nih.

    Reply
    • rere

      Harus nyobain nanti pas kebetulan main ke bandara ya mba. 😀

      Reply
    • rere

      Yuk cobain. 😀

      Reply
  5. Agung Han

    Pakai skytrain bener2 cepat, saya dari stasiun Bandara ke Terminal 1 C ga pakai macet

    Reply
    • rere

      Yaaayyyy, udah ada testimoni dari pelanggan yag bahagia. 😀

      Reply
  6. Hendra

    Naik Skytrain antar terminal, malah jadi kepingin muter-muter terus

    Reply
    • rere

      Bener, bawaannya ga mau turun.
      Hahhahaa

      Reply
  7. yayat

    kalo 100 persen udah jadi pasti keren banget ini.. suka iri ama bandara luar yang keren juga.. syukurlah kita akan punya bandara yang transportasinya keren

    Reply
    • rere

      Pelan-pelan menuju ke sana ya Mba.
      Bahagia sih aku liat bandara kita ada skytrainnya. 😀

      Reply
  8. Maria Soraya

    pengin banget ajak anakku naik skytrain, anak kecil mah diajak naik skytrain aja bahagia hehehehe

    Reply
    • rere

      Pasti, aku juga ada rencana gitu.
      Ke bandara trus muter-muter naik skytrain sampe bosen. 😀

      Reply
  9. Dede Ariyanto

    Duh udah kayak di luar negeri yah? Jadi nggak sabar pengen nyobain. Makasih mbak Rere sama artikel dan tulisannya. Berasa ngalami sendiri. 🤗

    Reply
    • rere

      Kamu harus nyobain sendiriiiiii..
      Hayok ke bandara! #eh

      Reply
  10. lita chan lai

    pengen coba… semoga ada perjalanan berikutnya.

    Reply
    • rere

      Cobain langsung kalo pas main ke bandara Mba.
      Asik sih, seneng nyobainnya. ^^

      Reply
  11. Caroline Adenan

    Wahh Indonesia punya Skytrain. Jadi gak kalah sama negara tetangga ya. Kapan2 kalau aku lagi mau keluar kota atau negri bisa pakai Skytrain nih buat pindah2 terminal. Nanti aku salah turun aja kali ya di terminal berapa gitu, buat nyobain Skytrainnya hahaa..

    Reply
    • rere

      Hahhahahahha, salah turun demi nyobain skytrain.
      Ide bagus tuh Mba Oline. 😀

      Reply
    • rere

      Udah dong! Semoga nanti ada tour the soekarno hatta ya. 😀

      Reply
  12. Atisatya Arifin

    Waaaah makin canggih dan keren aja yaa fasilitas di bandara. Sangat berguna untuk traveler karena semuanya sudah terintegrasi ya.

    Reply
  13. Sadewi

    Skytrain nya keren banget, aku belum pernah coba, wajib coba kayaknya nih

    Reply
    • rere

      Cobain nanti kalau ke bandara, Mba. 😀

      Reply
  14. Kania Safitri

    Ih keren ya punya skytrain makin canggi aja deh bandaranya

    Reply
    • rere

      Ga repot lagi kalau mau pindah terminal yaaaaa..

      Reply
  15. Marga

    Dulu kalau salah terminal pusingnya ampuuun, soalnya susah mobilisasi. Sekarang sih enak ya.

    Reply
    • rere

      Banget. Seneng liat perubahan ke arah yang lebih baik kaya gini yes. ^^

      Reply
  16. Luana Yunaneva

    aku belum pernah naik skytrain, hehehe
    semakin variatif saja moda transportasinya
    semoga nanti ga bingung _)

    Reply
  17. Luana Yunaneva

    aku belum pernah naik skytrain, hehehe
    semakin variatif saja moda transportasinya
    semoga nanti ga bingung pas suatu saat berkesempatan nyobain

    Reply
  18. rere

    Iya, jadi penumpang punya banyak pilihan ya, Mba. 🙂

    Reply
  19. Linda

    Mba klo pindah terminal tengah malam kira2 jam 1an gitu adanya transportasi apa ya?

    Reply
    • rere

      Ada taksi dan ojek sepertinya. Aku kurang paham apakah tengah malam skytrain masih ada. Bisa dicek ke terminalnya kalau dirasa dekat ya. Safe trip!

      Reply
  20. Mara Solehah

    Awalnya q bingung ntar dr terminal 3 ke terminal 1 naik apa? Googling nemu blog ini, wah Alhamdulillah deh. Smoga cepet n gak ktinggalan pesawat nnti.

    Reply
    • rere

      YAY, SENANG TULISANNYA BERMANFAAT!
      Selamat naik kereta yaaa. 🙂

      Reply
  21. Rian

    Akhirnya nemu blog ini, setidaknya besok gak pusing pas pindah terminal. tapi bayar gk ya ??

    Reply
    • rere

      Hai, untuk pindah terminal ga ada biaya. 🙂

      Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pilihan Transportasi ke Bandara Soekarno Hatta | SEDIKIT CERITA UNTUK KENANGAN - […] dengan satu terminal sejak tahun 1983, sekarang di bandara ini sudah ada terminal ketiga dan skytrain yang bisa dipakai…
  2. 4 ALASAN PILIH NAIK SHUTTLE BUS KE BANDARA | SEDIKIT CERITA UNTUK KENANGAN - […] Kereta Bandara saat ini hanya melayani keberangkatan dari Stasiun BNI City, Stasiun Batu Ceper, Stasiun Duri, dan Stasiun Bekasi.…
  3. Atemalem - Pilihan Transportasi ke Bandara Soekarno Hatta - […] dengan satu terminal sejak tahun 1983, sekarang di bandara ini sudah ada terminal ketiga dan skytrain yang bisa dipakai…
  4. Atemalem - 4 Alasan Naik Shuttle Bus ke Bandara - […] Kereta Bandara saat ini hanya melayani keberangkatan dari Stasiun BNI City, Stasiun Batu Ceper, Stasiun Duri, dan Stasiun Bekasi.…

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives



Pin It on Pinterest