Bahagia Itu Apa?

by | Sep 16, 2014 | 2 comments

Bahagia itu menurut saya personal sekali. Ukuran untuk tiap orang ga sama. Ukuran itu bisa muncul dari pemahaman sendiri, atau tradisi keluarga.

Mamak saya mengartikan bahagia dengan kesehatan, anak sekolah lancar, pekerjaan layak, pasangan anaknya baik, cucunya sehat, cukup makan, dan banyak tertawa.

Mertua saya mengartikan bahagia dengan pekerjaan layak, ibadah yang rutin, rumah layak, sering berkumpul dengan keluarga, anak-anak sekolah baik.

Suami saya mengartikan bahagia dengan rumah yang ada pekarangannya, bebek dan ayam seliweran, dekat dengan istri-anak-keluarga.

Saya mengartikan bahagia dengan, apa adanya. Kalau adanya A, saya akan bahagia dengan A. Kalau adanya B, saya bisa setting badan saya agar bahagia dengan B.

Untungnya, sampai sekarang dan semoga aja ga perlu ngerasain, saya belum pernah ada di dalam kondisi yang ekstrim betul. Masih bisa makan cukup, punya baju cukup.

Dulu, saya sempat berpikir saya akan bahagia kalau punya waktu yang lebih lama untuk melajang, bebas kesana-kemari sendirian, ga perlu nenteng anak.  Tapi setelah mikir-mikir lagi, kayanya ga gitu juga, sih. Si bayi ini bawa saya ke tingkatan yang berbeda dari sebelumnya. Saya kayak sekolah lagi, dan namanya sekolah ya pasti saya dapet ilmu.

Udah sekolah, trus naik kelas? Ya belum tentu. Hihihi

Sekarang ini, bahagia saya sederhana. Saya cuma kepingin genteng bocor cepet dibenerin, lantai bekas dilubangi rayap cepet ditambal, dan, kalau boleh mau minta novel pembunuhan baru. 😀

Uhm, satu lagi boleh?
Saya pingin dipeluk banyak-banyak. Lagi ga enak hati belakangan ini.

 

/Salam bahagia.

YOU MAY ALSO LIKE

2 Comments

  1. Ceritaeka

    Peluk Rere erat-erat. WA-ku yala lhooo :*

    Reply
  2. didut

    tinggal minta peluk suami Re =))

    Reply

Leave a Reply to didut Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives



Pin It on Pinterest