Cinta Kita Penuh Jelaga

by | Jan 21, 2013 | 0 comments

Kita terlalu banyak menyimpan dusta.
Kamu bilang kamu bahagia, aku bilang aku bahagia.

Lalu kita berjalan bersama, masih menautkan jemari satu dan lainnya.
Tapi tidak ada bara. Sentuhan kita tak ada rasa.

Mulut kita bercerita, banyak, tapi pandangan kita melayang.
Mana mata tajam yang meluluhkan hatiku itu, sayang?

Ini cuma satu dua hari yang mesti kita jalani berdua, kita hadapi bersama.
Atau, memang sudah tidak ada cinta diantara kita?

Ini cuma satu dua bosan yang belakangan jadi penuh hingga menutupi jalan kita.
Atau, memang sudah ditakdirkan sampai disinilah kita bercinta?

Aku sayang kamu. Penuh. Mengalir bersama darahku.
Sayang kamu dari rambut hingga jemari kaki. Sayang kamu dalam segala kondisi, sehat atau sakit, senang atau susah.

Sayang, janji kita dulu masih berlaku kah?
Tetap disini, duduk, berusaha memperbaiki semuanya, sepenuh hati.
Sampai kita sama-sama tak punya tenaga, menyerah, dan membiarkan cinta mati.

Kalau benar demikian, maka tidak ada pilihan bagi kita selain
duduk bersama,
Membersihkan cinta yang sudah penuh jelaga.

——

#30HariMenulisSuratCinta
#8

YOU MAY ALSO LIKE

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives



Pin It on Pinterest