Event

DURIAN (Diskusi Ringan) Mei Bareng Blogger Medan

Persiapan Blogger dan Content Creator Menghadapi Gejolak Pandemi Covid-19?

Judulnya panjang, seperti skripsi tapi intinya tuh, gimana kita sebagai orang-orang yang aktivitas primernya bikin konten (baik dalam maupun luar ruang) bertahan selama pandemi. Bertahannya seperti apa? Bisa secara fisik, mental, juga materi.

Kebayang yang dulunya biasa nongkrong di kafe untuk nyobain menu baru, main ke hotel untuk staycation sambil leyeh-leyeh, atau keliling kota buat street photography, terpaksa diam di rumah selama dua bulan ini karena pandemi. Mau ngopi di luar rumah perasaan ga nyaman, mau tidur di hotel apalagi.

Beberapa teman udah mulai patah hati karena kehilangan pekerjaan dan terpaksa merumahkan karyawan. Efek ini lebih berat menghantam para content creator yang menggantungkan hidup sebagai freelancer. Project offline sudah pasti batal sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. Project online masih ada, tapi yang mau ‘nangkep’ juga banyak. Persaingan ketat, hanya yang berkualitas dan kebetulan beruntung saja yang mungkin akan bertahan.

Masa sulit begini, menyerah sajalah. Mungkin sudah harus gantung laptop.

Eiits, jangan buru-buru. Kita adalah apa yang kita pikirkan. Mari kita sama-sama menarik napas sangaaat panjang, dan mulai bersyukur untuk apa-apa yang kita punya. Dalam kondisi seterbatas apapun, sesulit apapun, pasti ada sesuatu yang bisa kita syukuri. Misalnya, “keluarga semua sehat”, “makan setiap hari”, “punya pulsa/kuota untuk menelepon keluarga terdekat”, “bisa tidur enak tanpa kebanjiran”, dll

Tarik napas panjang, dan temukan syukurmu. Setelah itu berusaha tegakkan kepala dan mulai berkarya kembali sebagai content creator.

KARYA SEPERTI APA?

 KAK, GA PUNYA BAHAN POSTING…

Bagi teman-teman yang biasa berkarya di luar ruang, ini jadi tantangan besar memang. Biasa posting blog/feed/youtube yang isinya piknik, eh tiba-tiba kok seperti tak punya bahan. Jangan buru-buru bilang demikian, coba cek gallery foto dan laptop pasti banyak foto/video yang sudah lama ada tapi belum pernah diposting. Foto/video itu bisa diposting sekarang sambil ditambahkan caption yang sesuai dengan kondisi sekarang.
Misal: “rindu ke pantai tapi sadar kalau jaga jarak lebih penting, sementara di rumah aja dulu sampai kondisi membaik.”

 BUAT KONTEN POSITIF

Sudahi memaki siapapun yang kamu anggap bertanggung jawab atas pandemi. Lebih fokus pada hal-hal baik di sekeliling dan cobalah buat konten dari hal itu. Misal, ceritakan ke social media kalau kebetulan lihat ada yang sedang bagi-bagi sembako, atau soal teman yang menggalang donasi. Ada satu yang perlu diingat, saat membuat konten positif atau saat kita sendiri yang malah menggalang donasi jauh-jauhlah dari perasaan “lebih baik dari orang lain”. Orang-orang yang tidak posting soal donasi/sedekah bukan berarti tidak melakukannya, mereka bisa jadi bertindak dalam diam.

 PAKAI APA YANG ADA

Mau bikin konten di rumah saja, tapi ga punya alat yang mendukung? Beli alat/perlengkapan untuk bikin konten ya boleh saja, silakan, sepanjang itu ga memberatkan. Tapi jika itu ga memungkinkan, pakailah apa-apa yang ada di rumah saja. Pakai apa yang tersedia. Jadi kreatif.

 PAKAI MATA YANG BERBEDA

“Tapi Kak, rumahku ga menarik, ga ada sudut instagramable, rumahku jelek.”
Uhm, rumah-rumah cantik ala rubrik interior majalah itu memang enak dilihat. Tapi kalau kita ga punya, ya jangan memaksa. Lihat sekelilingmu pakai mata yang berbeda. Apa-apa yang dulu ga penting/ga menarik, bisa jadi sekarang terlihat sangat penting dan menarik.

Saya punya teman yang tinggal di kontrakan 2,5×6 meter. Rumahnya kecil. Tapi dia manfaatkan satu sudut rumah, sudut kecil aja dekat jendela, dan melakukan semua dari sana, termasuk untuk foto-foto endorse. Keterbatasan jangan bikin kita menyerah, tapi harusnya bikin kita makin gagah.

 MANFAATKAN WAKTU DENGAN BAIK

Kita punya 24 jam setiap hari, kalau misalnya mau dibagi-bagi, bisa misalnya: 1 jam dipakai untuk belajar hal baru lewat sesi zoom/IG live/workshop online/kulwap. Minimal 8 jam bisa dipakai untuk kerja yang berkualitas. Sisanya bisa untuk mengerjakan hobi/ibadah/dan berkumpul bareng keluarga.

Semua berawal dari pikiran. Tetap bikin konten yang berkualitas meski harus #dirumahaja sementara ini. 💪

/salam sehat

Previous Post

You may also like

29 Comments

  • Reply Aizeindra

    Nah aku ikutan tuh dikelasnya kak re, sangat tercerahkan paling suka dengan sarannya ketika bertanya tentang kerjaan yg numpuk, kenapa gak minta tolong temen lain ngerjain kerjaan tersebut.

    Di kantor aja kerja terkadang banyak distraksinya, ini sebulan lebih di rumah bagi awak distraksinya lebih luar biasa.

    May 17, 2020 at 17:50
  • Reply Nikmal Abdul

    Senang sekali bisa ikutan Durian Online, sejak rasanya sangat susah untuk diriku mengikuti Durian offline, tapi tetap aja rasa kangen ketemu sama teman-teman Blog M itu juga pasti ada.

    Btw makasi banyak ya kak re atas sharingnya kemarin. Jadi semangat untuk selalu berkonten meskipun harus di rumah aja selama pandemi ini.

    May 17, 2020 at 18:24
  • Reply Wahyu Blahe

    Terimakasih ya kak sudah menginspirasi kami kawan-kawan di Blog M. Nanti kita jumpa di Durian lagi ya kak. Semoga kita sehat-sehat selama dirumahaja semakin produktif.

    May 17, 2020 at 18:52
  • Reply Serta Sitorus

    Faktor alam juga ternyata sangat berperan saat kita melakukan kegiatan #DiRumahAja ya kak. Waktu sesi Kulwap kemarin Medan lagi di guyur hujan dan petir nya mayan bikin sedikit kewalahan signal nya 😅 tapi untunglah Kak Rere berbaik hati menuangkannya lagi di blog ini, jadi materi bisa diulang lagi dan lagi. Sayangnya gak bisa ikutan GA nya, keburu time out, sering-sering bikin GA dong kak, biar dapat hadiah yang anget gitu ✌️😁

    Materinya mantul ! Bisa diimplementasiin sambil menata pikiran dan ide agar tetap produktif dan tetap menghasilkan karya yang epic meskipun #DiRumahAja. Thank alot ya kak Re 💙

    May 17, 2020 at 18:56
  • Reply Ristin

    PR banget bikin konten yg menarik dan positif, hrs lbh kreatif ya krn masih di rmh aja hehe…

    May 17, 2020 at 20:16
  • Reply Rudi Hartoyo

    wahh,, terima kasih kak sudah menginspirasi. semoga bisa diterapkan dirumah juga nih, Ditunggu durian ofline ya kak,,dilain kesempatan setelah semua normal

    May 17, 2020 at 21:09
  • Reply Zaimah

    Mantap kak, emang kita harus terus bertahan dan maju saat semua terasa berat ya. Makasih ilmu nya kakak…

    May 17, 2020 at 21:44
  • Reply Lithaetr

    Duh, judulnya durian (diskusi ringan) langsung auto mau makan duren kakak, hehehe. Anyway ini keren abis tipsnya. Kita adalah apa yang kita pikirkan. Memang kita harus lebih dituntut menjadi kreatif di kondisi seperti dan temukan rasa syukur kita, dengan menyelami hal-hal sederhana yang sudah terjadi pada diri ini.

    May 17, 2020 at 21:47
  • Reply Maulana

    Inspiratif sekali. Tidak ada alasan untuk tidak produksi konten, pasti ada cara. Selain itu kita juga bisa repurpose konten yang udah ada. Semoga saya bisa ikutan Durian selanjutnya.

    May 17, 2020 at 21:54
  • Reply Eko Surya

    Ig awak mulai tak ter urus, emang mesti konsisten dan komitmen ya kan kak, jadi bisa di buat jadwal gitu.. waktu nge posting dan kapan ngumpulin bahan. Gak enak nya kadangan gitu mau posting di situ sibuk cari bahan wkakak

    May 17, 2020 at 22:48
  • Reply Sani

    Iya nih, ga kmana mana bukan brarti kehabisan konten hehe. Makasih masukannya, jd liat lagi koleksi foto2 yg udah lewat, bisa jd konten hehe

    May 17, 2020 at 23:02
  • Reply Andre Sitorus

    Kak rere apa kabar, yallah aku pengen dikasih masukan lagila pas durian offline, kak rere mah baiq beut, maaf kak kemaren gaikut, soalnya jaringan di kampung bermasalah

    May 17, 2020 at 23:48
  • Reply Zam

    saat pandemi gini kulihat makin banyak orang yang kreatif bikin konten, sih.. 😆

    May 18, 2020 at 01:23
  • Reply Dian

    Yes blogger tetap harus aktif dan kreatif bikin konten ditengah pandemi sekalipun..

    May 18, 2020 at 03:33
    • Reply Maria Julie

      Keren kak. Menginspirasi.
      Jadi mikir ulang, kadang terlalu overthinking sama apa yang mau ditulis buat aku jadi ga nulis apa apa. Dimulai aja dulu dengan alat yang ada dan tetap produktif.Noted.

      Oh ya kemarin pemaparannya di blogger medan keren kak.

      Ditunggu tulisan selanjutnya Kak. Salam.

      May 18, 2020 at 20:11
  • Reply Yulia Rahmawati

    Durian, salah satu buah-bahan yang saya suka. Apalagi diskusi ringan juga malah sangat bermanfaat. Saya jadi pengen ikutan jg nih Duriannya, Ka…

    May 18, 2020 at 03:36
  • Reply Ririe

    termotivasi dengan kalimat ini” keterbatasan jangan membuat kita menyerah TAPI gagah”.

    Memanfaatkan secara optimal dengan cara melihat secara berbeda, sehingga passion fotografi pun tak akan terhenti meski dengan fasilitas seadanya (well noted)

    May 18, 2020 at 04:51
  • Reply Mutia Ramadhani

    Buat konten positif di masa pandemi sekarang udah jadi tren ya. Banyak banget, mulai dari postingan blog, IG, sampai vlog YouTube.

    May 18, 2020 at 04:54
  • Reply Lia Yuliani

    Sharingnya oke banget, Mbak. Saya suka baca ini. Memang keterbatasan jangan membuat kita menyerah. Buat konten positif dan bermanfaat ini juga jadi peganganku selama ini. Nice sharing.

    May 18, 2020 at 04:55
  • Reply TemuKoncot

    Untung aja awal Mei 2020 kemarin saya diajakin tantangan #31HariMenulis di twitter. Jadi mau nggak mau jadi terpacu dan dipaksa untuk memutar otak biar tiap hari ada dipost di blog kita.

    Memang ada hadiahnya sih tantangan #31HariMenulis itu, tapi sebenarnya tujuan utamanya bukan itu. Melainkan buat makin meyakinkan diri kalau “kita bisa kok tetep update blog biar keadaan lagi kayak gini.”

    Terima kasih pencerahannya Kak…t

    May 18, 2020 at 06:09
  • Reply Cempaka Noviwijayanti

    Jadi harus ekstra kreatif untuk bikin konten ya mbak. Biasanya kondisi sempit malah bikin orang lebih kreatif. Semoga semuanya segera berjalan kembali normal ya mbak

    May 18, 2020 at 06:52
  • Reply Fenni Bungsu

    Jadi makin SemangatCiee habis bacanya, karena sebagai content creator tetep harus menghasilkan karya yang bermanfaat, meski masih WFH.

    May 18, 2020 at 07:17
  • Reply Triani Retno

    “Pakai apa yang ada”. Bener bangeeeet. Pusing sih nyari spot menarik di rumah tapi menantang juga. Kain-kain etnik di lemari pun keluar buat properti dan latar belakang foto biar nggak ngebosenin :D.

    May 18, 2020 at 07:18
  • Reply Melina Sekarsari

    Kalau dibilang kehilangan ide, sama sekali nggak. Tapi kalau kehilangan materi foto atau video, iya. Bisa sih foto-foto di rumah aja, tapi latar rumahnya kurang cantik euy untuk ditunjukkan ke khalayak ramai. Ini kode buat segera renovasi rumah, hahaha …

    Tapi, aku tetap rajin posting tulisan lengkap dengan gambar dan video, sih. Hasil dari comot foto-foto lama atau foto dan video baru dari kegiatannya anak-anak selama school from home. Eh, bisa juga lho foto hasil masakan kita.

    Terima dulu aja keadaan ini. Jangan dibikin susah. Akali yang masih bisa diakali. Menurutku gitu.

    May 18, 2020 at 07:42
  • Reply Maria G Soemitro

    Keren nih : kita adalah yang kita pikirkan
    Bener banget, ayam aja bisa makan masa manusia ngga.
    Walaupun semangat sering kaya roller coaster, tapi jalan lurus aja, ntar kan nyampe 😁😁😁

    May 18, 2020 at 08:31
  • Reply Eka

    Di rumah aja jadi tantabgan untuk blogger supaya makjn kreatif. Tetap semangat dna tefus berdoa semoga pandemi segera berakhir jadi bisa aktifitas di luar lagi

    May 18, 2020 at 09:31
  • Reply Eko Surya

    Kadang yang buat males itu waktu kita pas mau post konten di situ pulak mikir mau buat apa, emang mesti di biasakan sih nge stock konten jadi gak keburu buru kan ya kak waktu mau di posting

    Keren kak 🙂

    May 18, 2020 at 18:03
  • Reply Susindra

    Durian selalu lezat, manis, dengan cita rasa khas. Aih… Pinter cari nama. Jadi bikin penasaran yang di luar blogger Medan.
    Tapi memang benar. Temukan syukurmu, dan pakai yang ada. Ini akan sangat solutif bagi kondisi sekarang.
    Karena bahagai dan duka hanyalah sebuah cara dari-Nya untuk tahu seberapa berharganya kita.

    May 19, 2020 at 03:45
  • Reply Sugi Siswiyanti

    Yup, kita adalah apa yang kita pikirkan. Kalau mikirnya sudah pesimis, yang akan dialami ya yang bikin patah juga karena sikap kita membuatnya demikian. Optimis wajib, realistis harus. Tinggal dikelola saja sesuai porsinya.

    May 19, 2020 at 17:27
  • Leave a Reply