Kelontang Riang dari Kampung Kaleng

by | Oct 23, 2018 | 41 comments

Pernah dengar Kampung Kaleng sebelum baca tulisan ini? Kalau saya, beneran baru tau soal kampung ini waktu diajak jalan-jalan ke sana minggu lalu.

Kampung Kaleng letaknya ada di Kampung Dukuh, Desa Pasir Mukti, Kec. Citeureup, Kabupaten Bogor. Kampung ini sudah tiga generasi jadi sentra industri kerajinan berbahan dasar kaleng/alumunium.

Produk bikinan kampung ini macam-macam, mulai dari oven tradisional alias oven tangkring, oven gas, cetakan kue, kaleng kerupuk, toples mini, panci, aksesoris kendaraan, peralatan rumah tangga, serta produk industri seperti rambu-rambu, ducting AC, tempat sampah, sampai septic tank!

Hasil produksi perajin dari kampung ini, disalurkan ke beberapa sentra penjualan perabotan di Jakarta, seperti Cawang, Jatinegara Mester, Jembatan Lima, Tanah Abang, dan Mayestik. Karena harga dan kualitasnya, sekarang banyak juga pesanan langsung dari pelanggan di luar wilayah Jabodetabek.

Perajin di kampung ini menerima pesanan dengan ukuran custom (on demand), lho. Misalnya, mau pesan oven dua lantai, panjang 2 meter, lebar setengah meter, bisa! Mau pesan cetakan kue bentuk lonjong, bulat, atau bergerigi, bisa! Perajin di kampung ini levelnya udah kelas tinggi semua, belajarnya otodidak dan langsung praktek di lapangan.

Di Kampung Kaleng ada 135 rumah produksi yang bikin kerajinan dari kaleng. Sepanjang jalan-jalan, rasanya hati senang dengar bunyi kelontang-kelontang dari tumpukan kaleng. Kampungnya produktif sekali. Ga keliatan tuh anak-anak muda yang nongkrong ga jelas di pojokan gang, atau ibu-ibu yang nongkrong gosipin tetangga sebelah yang baru beli kulkas baru. 😀

Kemarin, di salah satu rumah, saya sukses jatuh hati dengan cetakan bentuk Hello Kitty, akhirnya jajan deh.. ^^

Oh iya, selain kaleng, kampung ini bikin kerajinan dari kain/busa. Produk jadinya macem-macem, ada bantal, keset kaki, boneka, dll. Kalau misalnya butuh souvenir dalam partai besar untuk event/acara kantor, coba deh mampir ke sini, siapa tau cocok harga dan rupa.

Untuk pengunjung yang baru pertama kali ke sini, mungkin akan bingung mesti belanja barangnya di mana, ya… Tenang aja, kamu bisa langsung mampir ke Koperasi Rancage. Koperasi yang pendiriannya didukung oleh Indocement ini menaungi 120 orang perajin di dalam dan luar kampung.

Koperasi ini bibitnya ada dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Rancage yang dibentuk oleh Dedi Ahmadi pada 2012. “KUB ini diharapkan bisa menyatukan para perajin yang terpecah karena persaingan harga yang tidak sehat.”

Nah, sejak ada koperasi, organisasi ini manfaatnya jadi meluas. Koperasi bisa bantu perajin dapat pasar baru, dapat bantuan modal, juga bantu pemasaran secara daring (online). Indocement yang udah bantu pendirian koperasi di awal, tetap mendukung dengan cara membeli produk bikinan anggota untuk keperluan perusahaan, dan menyalurkan pinjaman bergilir tanpa bunga. 🙂

Dedi Ahmadi (Dedi Rancage) karena inisiatifnya menyatukan warga kampung demi kemakmuran bersama itu dianugerahi Mendali Satya Lencana Pembangunan dan Bakti Koperasi oleh Menteri Koperasi dan UMKM Republik Indonesia, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, lho. Keren ya. 🙂

produk jadi yang dijual koperasi

produk jadi yang dijual koperasi

Yuk dipilih ovennya

Dari Kampung Kaleng, perjalanan kami berlanjut ke Pusat Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Hambalang. Di sini kami dibawa tur, liat pusat pembibitan ikan, kebun, peternakan, dll.

P3M Hambalang ini berdiri di  atas lahan pascatambang Indocement. Luasnya 10,5ha, ada 17 spot, pertanian, peternakan, perikanan, cluster energi alternatif, biogas (gas dari kotoran sapi yang diproses jadi metana). Ada juga pohon jati, pohon energi (jarak, kemiri sunan), dll.

Yang keren dari P3M Hambalang adalah, pengunjung bisa liat langsung aplikasi solar cell untuk kebutuhan sehari-hari. Seluruh area P3M menggunakan sistem listrik alami, sama sekali ga pake jaringan PLN.

Selama ini, P3M belum pernah kekurangan listrik, panen matahari selama 1 jam saja, cukup untuk kebutuhan energi listrik selama 6 jam di seluruh kawasan. Investasi awal solar cell memang besar, tapi manfaatnya bisa dirasakan sampai bertahun-tahun kemudian.

Dari kunjungan setengah hari kemarin, area favorit saya adalah kebun melon! Setelah sekian banyak umur, baru kali ini saya liat pohon melon dengan mata sendiri. Unyu ternyata ya, kuning-kuning menggantung seksi di pohonnya gitu. 🙂

Setelah liat pohon melon, kami sempat juga makan buahnya yang super manis. Sayang karena kehausan, buah melon potongnya ga sempet kefoto. 🙂

Pada 2017, P3M Kompleks Pabrik Citeureup Hambalang ini dikunjungi sekitar 2.700 pengunjung. Kegiatannya macam-macam, ada yang ikut kegiatan eduwisata, pelatihan, juga studi banding. Paket eduwisata ini penikmatnya kebanyakan anak-anak usia TK dan SD. Mereka bisa lihat langsung budidaya perikanan, peternakan kambing dan burung puyuh, serta area pertanian.

Untuk warga yang jadi desa mitra Indocement, dipersilakan untuk datang, berlatih langsung di kawasan P3M dan bawa ilmunya pulang ke rumah masing-masing untuk langsung dipraktekkan. Oh iya, semua kegiatan di P3M ini tanpa biaya. Menyenangkan ya.. 😀

Terima kasih ajakan jalan-jalannya Indocement, besok boleh lho kalau mau ajak liat kebun durian. ^^

/salam jalan-jalan

 

 

 

 

 

YOU MAY ALSO LIKE

41 Comments

  1. Zam

    ooo.. baru tau asal pembuat perabotan dari aluminium ini ada di Bogor, tooh..

    Reply
    • rere

      Iya, akupun baru tau kalau ada kampung yang jadi sentra bikin beginian Zam. Produktif banget orang-orang kampungnya. 🙂

      Reply
  2. Wichan

    Aku sih beneran baru denger ini mbak Rere. Kaleng-kalengan yang sering kita temuin jangan2 salah duanya dari sana ya, apa mayoritas nih bisa jadi.

    Reply
    • rere

      Iya, kampungnya itu yang supply ke sentra-sentra jualan perkakas dapur kaleng Kak. 🙂

      Reply
  3. Stefanny Fausiek

    Aq juga baru denger soal kampung kaleng n melonnya menggoda banget

    Reply
    • rere

      Melonnya manis Kakak.
      Ingin rasanya menggondol pulang.

      Reply
  4. Yati Rachmat

    Ya, ampuun, Rereee…usia bunda 7 bulan lagi delapan nol baru tau tuh ada kampung yg namanya kampung kaleng. Produktif bngt ya, dan yg bikin bangga anak2 mudanya gak ada yg pd nongkrong gak jelas. Indocement salut deh beri bantuan pinjaman tanpa bunga, haregene mana ada. Sekali lg salut dah ma Indocement. Mauuu donk dicolek kl ada lagi acara ke kampung kaleng ini yak!?!

    Reply
    • rere

      Halo Bunda yang tetap energik walaupun umurnya mau delapan nol! Sehat-sehat terus ya Bun. *peluk

      Reply
  5. Nita

    Aku mau nenteng oven rasanya, tapi perjalanan pulang masih panjang XD

    Reply
    • rere

      Aku udah nenteng cetakan puding. Mamak tak kuat, jadi belanja karena ingat anak. :))

      Reply
    • rere

      Semua kerja, semua kerja.

      Reply
  6. @nurulrahma

    Waaahh gokilll, ini terintegrasi banget kereen pol!

    Reply
    • rere

      Banget! Kampungnya rameee dan produktif.

      Reply
  7. andiyani achmad

    deket dari Jakarta nih Kampung Kaleng, sangat kreatif ya mereka

    Reply
    • rere

      Ga ada bengong ga jelas, semuanya sibuukkkk, kampungnya produktif. 😀

      Reply
  8. rere

    Semangatnya bikin seneng ya Mba. 🙂

    Reply
  9. Siti Nurjanah

    Keren banget. Baru tau klo di kawasan bogor ini ada perkampungan super kreatif , banyak produk juga yang udah di hasilkan

    Reply
    • rere

      Ga muda, ga tua, semua kerja. Kampungnya rame banget. 🙂

      Reply
  10. Agung Han

    Seru dan kteatif, jadi pengin ke kampung kaleng.

    Reply
    • rere

      Kapan-kapan mampir ke sana Mas.
      Trus baliknya beli oven deh buat di rumah. 🙂

      Reply
  11. Suciarti Wahyuningtyas (Chichie)

    Oh disini toh tempat pembuatan peralatan dapur yang suka dicari emak-emak. Aku soalnya pernah membeli oven di Cawang dan sampai sekarang ini awer banget dan juga masih bagus

    Reply
    • rere

      Nah benaarrr. Ini kampung yang kirim barangnya ke Cawang Mba. Seneng deh kalau ovennya masih awet sampe sekarang, selamat panggang-panggang yaa..

      Reply
  12. Honey Josep

    kayaknya kalau saya ke Kp Kaleng, pulang bawa bibit pepohonan 🙂

    Reply
    • rere

      Hahahhaa, kemarin juga ingin minta bibit, eh pas baliknya malah lupa. *menyesal tak ada guna.

      Reply
  13. Urmilamile

    Whoaaa!! Aku jadi kepengen kesana kaa

    Reply
    • rere

      Mau beli oven baru ya Kakak….

      Reply
  14. Sadewi Handayani

    Aku baru denger tentang kampung ini, btw ucu banget sih tempat kerupuk kecil gitu. Jadi pengen punya buat koleksi.

    Reply
    • rere

      Bisa diisi permen warna-warni buat pajangan meja Mba. Kyuttt…

      Reply
  15. zata ligouw

    eh sumpah keren banget kampung kaleng ini ya.. pengen ah kapan2 berkunjung ke sana. Btw, gw naksir berat deh sama dress lo Re ;p #salfok

    Reply
    • rere

      hahahha, yang lain naksir melon sama oven, eh dirimu naksir baju. :))

      Reply
  16. Fenni Bungsu

    Itu produk jadi yang dikirim ke koperasi unik banget lho, dan ternyata hasil kreasi anak muda yang inovatif

    Reply
    • rere

      Iya, mereka bikin macem-macem, dari yang fungsional banget sampe yang imut-imut cakep. 🙂

      Reply
  17. Liswanti

    Keren banget ini mba, itu yang kaleng mini buat kerupuk itu lucu ya. Kalau deket pengen deh beli

    Reply
    • rere

      Coba beli online aja Mba, ada di Tokopedia itu akunnya. 🙂

      Reply
  18. yayat

    ya ampun seneng amat liat melon bergelantungan gitu.. rasanya pengen metik dan belah… betewe itu teko ya yg warna kuning? kok lucuk

    Reply
    • rere

      Teko buat nyiram taneman kan itu Kak? Apa buat es teh?

      Reply
  19. Endah Kurnia Wirawati

    kok saya senang banget bisa nemu kampung kaleng ini ya?
    jadi pengen kesana buat menggali ceritanya.
    pasti seru bisa bercengkerama dan ikut belajar bikin kerajinan dari kaleng disana

    Reply
    • rere

      Wah, kamu rajin banget Kak mau ikut belajar.
      Aku sih pingin borong aja semua, ngilu ga berani pegang-pegang kalengnya kan tajeemm.

      Reply
  20. PutriKPM

    Sejujurnya aku baru denger sebutan kampung kaleng ini. Dan ternyata keren banget ya jadi buka peluang industri rumahan turun temurun

    Reply
    • rere

      Bener, industri kreatif yang basisnya lokasi gini bagus banget dikembangin. Warganya aktif banget pula!

      Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ikhtiar Hijau ala Randakari | SEDIKIT CERITA UNTUK KENANGAN - […] ini saya sedang sering-seringnya mampir ke kampung-kampung yang inspiratif. Ada Kampung Kaleng, Kampung Tenun, Kampung Warna, Kampung Inspirasi, dan…
  2. Atemalem - Ikhtiar Hijau ala Randakari - […] ini saya sedang sering-seringnya mampir ke kampung-kampung yang inspiratif. Ada Kampung Kaleng, Kampung Tenun, Kampung Warna, Kampung Inspirasi, dan…

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Archives

Pin It on Pinterest