Keluarga KOP dari Negeri Kincir

by | Apr 27, 2010 | 10 comments

******************************

Saya tidak pernah memikirkan indahnya langit, sampai sore itu. Sore saat petang Jakarta. Begitu bagusnya, sampai saya tak sadar telah membuka tas, mengeluarkan kamera kesayangan dan memotret.

Saya mencintai langit, saya pastikan mulai sore kemarin.

Saya mencintai langit atas pemandangan, saya mencintai langit atas sihir yang terjadi sekejapan.

Pikiran membawa saya pada orang-orang di luar sana yang juga mencintai langit, tapi dengan cara yang berbeda. Jika saya menikmati, mereka mencari.  Kami, orang-orang yang mengaku begitu mencintai langit nun jauh disana hendaknya menjura pada manusia hebat, penggagas alat pencari langit.

Manusia itu, yang sudah lebih dulu mengakhiri langkahnya di dunia, penemu ide TelesKOP, adalah  Hans Lippershey.  Warga negeri kincir ini mulanya dan hanya memang seorang tukang lensa. Ia bereksperimen dengan lensa-lensa di bengkelnya, memasang ulang alat-alat utama pencari makan, menemukan kemungkinan.

Sayang, permintaan Lippershey atas paten perangkat yang digambarkan sebagai “untuk melihat benda-benda jauh hingga seolah-olah mereka ada di dekat kita” itu ditolak. Alasannya, ide perangkat buatannya tersebut sudah dikenal khalayak sebelumnya.

Sejak penolakan, hingga kini, belum ada kepastian siapa penemu Teleskop sebenarnya, Galileo Galilei, Si Bapak Astronomi dunia,  bahkan mengaku hanya menyempurnakannya saja.

Sulit untuk menemukan siapa yang sebenarnya paling berhak menjadi simbol dari kelahiran ilmu pengetahuan modern di bidang teleskop.  Alih-alih jelas, penggagas awal Teleskop, anak kedua dari keluarga KOP ini sampai sekarang masih misterius. Pasalnya, minim sekali data-data mengenai perkembangan awal pembuatan teleskop.

Jika anak kedua keluarga KOP, masih suram buram, anak pertamanya malahan terang benderang. Tersebutlah si MikrosKOP, lahir pada 1590. Dalam sejarah, yang dikenal sebagai pembuat mikroskop pertama kali adalah 2 warga Belanda, ayah dan anak Hans Janssen dan Zacharias Janssen.

Penemuan ayah dan anak ini mendorong penemuan lain oleh Galileo Galilei pada 1609, mikroskop yang dia buat dikenal dengan nama Mikroskop Galileo.

Kata mikroskop sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata micron=kecil dan scopos=tujuan, yang maksudnya adalah alat yang digunakan untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat oleh mata telanjang.

Setelah ditemukan oleh ayah dan anak, serta diikuti Galileo, seorang Belanda lain, Anthony van Leeuwenhoek akhirnya menemukan mikroskop yang dianggap sempurna pada 1683.

Entah siapa penemu aslinya, banyak pendapat, banyak cerita, tapi selayaknya lah saya berterima kasih kepada mereka yang namanya tercatat dalam sejarah, tiga warga Belanda yang mencintai lensa. Cinta mereka memungkinkan dokter saya mengetahui virus dan bakteri yang bercokol di tubuh saya, juga memungkinkan saya melihat ada apa di atas langit sana.

Berfikir, nenek moyang Belanda itu gurunya siapa ya, kok ya pinter-pinter gitu.. 😀

Hai.. tiga eyang Belanda, terimakasihh… 😀

/Salam dari saya, tetangga jauh keluarga KOP.

YOU MAY ALSO LIKE

10 Comments

  1. unending dreams

    hebat ya, ternyata mikroskop berasal dr Belanda…mari belajar ke sana, semangat!!

    Reply
  2. rere

    iyahhh…. baru tau kannnn??
    hehe…

    Reply
  3. Nf

    Hooh, baru tau. Keren keren

    Reply
    • rere

      iyak… padahal alatnya sering dipakai. kalau masalah penemu, yang sering masuk soal ujian kayaknya cuma penemu mesin uap sama penemu telepon. hehe

      Reply
    • rere

      iyah… orang belanda… kita ini kan belanda juga… dulu… hehe

      Reply
  4. fay

    kalo yang nemuin teleskop itu orang indonesia, pasti namanya telesndang a.k.a teles dandang .. hehe.. 😀

    eniwei, belanda emang hebat ya.. tapi sayang mereka nggak nurunin kehebatan mreka pas njajah kita.. 🙁

    salam kenal..

    Gud luck.. 😀

    gud luck for my self, also.. hehe 😀

    Reply
    • rere

      iyah, itulah yang juga saya pikirkan, mereka kok ndak ninggalin “sedikitttt” aja buat kita. mungkin mereka maunya kita yang belajar ke sana.. hehhehe

      Reply
  5. iyra capcaibakar

    kocak.. kupikir siapa itu Keluarga Kop.. ternyata.. lucu… btw iya setuju

    “mereka ninggalin “sedikitttt” aja buat kita. mungkin mereka maunya kita yang belajar ke sana.”

    Reply
  6. faiza

    wow,,,
    keren
    dari belanda juga nih si teleskop dan kop yg lain..
    slm kenal re,,

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives



Pin It on Pinterest