Kenapa Cuma Satu?

by | Jun 5, 2014 | 0 comments

Makin kesini, makin banyak orang yang tanya-tanya soal anak ke saya.  Pertanyaan dan pernyataan semacam, “Kapan nambah anak lagi?” “Embun udah gede lho, nanti jaraknya kejauhan.” “Embun demam ya, tandanya minta adek, tuh.”

Lalu ada juga pernyataan semacam, “Kasihan Embun, nanti gak ada temennya.” “Kasihan Embun, kesepian. Lagian kalo cuma satu nanti ga mandiri, manja.” dan lain-lain.

Sampai sekarang anak saya dan suami memang cuma satu. Sementara ini cuma satu. Saya belum terpikir nambah satu lagi atau dua lagi atau tiga lagi. Kenapa pabrik saya tidak produksi lagi? Uhm, bukannya saya ga mau jawab pertanyaan ini. Tapi, apapun alasan yang saya kemukakan, orang-orang itu akan punya kalimat untuk membantah.. “Tapi kan, Re… bla bla bla..”

kata orang

Saya paham, kadang-kadang orang tanya-tanya dan komentar itu sekedar basa-basi, supaya ada pembicaraan, ga sepi. Tapi ya, bolehlah besok-besok basa-basinya soal cuaca, jemuran, harga sayur dan cabe, seputar itu aja,

Omong-omong, kalau nanti suatu saat pabrik saya dibuka lagi, itu bukan karena pendapat si A, si B, si C, tapi hanya karena saya sudah siap.

/Salam basa-basi.

YOU MAY ALSO LIKE

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Archives

Pin It on Pinterest