Kendaraan Operasional untuk Usaha di Rumah

by | Apr 21, 2021 | 0 comments

Kami punya warung di rumah, jualannya macem-macem, tapi jualan paling utamanya, Ayam Penyet. Usaha ini berjalan sekitar dua tahun. Sejak pandemi tahun lalu, kami memutuskan untuk mencari pelanggan baru selain di area rumah dengan cara menerima titipan sedekah. Menunya sih sama saja, seperti menu jualan di rumah, tapi khusus untuk teman-teman yang belanja di warung untuk sedekah, kami tambahkan layanan bagi-bagi titipannya gratis.

Titipan sedekah dari teman-teman kami salurkan keliling Medan. Tujuan utamanya untuk para pekerja jalanan seperti tukang ojek, tukang becak, para pemulung, kurir paket, dan penyapu jalanan. Kami bagikan sedekahnya di siang atau sore hari dengan motor. Jumlah titipannya cukup banyak, untuk membantu membawa paket nasinya kami pakai rombong (semacam tas terbuka yang disandingkan di sisi kanan-kiri motor).

Rombong cukup membantu. Seluruh pesanan bisa dibawa keliling kota dalam satu kali tarikan. Masalah baru datang ketika hujan. Tidak memungkinkan untuk membagi-bagikan makanan saat hujan turun lucu-lucunya. Biasanya kami memilih untuk berteduh sebentar di pom bensin atau halaman toko yang beratap. Tapi, kadang-kadang hujannya turun cukup lama dan kami jadi khawatir dengan kondisi nasinya.

Tantangan lain muncul saat harus mengantarkan titipan di atas 100 kotak. Rombong sudah pasti tidak bisa digunakan. Pernah kami harus menyewa GoCar, paling sering sih meminjam mobil keluarga. Meminjam sekali sih oke-oke saja, tapi terus-terusan sepertinya ga enak juga, ya.

Taksi Online
 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Pondok Bang Aam (@pondokbangaam)

Postingan di Instagram di atas adalah dokumentasi waktu harus kirim sedekah ke panti asuhan. Titipan sedekahnya cukup banyak, sekitar 200 kotak. Untuk mengantar titipannya, kami pinjam mobil keluarga.

Belakangan ini kami sempat diskusi soal kendaraan operasional buat warung. Kebutuhannya hanya yang tangguh, mudah dirawat, dan tidak rewel saja. Bagian interior dan eksterior bukan prioritas, yang penting ada tempat cukup luas di bagasi untuk mengangkut nasi kotak dan ada air conditioner yang mumpuni untuk jaga kondisi nasinya tetap baik sampai diantarkan ke lokasi tujuan.

Lalu kami mulai cari-cari mobil yang sesuai dengan kebutuhan ke beberapa website jual beli. Dari hasil riset singkat, kelihatan kalau harga mobil Toyota turunnya tak terlalu jauh dari harga awal pembeliannya. Harga jual kembalinya bagus, sepertinya karena mereknya yang sudah dipercaya masyarakat.

Dari beberapa jenis mobil yang ditawarkan Toyota, kami sama-sama jatuh hati dengan Avanza. Secara harga sangat masuk akal, walaupun sekarang uangnya belum ada, ya bolehlah bermimpi dulu ya. Secara luas kendaraan juga sesuai dengan kebutuhan.

Harga baru Avanza tipe manual

Harga mobil Toyota di atas saya ambil langsung dari websitenya AUTO2000 ya. Sengaja cari harga dari website resmi supaya tidak salah kutip. Selain mobil baru, kami juga mempertimbangkan untuk cari mobil bekas di website yang sama.

Kami sebenarnya kurang berjodoh dengan barang bekas, beberapa kali coba belanja, mulai dari smartphone sampai kulkas, kondisi barang bekasnya ternyata tidak seperti yang diharapkan. Jadi, untuk barang bekas, kami sangat berhati-hati sebelum memutuskan. Sebisa mungkin cari referensi dan bahkan belinya lewat website resmi dan terpercaya sebagai langkah untuk meminimalkan risiko saja.

Masih dari website yang sama, kebetulan ada satu mobil avanza yang sesuai dengan kebutuhan. Tahunnya masih baru, harganya cukup bersaing dengan mobil yang dijual di website lainnya.

Postingan ini adalah harapan, mimpi, dan tujuan. Semoga kelak usaha kami terus berkembang dan nantinya bisa punya kendaraan operasional sendiri. Amin. Amin. Amin. Semoga jalan dan rezeki baik beserta kita selalu.

/salam kerja keras

YOU MAY ALSO LIKE

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives



Pin It on Pinterest