Parenting

Kisah Gunting dan Rambut

Alkisah, siang hari, 22 Agustus, anak bayi yang ngakunya udah gede, menggunting rambutnya sendiri.

potong rambut

Emak      : Lagi apa, nak..
Embun   : Potong rambut, buma. Embun kan bisa, Embun udah gede.                          Buma lupa, ya?

*Belum sempat dimarahin, udah panjang alasannya.*


Si anak bayi ini, bilang kalo dia cuma potong rambut aja, tangannya ga kenapa-napa, ga luka, ga berdarah.

Baiklah… *tarik nafas panjang*…. *batal marah-marah*

Soal gunting, saya sudah cukup lama mengajarkan si bayi waspada. Teman saya, sebut saja Mak Lumen, membolehkan Lumen bermain gunting di umur yang lebih dini daripada si Embun.
Saya awalnya, hiii, kan bahayaaa…. Lalu, uhmm, baiklah, mari kita coba.

Aturan dasar bermain dengan gunting adalah. Jauhkan sisi tangan yang memegang kertas atau daun atau lainnya dari gunting. Tujuannya, supaya guntingnya ga salah motong. Serem kan kalo sampe tangannya si bayi yang kepotong. 🙁

Aturan kedua. Jika ingin main gunting, panggil Buma/Buya supaya bisa diawasi. Lalu, tanya Buma/Buya apakah A atau B boleh digunting.
Nah, aturan kedua ini yang baru aja dilanggar tadi. 😐

Aturan ketiga. Main gunting harus diam di tempat, tidak dibawa lari-lari atau bercanda. Kuatir ga sengaja ketusuk.

Aturan keempat. Hati-hati.

Aturan kelima.  Hati-hati.

Aturan keenam. Hati-hati.

Banyak yah aturannya? Gapapa deh, daripada emaknya parno melulu, malah anaknya ga punya keterampilan megang gunting sama sekali nanti.

Oh iyah, katanya begini, dalam interaksi dengan anak usahakan untuk selalu menyiapkan aturan di depan.
Jadi, kembali soal gunting tadi, misalnya Si Badu main gunting, lalu berdarah, emaknya lihat dan marah-marah. Maka, emaknya bisa dibilang salah.

a. Si Badu mungkin tidak tau kalau gunting berbahaya.
b. Si Badu tidak tahu kalau gunting bisa bikin tangan terluka.
c. Si Badu pikir gunting itu mainan, sama seperti lego.
d. Si Badu A, B, dan C.

Ya begitulah. sebenarnya saya kemarin cukup panik. Tapi sekarang udah lumayan tenang. Udah bisa evaluasi diri lagi. Tugas saya berikutnya, meletakkan gunting di tempat yang jauh dari jangkauan anak bayi ituh.

Omong-omong, sampai sekarang saya belum bolehin si bayi pegang/main pisau. Belum berani, dan masih mikir belum perlu.

Ada pengalaman serupa soal gunting dan rambut ituh, kakak?

/Salam tukang salon

Previous Post Next Post

You may also like

1 Comment

  • Reply Oops, she did it again! | SEDIKIT CERITA UNTUK KENANGAN

    […] Tapi ya, ternyata pas saya balik ke rumah malamnya, nemu Embun, poninya udah kepotong pendek dan awur-awuran. Saya langsung nebak, mesti ini anak motong rambutnya sendiri deh, kayak waktu dulu itu. […]

    January 13, 2016 at 15:01
  • Leave a Reply