Pengalaman Klaim Kacamata dengan BPJS

by | Sep 20, 2018 | 64 comments

Saya mendaftar keanggotaan BPJS pada 2014, beberapa bulan setelah diluncurkan pemerintah. Kenapa ikutan BPJS? Karena dulu itu ada rumor yang bilang kalau BPJS akan jadi wajib. Momennya pas pula dengan kondisi saya yang pekerja lepas, tanpa kantor, tanpa asuransi.

Meski sudah jadi anggota, sebisa mungkin saya ga pakai BPJS sih. Siapa pula yang mau sakit kan ya. Nah, setelah 4 tahun lebih jadi anggota, kali ini saya memutuskan untuk coba klaim kacamata. Berhasil atau nggak yaa?

Terakhir ganti kacamata itu setahun lalu, setelah kacamatanya ga sengaja kecium bokong trus framenya patah deh. ๐Ÿ™
Sebagai sobat rabun, manalah bisa bergerak tanpa kacamata yeaa. Maka, saya langsung ke optik, ukur lagi minus terbaru, dan bikin kacamatanya. Berasa beli beras, tunjuk-tunjuk, ukur, disiapin, bayar. Cepet banget jadinya!

Karena nyaman-nya proses beli-beli pakai uang sendiri itu, awalnya saya cukup galau. Apa iya mau pakai BPJS? Apa sabar pakai BPJS? Apa punya waktu urus pakai BPJS?

Pertanyaan yang berat. Tapi semuanya saya jawab YA. Atas nama penasaran tentu saja. ๐Ÿ˜€

Kenapa sekarang mau ganti kacamata?
Karena saya mulai ga nyaman dengan kacamata yang lama. Tiap pakai kok rasanya pusing. Jadi kacamatanya saya pakai-lepas-pakai-lepas-pakai-lepas, begitu terus sampai negara api menyerang.

Setelah sekian bulan ditahankan, akhirnya saya memutuskan bikin kacamata baru aja. PAKAI BPJS. *ikat kepala* *singsingkan lengan baju*

Bagaimana prosesnya?

Jadi begini….

BPJS itu pakai sistem pelayanan berjenjang. Apa-apa harus dimulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat 1 (klinik/puskesmas), lalu kalau dirasa perlu pasien dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Tingkat 2 (rumah sakit). Jika dianggap masih kurang, baru kemudian naik ke Fasilitas Kesehatan Tingkat 3 (rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap). Aturan ini berlaku untuk semua jenis penyakit, kecuali pada kasus gawat darurat. Apa saja yang masuk kriteria itu, silakan klik di sini ya.

Karena klaim kacamata bukan kasus gawat darurat, saya menuju klinik lebih dulu. Di klinik saya bertemu dokter dan mengungkapkan perasaan tujuan saya. Dokternya langsung paham dan merujuk saya ke rumah sakit. Saya memilih rumah sakit yang terdekat untuk lokasi rujukannya.

Dari klinik saya langsung ke rumah sakit untuk proses berikutnya. Sayangnya baru sesampainya di rumah sakit (RS Permata Pamulang), saya tahu kalau dokternya hanya praktek 3 kali seminggu (Senin, Selasa, Jumat). Oleh petugas saya diminta datang lagi pekan berikutnya.

Pekan berikutnya, sekitar pukul 07.00 WIB saya datang lagi. Setibanya, saya langsung klik-klik mesin antrean, lalu terdiam sekejap saat membaca notifikasi pada kolom penanda praktek dokter mata. Katanya slot sudah penuh. Slot untuk dokter lain masih tersedia semua, yang penuh hanya dokter mata saja.

Melihat saya yang bengong di depan mesin, serombongan ibu-ibu lalu memanggil. “Mau ke dokter mata? Kalau iya, datangnya harus dari subuh, ada yang dari jam 4 pagi. Nanti duduk di sini, lalu dibikinkan urutan di kertas oleh satpamnya. Jam 7 mulai cetak kertas nomor antrean berdasarkan kedatangan. Yang paling pagi dapat nomor pertama. Sehari cuma ada 25 slot”.

Saya angguk-angguk aja pas ibunya ngomong. Setengah takjub, setengah bengong, setengah ngamuk. Jauh dari manusiawi sekali, meminta orang hadir pagi-pagi buta untuk cetak nomor antrean, lalu menunggu lagi sampai dokternya praktek jam 3 sore.

Otak saya menolak. Hati saya menolak. Di sini keteguhan hati saya untuk ikut prosesnya BPJS sudah berkurang 50%. Harga kacamata, yang tipe standar, ga terlalu mahal. Sempat terpikir untuk ke optik dan beli langsung. Tapi lalu, rasa penasaran saya menang. Ahh, begini aja masa mau nyerah? Dududu.

Beberapa hari kemudian saya kembali lagi ke klinik (Faskes 1). Saya minta rujukan rumah sakit diubah karena tidak bisa hadir sebegitu pagi untuk antre. Klinik menyodorkan nama-nama rumah sakit lainnya yang bisa dipilih sebagai pengganti. List rumah sakit itu saya telepon satu-satu, beberapa menjawab, beberapa tidak.

Hermina adalah salah satu rumah sakit yang menjawab telepon saya. Setelah berbicara dengan petugas, saya segera memilih rumah sakit ini sebagai rujukan. Hermina tidak menggunakan sistem antrean manual. Semua pasien (baik umum maupun BPJS) wajib mendaftarkan nama dan klinik tujuan lebih dulu lewat call center atau aplikasi RS untuk mendapatkan jadwal kunjung dan urutan berobat. Setelah itu, pasien diminta datang 1 jam sebelum jam praktek dokternya dimulai.

Tepat pada hari dan jam yang diinformasikan petugas, saya datang ke Rumah Sakit Hermina Ciputat. Saya menghabiskan satu jam untuk mendaftar sebagai pasien baru, dan satu jam lagi untuk mengantre di depan kamar praktek.

Saat dipanggil untuk diperiksa, saya cukup kaget dengan hasilnya. Saya pikir pandangan saya kurang enak karena minus mata saya bertambah, tak tahunya malah berkurang. Awalnya 3.00 & 2.50, sekarang jadi 2.00 & 1.00.

Setelah periksa, dokter meminta saya kembali ke loket pendaftaran untuk menyerahkan berkas. Di loket, petugas bilang kalau saya bisa kembali 2 hari lagi untuk mendapatkan surat legalisasi pembuatan kacamata. Surat ini harus diproses manual ke kantor BPJS.

Dua hari kemudian saya datang lagi ke rumah sakit, mendapatkan surat legalisasi dan diarahkan ke Optik Tangsel. Sepertinya di sekitaran Ciputat hanya optik ini yang bekerja sama dengan BPJS.

Di optik saya menyerahkan berkas + fotokopi kartu BPJS. Setelah mengecek berkasnya sebentar, staf optik kemudian meminta saya memilih frame kacamata yang diinginkan.

pilih-pilih kacamata

Pilihan kacamatanya cukup banyak dan disesuaikan dengan kelas BPJS yang diambil. Kalau dari sekian banyak frame yang disediakan tidak ada yang cocok, boleh pilih frame lainnya yang tersedia, nanti pihak optik akan mengurangi harganya sebesar hak kelas BPJS.

Kelas III : 150.000
Kelas IIย  ย : 200.000
Kelas Iย  ย  : 300.000

Oh iya, optiknya juga menawarkan pilihan lensa yang lebih bagus, katanya sih anti UV, lebih bening, dll. Kalau berkenan, tinggal menambahkan biaya lensa sebesar Rp150.000.

Untuk yang stok lensanya kosong, harus menunggu satu dua hari sebelum kacamata bisa digunakan.ย Karena lensa yang saya butuhkan tersedia, bikinnya cepat saja, sekitar 30 menit.

kacamata baru saya!

Prosesnya cukup gampang sebenarnya. Hanya harus bolak-balik ke rumah sakit karena surat legalisasi yang tidak online tadi itu. Saran dari saya, sebelum meminta rujukan ke Faskes Tingkat II, baiknya telepon dulu rumah sakitnya untuk menanyakan sistem antrean. Sistem yang memudahkan pasien pastinya akan menghemat waktu, tenaga, dan emosi. ๐Ÿ˜€

Salam sayang dari saya dan mata yang sekarang sudah terang menatap dunia.

/salam mata-mata

 

 

 

 

 

 

YOU MAY ALSO LIKE

64 Comments

  1. vira

    hm.. kayaknya gue perlu juga nih kacamata… plus :))

    Reply
    • rere

      LAKSANAKAN BU!
      Jangan sampai yang deket malah ga keliatan. ๐Ÿ˜€

      Reply
  2. Mbok

    Berarti emang tergantung gimana sistem layanan/antrean di tiap RS, ya Re. Kapan itu baca mbak2 di twitter yg cerita pengalamannya soal yg sama. Oke juga BPJS ini ya. Ya emang, kurang di kepraktisan aja. Tapi lumayan banget lah yaaa ๐Ÿ˜€

    Reply
    • rere

      Bener Mbok, buat pekerja lepas yang ga punya asuransi, mantap betullah. Tinggal banyak-banyak browsing, banyak tanya, banyak telepon supaya ga kena jebakan betmen kaya aku. ๐Ÿ˜€

      Reply
  3. Hermini

    Di ITC BSD banyak optik yang nerima BPJS, tapi belum sanggup menjalani prosesnya. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    Reply
    • rere

      Dari RS kemarin cuma dirujuk ke sini aja, kurang tau juga kenapa begitu…

      Reply
  4. Stefanny Fausiek

    Perjuangan banget ya mau buat kacamata, kemaren juga hampir mau bikin pake bpjs. Tapi ga jadi soalnya ga ada waktunya

    Reply
    • rere

      Iya, memang harus investasi waktu buat bikinnya ya Mba. ๐Ÿ˜€

      Reply
  5. Tanti Amelia

    Malah gagal fokus ke pengurangan minusnya. Kok bisaaaaa

    Reply
    • rere

      Sungguh kutak tau, Mbaknya.
      Kukira juga naik, eh malah turun. ๐Ÿ˜€

      Reply
      • Jin

        ehm.. mungkin minusnya berkurang karena pertambahan usia sis ๐Ÿ™‚

        btw, infonya sangat bermanfaat sekali. Kebetulan saya juga mau klaim kacamata dengan BPJS.

        Thanks sis

        Reply
        • rere

          Minus bisa kurang karena pertambahan usia?
          Wahhh, aku browsing ahhhh infonya.

          Reply
          • Reksa

            iya lama lama jadi +

        • Mas Wid

          Barusan dari Faskes 1 dapet info klu klaim kacamata dgn BPJS sdh tdk ada lagi. Benarkah? Kepalang tanggung saat ini lg antre di dokter mata. Sekalian priksa sapa tau kena katarak.

          Reply
          • rere

            Wah, untuk itu saya ga punya infonya Mas.
            Boleh telepon call centre BJPS supaya jelas ya.

            Maaf ga membantu.

          • Astrid

            Masih bisa kok, ini saya baru ngurus rujukan untuk bikin kacamata dari faskes 1. Kita bisa klaim kacamata di bpjs tiap 2 tahun sekali, cmiiw.

          • rere

            Terima kasih bantuan jawabnya Mba Astrid.

      • Soleado

        Kalau cuma mau frame nya doang gpp?

        Reply
        • Atemalem

          Aku belum pernah coba apakah framenya aja boleh atau ngga Kak.

          Reply
  6. Zam

    proses yang panjang dan antrenya ini sih yang bikin malas urus pake BPJS.. kalo mau murah ya harus meluangkan waktu (emosi, dan tenaga, memang)..

    btw, habis berapa untuk total untuk beli kacamata (termasuk yg udah dipotong BPJS)?

    Reply
    • rere

      Aku ga nambah.
      Bikin apa adanya aja sesuai budget. ๐Ÿ˜€

      Reply
    • Irvan

      Mbak, mau nanya, gimana sih cara nya ngilangin mata minus ?
      Sebelum nya tahun 2014 mata saya minus 0,75 kiri kanan,
      Lalu setelah saya cek, sekarang jadi minus 1,25 kiri kanan,
      Biasa nya saya tidak memakai kaca mata,
      Apakah kalau saya tidak memakai kacamata bisa nambah minus saya?
      Terima kasih

      Reply
      • rere

        Wah, saya kurang paham apa minus bisa hilang.
        Saya minus dari SMA dan ga pernah hilang sampai sekarang. :))

        Reply
        • yessievita

          kak kalo ganti lensa doang pake bpjs bisa gak?

          Reply
  7. Zef

    hampir sama dengan pengalaman saya nih…

    Reply
  8. Dedeyayay

    Klaim kaca mata baca ..plus kata optiknya tidak berlaku lagi…walaupun sudah diberikan legalisasi..jadi ditolak optik..tidak akan cair

    Reply
    • rere

      Wah, ini baru berlakukah?

      Reply
  9. Mega Silvia P

    Kira” bisa tidak ya kak kalau cuman ganti lensanya saja??

    Reply
    • rere

      Wahhh, maaf, untuk ini kemarin saya ga tanya, jadi ga bisa jawab.
      Mungkin bisa telpon BPJS-nya langsung?

      Reply
  10. Marsiani

    Trmksih, pengalaman Anda sangat bermnfaat. Slma ini sy beli kacamata dan ganti lensa pake uang pribadi. Sudh 5 tahun frame kcmata sy blm prnh di ganti, hanya lensax aja. Membaca pngalaman Anda sy lebih smangat mnggunakan fasilitas BPJS untuk memperoleh frame kcamata yg baru dgn memeriksakan ulang mata sy.

    Reply
  11. Marsiani

    Trmksih, pengalaman Anda sangat bermnfaat. Slma ini sy beli kacamata dan ganti lensa pake uang pribadi. Sudh 5 tahun frame kcmata sy blm prnh di ganti, hanya lensax aja. Membaca pngalaman Anda sy lebih smangat mnggunakan fasilitas BPJS untuk memperoleh frame kcamata yg baru dgn memeriksakan ulang mata sy.

    Reply
  12. nurul

    mba.. kalo saya periksa dokter nya pakai biaya umum lalu nnt ketika mau beli kacamata bisa pakai bpjs gak?

    Reply
    • rere

      Ga bisa, resep yang dipakai itu resepnya konsultasi by BPJS.

      Reply
  13. Adinda

    Kalau mau ganti lensa anti UV saja apa harus ke faskes 1 dulu minta rujukan ?

    Reply
    • rere

      Sepertinya untuk BPJS lensa yang dicover hanya yang standar (sesuai nilai pertanggungan).
      Kalau lensa UV ini jatuhnya beli sendiri.

      Reply
  14. altaf

    Kalau min nya gede apa mash ditanggung bpjs ?

    Reply
  15. altaf

    kalau misalkan sya min 4 , itu mash ditanggung bpjs g mba

    Reply
    • rere

      Sepertinya ga ada masalah dengan besar minusnya. ๐Ÿ™‚

      Reply
  16. Hendri rosad

    Saya hari senin tgl 4 maret 2019 kemaren juga ke rumkit mata. Niat saya mau klaim kacamata bpjs. Prosedur sudah saya lakukan dri mulai faskes dll. Tapi anding nya begitu sampai di optik kata mbak nya bpk gak dpt / kalim bpjs. Saya tanya kenapa? Dia jawab bapak sakit mata nya karena minus karena faktor U. Yg dapat dri bpjs adalah yg plus ato selinder. Gimana ituh mba rere?

    Reply
    • rere

      Wah, dari rumah sakit apakah sudah dapat resep kacamata?
      Kalau sudah, sepertinya optik tidak bisa menolak.

      Tapi, untuk jelasnya boleh telepon BPJS langsung untuk infonya ya.

      Reply
    • adeiwanst

      saya baru aja legalisir resep bpjs hari ini di BPJS dekat pancoran, saya gak bisa klaim karena tertulis di resep lensa PLANO (lensa plus), KACAMATA PLUS (kacamata baca/rabun dekat) TIDAK dijamin BPJS, yang bisa diklaim itu lensa minus atau silinder (itu juga ada ukuran2 minimalnya).

      Reply
  17. Tomy

    Setelah bertahunยฒ iuran BPJS, akhirnya Sy juga Cobain klaim kacamata dmulai Dr faskes – klinik mata rujukan – sampai optik, skrg tinggal nunggu kacamata jadi, sudah seminggu ga kelarยฒ krn keabisan stok lensa ktanya, hadehhh

    Reply
  18. Santi

    Pengalaman saya klaim kacamata pake bpjs, prosesnya lancar dan mudah hanya riweh prosesnya puskemas rujukan – RS – legalisir di kantor bpjs – optik. Saya kena kendala di optik. Terdapat 5 pilihan optik saya pilih yg paling dket rmh saya, ternyata oh ternyata… minus saya cukup tinggi, diatas 4 dibawah 8, saya ke Optik Internasional, dr awal dibilang waktu jadi 10 hari, stlh deadline ngaret 2 hari krn bilang brgnya masih digudang, kemudian saya sengaja ngaretin jd 3 hr baru dtg, nyatanya kacamatanya masih juga di gudang. Buang ongkos waktu & tenaga. Saran saya cari optik lain selain optik internasional. Mau komplen web & sosmednya tak ada kehidupan. Marah ke staffnya juga ga ngefek, cuma bawahan. Trakhir saya cuma dibilang kalo udh siap bakal ditelpon tp tak dijanjikan hari. Sungguh parah. Apalagi kacamata itu suatu kebutuhan utk org yg minus tinggi. Bisa2 minus saya nambah lagi sblm kacamata baru saya jd… Jangan skali2 ke optik internasional deh.

    Reply
  19. mahfud

    Benarkah kacamata gak di cover lagi sama bpjs pengalaman istri saya tgl 19/06 2019 dapat informasi dr rs bahwa kacamata sudah tidak ada pelayanan dr bpjs harus beli sediri tudak berlaku sejak agustus 2018

    Reply
    • Joe

      Tidak benar Pak, itu ada yg baru ngurus juga kok.

      Reply
    • nindi

      Iya, kemarin bulan januari 2020 saya minta rujukan ke dokter keluarga juga katanya sudah tidak bisa minta kacamata BPJS

      Reply
  20. Imtiyaz Malihawati

    Mba, gimana kalo kita udah punya frame, cuma mau ganti lensa aja, bisa tetep klaim ga yaaa

    Reply
    • rere

      Untuk itu aku kurang tauuuu.
      Kemarin sih sekaligus ganti semuanya

      Reply
  21. Jati

    Dari klinik mana mbak? Saya kalau dari klinik selalu diarahkan ke rsud untuk tingkat 2nya ๐Ÿ™

    Reply
    • rere

      Dari Klinik Kimia Farma.

      Reply
  22. Syaiful Hidayat

    Utk kakak2,bpk2 n ibu2 yg butuh kacamata dgn menggunakan layanan BPJS dll,silahkan coba dayang ke Optik SHAF,karena Optik SHAF menyediakan produk2 frame n lensa yg berkualitas baik namun dgn harga yg terjangkau sekali n ditangani lsg oleh tenaga profesional n berpengalaman dibidang optik.
    Selain murah berkualitas baik,juga proses pesanan kacamata bisa ditunggu ยฑ15 menit

    Reply
    • JOE

      Bukannya harus ada rujukan yah. Kan ngga bisa milih optik sendiri

      Reply
      • rere

        Memang iya, dari RS kemarin saya dirujuk ke optik tersebut.

        Reply
  23. Fina

    Potongan harga kacamatanya sesuai hak kls maksudnya gini yaa, aku kan kls 1 bayar perbulan itu 80k kacamata harga 300k berarti jd 220k. Begitu kah?

    Reply
    • rere

      Bukan.
      Untuk kelas satu dapat jatah kacamatanya senilai Rp300.000, kelas 2 dan 3 beda lagi.
      Jadi kalau ambil kacamata sesuai jatah, ga nambah bayar apa-apa lagi.

      Reply
  24. Harry

    Mbak maaf mau tanya ini untuk claim kacamatanya di optik mana ya tempat mbak buat?

    Reply
    • rere

      Optik Tangsel, Mas.

      Reply
  25. Ferry

    Mbak, kalo misal kita beli kaca mata yg agak mahal apa bisa?
    Maksudnya dapet potongan 300 ribu gitu kalo kelas 1.
    Bukan milih di etalase yg khusus kelas 1.
    Misal beli kaca mata seharga 1 juta, trus pake potongan dari BPJS kelas 1 sebesar 300 ribu. Apa bisa?

    Reply
    • rere

      Bisa. Komunikasi langsung ke optiknya yaa.

      Reply
  26. Ance

    Saya baru mulai cari optik nya yg dkt rmh.. ternyata optik kimia farma yg di jl. Matraman.. sy dpt resep dari dokter spesialis mata di RSCM Kirana.. kebetulan saya habis operasi mata katarak.. lensa nya -075 dan +2.50.. DI resep nya ada tulisan PLANO nya.. itu apa bisa ya.. apa semua resep yg dari dokter bisa di realisasikan…?

    Reply
    • rere

      Hai Mba Ance, saya kurang paham maksudnya apa.
      Bisa coba telepon BPJS Kesehatan untuk info detilnya ya.
      Semoga nanti mendapat pencerahan dari mereka ๐Ÿ™‚

      Makasi udah mampir ke sini. ^^

      Reply
  27. Ofi

    Mbak, yang ditanggung BPJS Framenya saja? Klo misal ganti lensa saja bagaimana?

    Reply
  28. suprianto

    optik tangsel di jalan apa ya? punya list optik rekanan bpjs daerah jaksel atau tangsel

    Reply
  29. Andry

    Kalau kita punya frame biaya dari bpjs contoh 200rb…yg 200rb itu bisa buat lensa tidak ya ?

    Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. HAL-HAL PENTING YANG HARUS DISIAPKAN SEBELUM RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT | SEDIKIT CERITA UNTUK KENANGAN - […] Pengalaman Klaim Kacamata dengan BPJS […]

Leave a Reply to Santi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives



Pin It on Pinterest